
Benefit-cost ratio (BCR) dihitung sebagai “total manfaat / total biaya” dan menjadi indikator apakah suatu tindakan atau investasi layak dilakukan. Jika rasionya lebih dari 1, hasil yang diperoleh lebih besar dari biaya; jika kurang dari 1, investasi tersebut umumnya tidak efisien secara biaya.
Anggap saja seperti ini: “Untuk setiap 1 unit mata uang yang Anda keluarkan, berapa nilai yang Anda dapatkan kembali?” Dalam konteks investasi, total manfaat dapat berupa bunga, reward, pengembalian biaya, dan hasil lain. Total biaya mencakup modal, biaya transaksi, potensi kerugian, dan biaya peluang seperti komitmen waktu. Dengan menggabungkan seluruh elemen ini dalam satu angka, benefit-cost ratio memudahkan perbandingan lintas strategi atau produk.
Benefit-cost ratio dan ROI (Return on Investment) sama-sama mengukur efisiensi investasi, tetapi menggunakan rumus berbeda. ROI adalah “laba bersih / biaya”—total biaya dikurangkan dari total manfaat, kemudian hasilnya dibagi biaya. Sementara benefit-cost ratio adalah “total manfaat / total biaya”, membandingkan keduanya secara langsung tanpa pengurangan.
Misalnya, jika Anda berinvestasi 100 unit dan menerima 120 unit kembali: ROI = (120−100)/100 = 0,2 (atau 20%); BCR = 120/100 = 1,2. Keduanya menunjukkan investasi tersebut layak. Namun, untuk kasus yang lebih kompleks seperti arus kas berganda, subsidi, atau pengembalian biaya, benefit-cost ratio lebih mudah digunakan dalam analisis discounted cash flow untuk membandingkan berbagai opsi secara konsisten.
Proses dasarnya sederhana: daftarkan semua manfaat dan biaya, perhatikan waktu terjadinya, lalu hitung rasionya.
Langkah 1: Daftarkan semua biaya. Ini bisa berupa modal awal, biaya transaksi platform atau blockchain (gas fee seperti biaya tol transaksi on-chain), slippage (selisih antara harga eksekusi dan harga yang diharapkan), pajak, dan biaya peluang (potensi keuntungan yang hilang dari strategi lain).
Langkah 2: Daftarkan semua manfaat. Ini meliputi bunga yang diperoleh, reward token, pengembalian biaya, airdrop, subsidi, dan lainnya. Jika manfaat diterima secara bertahap, catat jadwalnya.
Langkah 3: Tentukan jangka waktu dan tingkat diskonto. Tingkat diskonto bisa mencerminkan target minimal return atau premi risiko Anda, mengonversi nilai masa depan ke nilai hari ini.
Langkah 4: Diskontokan semua manfaat dan biaya masa depan ke nilai sekarang dan jumlahkan secara terpisah untuk mendapatkan total manfaat dan total biaya.
Langkah 5: Hitung benefit-cost ratio = total manfaat / total biaya dan bandingkan dengan 1. Jika hasilnya lebih dari 1, umumnya strategi tersebut layak—semakin tinggi, semakin menarik; jika di bawah 1, perlu kehati-hatian.
Contoh: Di Gate, Anda berlangganan produk tabungan 90 hari dengan setoran 1.000 USDT di 8% APY dan biaya langganan 0,2%. Tidak ada penarikan awal atau penarikan on-chain. Manfaat saat jatuh tempo ≈ 1.000 × 8% × 90/365 = 19,73 USDT; biaya = biaya langganan = 2 USDT. BCR ≈ 19,73/2 = 9,86. Jika Anda juga menarik on-chain dengan gas fee 5 USDT, total biaya menjadi 7 USDT; BCR ≈ 19,73/7 = 2,82. Angka ini hanya ilustrasi—selalu rujuk aturan produk dan biaya yang berlaku.
BCR digunakan secara luas untuk memilih dan membandingkan strategi—misalnya antara staking, market making, atau liquidity mining. Dengan mendata manfaat dan biaya tiap opsi dengan kriteria sama, Anda bisa langsung menemukan strategi paling efisien.
Dalam DeFi, strategi sering menggabungkan bunga dan reward token sebagai manfaat, sementara biaya meliputi gas fee, slippage, biaya manajemen, dan biaya peluang. Menyediakan likuiditas sebagai market maker juga menimbulkan risiko impermanent loss—saat perubahan harga aset menyebabkan hasil lebih rendah dibandingkan hanya menyimpan aset tersebut.
Pada perdagangan NFT, manfaatnya adalah selisih harga; biayanya meliputi gas fee minting atau resale dan royalti. Pada arbitrase, manfaatnya adalah selisih harga; biayanya termasuk biaya transaksi dan risiko eksekusi. Semua elemen ini jika dikompilasi dalam satu tabel, BCR membantu menentukan kelayakan strategi tersebut.
Jika manfaat dan biaya terjadi di waktu berbeda, semuanya harus didiskontokan ke satu tanggal agar perbandingan akurat. Diskonto berarti menerapkan tingkat diskonto—yaitu “diskon waktu” pada arus kas masa depan.
