Pria Itu Kembali! Kali Ini Menggalang Dana Sebesar $1 Miliar

Terakhir Diperbarui 2026-03-28 16:16:14
Waktu Membaca: 1m
Setelah menggalang dana sebesar $200 juta, Andre Cronje kembali mencuri perhatian lewat proyek Flying Tulip. Ia tengah merancang platform DeFi yang menyeluruh, dilengkapi mekanisme penukaran token yang sederhana guna memberikan perlindungan terhadap risiko penurunan bagi para investor.

Tepat ketika publik mengira Andre Cronje telah meninggalkan industri kripto, figur penting dalam dunia DeFi kembali ke panggung.

Kali ini, ia memperkenalkan proyek baru bertajuk Flying Tulip. Hari ini, proyek tersebut mengumumkan putaran pendanaan senilai USD 200 juta dan rencana Token Public Sale.

Public sale ini memiliki mekanisme inovatif: pengguna dapat menghancurkan token dan menarik pokok investasi kapan saja. Peserta mendapat perlindungan risiko otomatis, dengan potensi imbal hasil tanpa batas.

Siapa Andre Cronje?

Jika Anda terlibat dalam DeFi Summer 2020, nama Andre Cronje pasti tak asing lagi.

Andre Cronje adalah pendiri Yearn Finance (YFI)—pengembang visioner yang memicu revolusi DeFi lewat kekuatan kode. YFI dikenal sebagai “the fairest token” karena Cronje tidak mengambil alokasi awal untuk dirinya sendiri.

Setelah meluncurkan sejumlah proyek viral, menghadapi dinamika komunitas dan insiden keamanan, Cronje mundur dari sorotan pada 2022. Kini, proyek Flying Tulip menandai kembalinya dirinya ke industri.

Apa Itu Flying Tulip?

“Flying Tulip” berarti “tulip yang terbang.” Tulip identik dengan gelembung finansial—“Tulip Mania” abad ke-17 adalah gelembung spekulatif pertama dalam sejarah.

Pemilihan nama Flying Tulip oleh Cronje adalah pernyataan: walau kripto sering disamakan dengan tulip, kali ini ia ingin membuktikan bahwa tulip bisa benar-benar “terbang.” Artinya, Flying Tulip bertujuan mengubah simbol “bubble” menjadi produk yang stabil, nyata, dan dinamis melalui teknologi on-chain.

Berdasarkan dokumen resmi, Flying Tulip dirancang sebagai platform finansial on-chain yang lengkap, mengintegrasikan: stablecoin, lending, spot trading, derivatif, opsi, dan asuransi dalam satu ekosistem.

Singkatnya, targetnya adalah membangun “one-stop DeFi platform” di mana pengguna bisa:

  • Menyimpan aset untuk memperoleh imbal hasil (yield);
  • Meminjam aset untuk leverage;
  • Melakukan posisi long maupun short;
  • Melindungi risiko dengan asuransi on-chain.

Seluruh fitur ini diatur dalam satu struktur akun terpadu, sehingga pengguna tak perlu berpindah platform.

Token Public Sale dengan Fitur Refund

Fitur paling menonjol adalah “Onchain Redemption Right” dari Flying Tulip.

Biasanya, setelah ikut Token Public Sale, dana peserta akan terkunci tanpa melihat pergerakan harga.

Flying Tulip menghadirkan mekanisme “programmable redemption” (penebusan terprogram)—

Siapa pun bisa menghancurkan token $FT kapan saja dan menarik kembali dana pokok (seperti ETH).

Pengembalian dana dilakukan otomatis dari kolam dana cadangan on-chain khusus.

Mekanisme ini mirip asuransi on-chain, memastikan investor tak kehilangan seluruh modal, tetapi tetap berpeluang mendapatkan keuntungan.

Tim menegaskan, ini bukan “jaminan pokok” atau “deposit insurance”—kolam dana cadangan memiliki batas, dan proses redeem tergantung ketersediaan dana pada kolam tersebut.

Dana Tidak Terkunci: Imbal Hasil Mendorong Pertumbuhan

Pada presentasi investor, Cronje menjelaskan bahwa meski struktur tampak membatasi dana, Flying Tulip akan mengelola aset tersebut dalam strategi imbal hasil on-chain—seperti Aave, Ethena, Spark, dan protokol DeFi utama lainnya.

Target imbal hasil tahunan diperkirakan 4%.

Jika target penggalangan dana mencapai USD 1 miliar, potensi pendapatan bunga tahunan sekitar USD 40 juta.

Imbal hasil ini akan digunakan untuk:

  • Insentif protokol
  • Pembelian kembali (buyback) token $FT
  • Pendukung pengembangan ekosistem dan pemasaran

Cronje menjelaskan modelnya: “Imbal hasil berulang mendorong pertumbuhan dan insentif, opsi jual (put option) memberikan perlindungan downside permanen, sementara potensi upside token tetap tak terbatas—membentuk flywheel pertumbuhan yang saling memperkuat.”

Tanpa Alokasi Tim

Poin penting lainnya: tim Flying Tulip tidak menerima alokasi token awal.

Seluruh pendapatan tim berasal dari imbal hasil proyek nyata, digunakan untuk pembelian kembali token $FT di pasar dan dirilis sesuai rencana publik.

Artinya, tim hanya mendapat reward jika protokol menghasilkan return dan menarik pengguna sebenarnya.

Tim dan investor berada di posisi yang sama—semakin sukses proyek, semakin besar pendapatan tim.

