(Sumber: SOLANA)
Solana Foundation resmi meluncurkan Solana Developer Platform (SDP), sebuah suite pengembangan enterprise yang ditujukan bagi institusi keuangan. SDP menghadirkan API agar pengembang dapat membangun produk keuangan secara cepat di jaringan Solana.
SDP mengintegrasikan beragam layanan infrastruktur inti dari ekosistem Solana ke satu platform. Pendekatan terpadu ini memungkinkan perusahaan menerapkan dan mengoperasikan aplikasi tanpa perlu mengintegrasikan banyak alat terpisah. Dengan menurunkan hambatan teknis, SDP menjadi langkah penting menuju adopsi blockchain yang lebih luas di kalangan enterprise.
(Sumber: SOLANA)
Solana Developer Platform terdiri dari tiga modul utama, memungkinkan perusahaan membangun layanan keuangan yang disesuaikan.
Modul ini memungkinkan penciptaan berbagai aset digital, seperti:
Setoran yang ditokenisasi
Stablecoin yang sesuai regulasi GENIUS
Aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA)
Modul Payments memfasilitasi perpindahan dana antara fiat dan stablecoin, mendukung:
Setoran fiat (on-ramp)
Penarikan fiat (off-ramp)
Pembayaran stablecoin on-chain
Modul ini mendukung berbagai skenario pembayaran, termasuk transaksi B2B, B2C, dan P2P.
Modul Trading diproyeksikan akan diluncurkan pada akhir 2026, menawarkan:
Atomic swap
Vault kustodian aset
Perdagangan FX on-chain
Saat ini, modul Issuance dan Payments sudah LIVE.
Sejumlah institusi keuangan besar mulai melakukan uji coba SDP saat peluncuran.
Peserta meliputi:
Mastercard: Eksplorasi penyelesaian stablecoin
Worldpay: Pembayaran merchant dan settlement
Western Union: Aplikasi remitansi lintas negara
Keterlibatan mereka menunjukkan meningkatnya minat institusi keuangan tradisional pada infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.
Catherine Gu, Head of Digital Asset Products Solana Foundation, menegaskan SDP dirancang agar institusi keuangan dapat langsung memanfaatkan teknologi blockchain melalui API tanpa harus menangani kerumitan teknologi dasar.
Platform ini mengintegrasikan fitur baru jaringan Solana, seperti:
Ekstensi token untuk kontrol izin
Mekanisme privasi dan kontrol akses
Layanan ekosistem pengembang
Lebih dari 20 mitra infrastruktur telah terintegrasi dengan SDP.
Mitra SDP terbagi dalam empat kategori: infrastruktur node, layanan dompet, alat kepatuhan dan regulasi, serta layanan fiat on/off-ramp.
Mitra infrastruktur node meliputi Alchemy, Helius, QuickNode, dan Triton One. Dengan menyatukan layanan tersebut dalam satu platform API, perusahaan dapat mengembangkan dan menerapkan aplikasi blockchain secara efisien.
Fitur utama SDP adalah kompatibilitas dengan alat pemrograman AI seperti Claude Code dan OpenAI Codex. Pengembang dapat memanfaatkan AI untuk menghasilkan kode, mempercepat siklus pengembangan produk. SDP saat ini menyediakan lingkungan pengujian sandbox berbasis Solana Devnet, sehingga pengembang dapat bereksperimen dan menguji sebelum penerapan penuh.
Perusahaan peserta menyampaikan optimisme terhadap potensi SDP. Raj Dhamodharan menekankan bahwa platform ini memungkinkan Mastercard mengeksplorasi settlement stablecoin secara langsung di blockchain tertentu dengan memanfaatkan jaringan pembayaran globalnya. Malcolm Clarke menyatakan SDP dapat menambahkan lapisan on-chain pada jaringan pembayaran lintas negara Western Union, mempermudah integrasi proses fiat dan stablecoin. Ahmed Zifzaf menambahkan modul Payments dan Issuance memudahkan merchant mengakses settlement on-chain dan aset yang ditokenisasi.
Peluncuran Solana Developer Platform menegaskan evolusi infrastruktur blockchain menuju aplikasi enterprise. Melalui integrasi berbasis API, SDP bertujuan menurunkan hambatan teknis bagi institusi keuangan yang memasuki Web3, menyatukan kemampuan pembayaran, penerbitan aset, dan perdagangan. Seiring semakin banyak perusahaan menjajaki solusi keuangan on-chain, platform seperti SDP berpotensi menjadi jembatan penting antara keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.