Pendekatan umum adalah memakai hasil tahunan stabil sebagai baseline tingkat diskonto dan menyesuaikan risiko sesuai kebutuhan. Misal, reward 100 unit yang diterima dalam 90 hari nilainya lebih kecil hari ini karena waktu tunggu dan risiko terkait.
Jika reward dibayar dalam token volatil, analisis skenario diperlukan: hitung BCR untuk skenario harga naik, turun, atau stabil agar tidak hanya mengandalkan APR nominal (annual percentage rate sederhana) dan mengabaikan risiko harga. APY (annual percentage yield) mempertimbangkan bunga majemuk dari reinvestasi—lebih akurat untuk strategi multi-periode.
Biaya tersembunyi bisa mendistorsi BCR jika terlewat—harus diidentifikasi secara proaktif:
Anda bisa menggunakan BCR dalam alur kerja pengambilan keputusan sederhana untuk menyaring produk atau strategi:
Langkah 1: Pada halaman tabungan Gate, tinjau APY produk, aturan mulai/jatuh tempo, biaya langganan, penalti penarikan awal, dan pengembalian biaya jika ada.
Langkah 2: Estimasikan biaya eksekusi. Untuk spot trading, cek tier biaya (maker/taker); untuk deposit/penarikan atau cross-chain transfer, perhatikan biaya jaringan dan potensi keterlambatan.
Langkah 3: Tentukan jadwal investasi dan penarikan secara spesifik agar sesuai dengan analisis diskonto dan arus kas.
Langkah 4: Lakukan dua perhitungan: pertama untuk “BCR nominal” (tanpa diskonto—untuk screening cepat), kedua untuk “BCR diskonto” (untuk penilaian realistis). Jumlahkan semua manfaat dan biaya yang sudah didiskontokan sebelum menghitung rasionya.
Langkah 5: Tetapkan ambang dan kontingensi—misalnya, hanya lanjut jika BCR di atas 1,2; eksekusi di atas 2; rebalance atau redeem di bawah batas preset. Untuk market making atau grid trading, pertimbangkan skenario slippage dan impermanent loss; tetapkan stop-loss dan batas atas.
Peringatan Risiko: Semua investasi mengandung risiko; hasil tidak dijamin; harga token dapat berfluktuasi; strategi bisa gagal. Selalu baca ketentuan produk dengan seksama dan siapkan dana cadangan.
Benefit-cost ratio merangkum hasil dan biaya yang kompleks menjadi angka yang intuitif untuk perbandingan lintas strategi dan pengambilan keputusan cepat. Dalam praktiknya:
Benefit-cost ratio menyoroti hubungan proporsional antara manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan, sedangkan ROI mengukur pertumbuhan persentase atas modal investasi. Sederhananya: BCR adalah “berapa yang Anda dapatkan ÷ berapa yang Anda keluarkan,” sedangkan ROI adalah “laba ÷ jumlah investasi × 100%.” Untuk evaluasi aset kripto, BCR menawarkan pendekatan yang lebih intuitif—terutama saat membandingkan efisiensi ekonomi berbagai opsi.
Pasar kripto sangat volatil dengan banyak biaya tersembunyi—seperti gas fee, slippage, dan biaya platform—sehingga hasil di permukaan bisa menyesatkan. Benefit-cost ratio membantu Anda menilai dengan cepat: Apakah investasi ini benar-benar menghasilkan keuntungan? Apakah hasilnya sepadan dengan biayanya? Misalnya, proyek DeFi mungkin menawarkan 100% APY, tetapi jika gas fee dan biaya platform mengambil 30%, BCR Anda turun drastis.
Gate menawarkan produk tabungan, pinjaman, mining, dan lainnya—semua bisa dievaluasi dengan BCR. Hitung dulu hasil tahunan; kurangi semua biaya terkait seperti biaya platform dan penarikan; lalu bagi manfaat bersih dengan total biaya untuk mendapatkan rasionya. Semakin tinggi BCR, semakin menarik produknya—membantu Anda cepat menemukan opsi investasi Gate paling kompetitif.
BCR di bawah 1 berarti biaya Anda melebihi hasil—artinya Anda merugi pada investasi tersebut. Contoh: jika Anda investasi $1.000 dan hanya dapat $800 kembali, BCR Anda adalah 0,8. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya tinjau ulang strategi atau cari peluang investasi yang lebih baik.
DeFi yield farming melibatkan banyak biaya tersembunyi: gas fee transaksi on-chain (bisa memakan 10–50% hasil), risiko kehilangan pokok akibat penurunan harga token, impermanent loss pada liquidity mining, slippage saat penarikan, biaya transfer cross-chain, dan lainnya. Untuk perhitungan BCR yang akurat, semua ini harus dihitung—kalau tidak, proyek yang mengiklankan yield 500% per tahun bisa saja realitanya hanya memberi 50%, atau bahkan menyebabkan kerugian.


