USDC Berkembang dari Stablecoin Menjadi Infrastruktur Keuangan—Apa yang Sedang Dibangun Circle?

Pasar
Diperbarui: 06/16/2026 03:52

Sejak tahun 2026, dinamika persaingan di pasar stablecoin mengalami perubahan signifikan. Sebelumnya, diskusi mengenai USDC berfokus pada persaingannya dengan USDT dalam merebut pangsa pasar dan perubahan volume peredaran. Namun, tahun ini, Circle tampak mempercepat berbagai inisiatifnya. Mulai dari Circle Payments Network, jaringan Arc, rencana peluncuran Aave V4, hingga kemitraan pembayaran lintas negara dan adopsi institusional, peran USDC pun berkembang. USDC kini tidak lagi sekadar alat denominasi dolar untuk bursa, tetapi mulai memasuki skenario keuangan yang lebih kompleks seperti pembayaran, DeFi, penyelesaian korporasi, RWA, hingga pasar modal on-chain.

Bagi Circle, fokus masa depan mungkin bukan lagi pada siapa yang menerbitkan stablecoin terbanyak, melainkan siapa yang mampu menjadi penyedia infrastruktur untuk era dolar digital.

USDC is transitioning from a stablecoin to financial infrastructure—what is Circle building?

Pertumbuhan Berkelanjutan USDC: Perubahan Permintaan terhadap Dolar On-Chain

Berdasarkan laporan keuangan Q1 2026 Circle yang dirilis pada bulan Mei, suplai beredar USDC mencapai sekitar $77 miliar pada akhir kuartal pertama, meningkat 28% secara tahunan. Pada periode yang sama, volume transaksi on-chain USDC mencapai $21,5 triliun, melonjak 263% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, total pendapatan dan pendapatan cadangan perusahaan pada kuartal tersebut mencapai $694 juta, naik sekitar 20% secara tahunan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu saat USDC terutama melayani kebutuhan perdagangan kripto, kini sumber pertumbuhannya jelas telah bergeser.

Secara historis, stablecoin paling banyak digunakan untuk penyelesaian di bursa dan likuiditas DeFi. Namun dengan munculnya ETF, RWA, pembayaran stablecoin, dan masuknya modal institusional ke blockchain, semakin banyak bisnis dan institusi keuangan yang melihat USDC sebagai aset dolar yang dapat diprogram.

Volume transaksi kuartalan sebesar $21,5 triliun menandakan bahwa kasus penggunaan USDC telah meluas jauh melampaui transfer internal bursa, masuk ke ranah pembayaran, manajemen dana, pinjaman on-chain, dan tokenisasi aset.

Permintaan pasar terhadap stablecoin juga berubah—dari sekadar alat perdagangan menjadi instrumen keuangan yang lebih luas.

Circle Payments Network: Mendefinisikan Ulang Pembayaran Lintas Negara

Pembayaran selalu menjadi salah satu prioritas strategis utama Circle. Pada 2025, Circle meluncurkan Circle Payments Network (CPN) dengan tujuan membangun jaringan pembayaran global berbasis stablecoin. Menurut Circle, CPN dirancang untuk bank, penyedia pembayaran, dan perusahaan fintech, memungkinkan penyelesaian hampir real-time melalui USDC serta menawarkan kerangka kepatuhan yang terintegrasi.

Dari sisi model bisnis, Circle berupaya mengatasi masalah lama dalam sistem pembayaran lintas negara tradisional.

Pengiriman uang internasional konvensional mengandalkan jaringan SWIFT dan banyak perantara, sehingga dana bisa memerlukan waktu beberapa hari untuk sampai. Ada juga kendala zona waktu, hari libur, dan biaya. Sebaliknya, jaringan stablecoin beroperasi 24/7 dan secara signifikan meningkatkan efisiensi arus modal.

Pada Mei 2026, penyedia infrastruktur pembayaran global Nium mengumumkan kemitraan dengan Circle untuk menghubungkan kapabilitas penyelesaian USDC melalui Circle Payments Network ke jaringan pembayaran yang mencakup lebih dari 190 negara dan wilayah serta lebih dari 100 mata uang.