Investor Ternama, Target Penggalangan Dana USD 1 Miliar

Flying Tulip telah memperoleh pendanaan privat sebesar USD 200 juta dari:

  • Brevan Howard Digital
  • CoinFund
  • DWF Labs
  • FalconX
  • Hypersphere
  • Nascent
  • Republic Digital
  • Susquehanna Crypto, dan lainnya.

Berikutnya, tim akan meluncurkan Public Sale di berbagai chain, dengan target total penggalangan dana USD 1 miliar.

Ringkasan

Kehadiran Flying Tulip membangkitkan nostalgia era 2020—ketika inovasi teknologi mulai mengubah sistem keuangan.

Kali ini, Andre Cronje menekankan inovasi dan pengembangan DeFi yang lebih terpercaya serta berkelanjutan. Setelah gejolak dan krisis kepercayaan, kembalinya Cronje bisa menjadi penanda awal siklus DeFi baru, bukan sekadar comeback seorang developer.

Pernyataan:

  1. Artikel ini merupakan reproduksi dari [BitpushNews] dan hak cipta sepenuhnya milik penulis asli [Bootly]. Untuk pertanyaan terkait reproduksi, silakan hubungi tim Gate Learn yang akan memberikan respon sesuai prosedur yang berlaku.
  2. Disclaimer: Seluruh opini dan pandangan dalam artikel ini merupakan milik penulis dan tidak termasuk saran investasi.
  3. Versi bahasa lain diterjemahkan oleh tim Gate Learn. Kecuali Gate dicantumkan, penyalinan, distribusi, atau plagiarisme atas artikel terjemahan ini sangat dilarang.

Artikel Terkait

Apa itu Hyperliquid (HYPE)?
Menengah

Apa itu Hyperliquid (HYPE)?

Hyperliquid adalah platform blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan perdagangan efisien, kontrak abadi, dan alat yang ramah pengembang untuk inovasi.
2026-04-02 20:25:44
Apa itu Tronscan dan Bagaimana Anda Dapat Menggunakannya pada Tahun 2025?
Pemula

Apa itu Tronscan dan Bagaimana Anda Dapat Menggunakannya pada Tahun 2025?

Tronscan adalah penjelajah blockchain yang melampaui dasar-dasar, menawarkan manajemen dompet, pelacakan token, wawasan kontrak pintar, dan partisipasi tata kelola. Pada tahun 2025, ia telah berkembang dengan fitur keamanan yang ditingkatkan, analitika yang diperluas, integrasi lintas rantai, dan pengalaman seluler yang ditingkatkan. Platform ini sekarang mencakup otentikasi biometrik tingkat lanjut, pemantauan transaksi real-time, dan dasbor DeFi yang komprehensif. Pengembang mendapatkan manfaat dari analisis kontrak pintar yang didukung AI dan lingkungan pengujian yang diperbaiki, sementara pengguna menikmati tampilan portofolio multi-rantai yang terpadu dan navigasi berbasis gerakan pada perangkat seluler.
2026-04-08 21:20:42
Apa itu privacy smart contract? Bagaimana Aztec mengimplementasikan programmable privacy?
Menengah

Apa itu privacy smart contract? Bagaimana Aztec mengimplementasikan programmable privacy?

Kontrak pintar privasi merupakan jenis Smart Contract yang menjaga data tetap tersembunyi selama eksekusi, namun tetap memungkinkan verifikasi atas kebenarannya. Aztec menghadirkan privasi yang dapat diprogram dengan memanfaatkan zkSNARK zero-knowledge proofs, lingkungan eksekusi privat, serta bahasa pemrograman Noir. Pendekatan ini memberikan kendali penuh kepada pengembang untuk menentukan data mana yang dapat dipublikasikan dan mana yang tetap bersifat rahasia. Dengan demikian, tidak hanya permasalahan privasi akibat transparansi Blockchain yang dapat diatasi, tetapi juga tercipta fondasi yang kokoh untuk pengembangan DeFi, solusi identitas, dan aplikasi perusahaan.
2026-04-17 08:04:15
Apa itu Axie Infinity?
Pemula

Apa itu Axie Infinity?

Axie Infinity adalah proyek GameFi terkemuka, yang model dual-token AXS dan SLP-nya telah sangat membentuk proyek-proyek kemudian. Karena meningkatnya P2E, semakin banyak pendatang baru tertarik untuk bergabung. Menanggapi biaya yang melonjak, sebuah sidechain khusus, Ronin, yang
2026-04-06 19:01:44
Sentio vs The Graph: Perbandingan Mekanisme Indeksasi Real Time dan Indeksasi Subgraf
Menengah

Sentio vs The Graph: Perbandingan Mekanisme Indeksasi Real Time dan Indeksasi Subgraf

Sentio dan The Graph sama-sama platform untuk pengindeksan data on-chain, namun memiliki perbedaan signifikan pada tujuan inti desainnya. The Graph memanfaatkan subgraph untuk mengindeks data on-chain, dengan fokus utama pada kebutuhan permintaan data dan agregasi. Di sisi lain, Sentio menggunakan mekanisme pengindeksan real-time yang memprioritaskan pemrosesan data berlatensi rendah, pemantauan visualisasi, serta fitur peringatan otomatis—sehingga sangat ideal untuk pemantauan real-time dan peringatan risiko.
2026-04-17 08:55:07
Apa itu Bitcoin?
Pemula

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin merupakan sistem mata uang digital terdesentralisasi yang dirancang untuk transfer nilai secara peer to peer serta penyimpanan nilai jangka panjang. Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto dan beroperasi tanpa ketergantungan pada otoritas pusat mana pun. Sebaliknya, sistem ini dikelola secara kolektif melalui kriptografi dan jaringan terdistribusi.
2026-04-09 08:09:42