Pada bulan Juni, perusahaan fintech Filipina Munify secara resmi terintegrasi dengan Circle Payments Network, memungkinkan pengguna menerima dana dalam USDC dan langsung mengonversinya ke peso Filipina untuk disetor ke rekening bank lokal dan e-wallet.

Filipina merupakan salah satu pasar remitansi luar negeri terbesar di dunia, dengan total remitansi lintas negara tahunan sekitar $40 miliar. Bagi Circle, skenario pembayaran di dunia nyata seperti ini menawarkan nilai jangka panjang yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar likuiditas di bursa.

Dalam arti tertentu, Circle tengah membangun jaringan pembayaran global untuk era stablecoin.

Di Balik Arc: Circle Membangun Infrastruktur Keuangannya Sendiri

Selain pembayaran, upaya Circle membangun lapisan infrastrukturnya sendiri patut mendapat perhatian lebih.

Pada 2025, Circle meluncurkan Arc, yang diposisikan sebagai jaringan infrastruktur untuk ekosistem keuangan stablecoin. Berbeda dengan blockchain Layer 1 yang fokus pada smart contract umum, Arc menitikberatkan pada pembayaran, likuiditas dolar digital, RWA, dan keuangan institusional.

Menurut data yang dirilis Arc, testnet-nya telah menarik partisipasi institusi dan protokol seperti BlackRock, Visa, AWS, Maple, dan Curve. Hingga saat ini, Arc telah memproses lebih dari 150 juta transaksi dengan sekitar 1,5 juta wallet aktif.

Meskipun angka ini masih tahap awal, sudah mencerminkan arah strategis Circle.

Dalam beberapa tahun terakhir, penerbit stablecoin sebagian besar mengandalkan hasil aset cadangan sebagai sumber pendapatan. Kini Circle berupaya membangun jalur pertumbuhan baru. Jika USDC mewakili dolar digital, maka Arc ibarat sistem dasar yang menopang operasionalnya. Dari sudut pandang ini, ambisi Circle melampaui sekadar menerbitkan stablecoin—mereka membangun keseluruhan sistem keuangan internet.

Aave V4 Diluncurkan di Arc: USDC Masuk ke Infrastruktur Pasar Modal

Pada akhir Mei 2026, Aave Labs mengusulkan peluncuran protokol peminjaman generasi berikutnya, Aave V4, ke jaringan Arc.

Kabar ini menarik perhatian besar karena menandai potensi perubahan posisi USDC.

Sebelumnya, USDC terutama digunakan untuk pembayaran dan penyelesaian. Dengan integrasi Aave V4, USDC mulai memasuki lapisan pembentukan modal yang lebih dalam.

Pasar peminjaman adalah komponen inti sistem keuangan. Bank menciptakan kredit melalui simpanan dan pinjaman, pasar modal mengalokasikan likuiditas lewat peminjaman, dan DeFi pada dasarnya memperluas mekanisme ini ke blockchain.

Kombinasi Aave V4 dan Arc berarti Circle bergerak dari infrastruktur pembayaran menuju infrastruktur pasar modal.

Jika jaringan pembayaran menyelesaikan masalah arus modal, maka pasar peminjaman mengatasi alokasi modal.

Itulah sebabnya pasar mulai membandingkan Circle dengan perusahaan pembayaran tradisional. Ambisi Circle kini bukan sekadar menjadi penerbit stablecoin—mereka menargetkan menjadi penyedia infrastruktur kunci di era keuangan digital.

Circle Mengisahkan "Sistem Keuangan Internet"

Pada awal 2026, Circle menerbitkan laporan berjudul "The Rise of the Internet Financial System".

Dalam laporan ini, Circle memperkenalkan konsep baru: Sistem Keuangan Internet.

Circle membayangkan ekosistem keuangan masa depan yang terdiri dari stablecoin, jaringan pembayaran, RWA, pasar modal on-chain, dan ekonomi agen AI, dengan USDC sebagai aset inti.

Sebelumnya:

  • USDC = Stablecoin

Kini:

  • USDC = Jaringan Pembayaran
  • USDC = Uang Tunai On-Chain
  • USDC = Likuiditas DeFi
  • USDC = Alat Penyelesaian RWA
  • USDC = Alat Manajemen Dana Korporasi
  • USDC = Medium Nilai untuk Ekonomi AI

Transformasi ini mencerminkan peningkatan logika persaingan di seluruh industri stablecoin.

Persaingan pasar bergeser dari volume penerbitan menuju kapabilitas ekosistem.

Persaingan Stablecoin Memasuki Fase Baru

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan antara USDT dan USDC terutama berfokus pada pangsa pasar dan volume peredaran.

Namun seiring pertumbuhan pembayaran stablecoin, RWA, dan adopsi institusional, dimensi persaingan industri pun berubah.

Ke depan, nilai jangka panjang stablecoin mungkin tidak lagi bergantung pada volume peredaran, melainkan pada siapa yang mampu membangun ekosistem komprehensif yang mencakup pembayaran, pasar modal, tokenisasi aset, dan penyelesaian global.

Dari sudut pandang ini, jalur pengembangan Circle semakin menyerupai perusahaan jaringan pembayaran atau infrastruktur keuangan.

Banyak lembaga riset bahkan mulai menyebut Circle sebagai Visa di era stablecoin atau SWIFT berbasis blockchain.

Tentu saja, visi ini membutuhkan waktu untuk terwujud.

Namun satu hal sudah jelas: pasar stablecoin telah memasuki fase baru.

Kesimpulan

Sejak 2026, fokus strategis Circle mengalami pergeseran besar.

Berdasarkan data terbaru Circle, volume transaksi on-chain USDC pada Q1 mencapai $21,5 triliun, dengan suplai beredar sebesar $77 miliar. Sementara itu, Circle Payments Network terus memperluas kapabilitas pembayaran global, sedangkan Arc dan Aave V4 semakin mendorong ekspansi USDC ke DeFi dan pasar modal.

Dari pembayaran stablecoin hingga infrastruktur keuangan on-chain, dari penyelesaian lintas negara hingga RWA dan keuangan institusional, Circle tengah membangun sistem keuangan internet yang berpusat pada dolar digital.

Bagi USDC, potensi terbesarnya kini mungkin bukan lagi pada stablecoin itu sendiri, melainkan pada perannya dalam ekosistem keuangan digital yang lebih luas.

FAQ

Berapa volume peredaran USDC saat ini?

Menurut laporan keuangan Q1 2026 Circle, per akhir Maret, suplai beredar USDC sekitar $77 miliar, naik 28% secara tahunan.

Berapa volume transaksi on-chain USDC pada kuartal pertama?

Menurut Circle, volume transaksi on-chain USDC pada Q1 2026 mencapai $21,5 triliun, meningkat 263% dibandingkan tahun sebelumnya.

Apa itu Circle Payments Network?

Circle Payments Network (CPN) adalah jaringan pembayaran stablecoin global yang diluncurkan Circle, dirancang untuk memungkinkan penyelesaian lintas negara hampir real-time dan pembayaran yang patuh regulasi melalui USDC.

Apa hubungan jaringan Arc dengan USDC?

Arc adalah jaringan infrastruktur keuangan yang dibangun Circle, terutama melayani likuiditas dolar digital, RWA, dan aplikasi keuangan institusional, dengan USDC sebagai aset inti.

Mengapa peluncuran Aave V4 di Arc menarik perhatian pasar?

Peluncuran Aave V4 di Arc dipandang sebagai sinyal utama bahwa USDC bergerak melampaui alat pembayaran dan memasuki infrastruktur DeFi serta pasar modal.

Akankah Circle menjadi "Visa" di era stablecoin?

Circle tengah bertransformasi dari penerbit stablecoin menjadi perusahaan jaringan pembayaran dan infrastruktur keuangan, namun arah jangka panjangnya akan sangat bergantung pada adopsi pasar dan ekspansi ekosistem.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten