Dalam 24 jam terakhir, harga RIVER menjadi pusat perhatian para investor dengan mencatat kenaikan signifikan sebesar 11%, melampaui rata-rata kenaikan dari 4% hingga 6% yang dialami sebagian besar pasar mata uang kripto.
Kenaikan harga ini terjadi pada saat yang sensitif, ketika sentimen komunitas terhadap RIVER secara bertahap beralih ke zona netral. Hal ini mencerminkan ketidakpastian dan ketidakseimbangan di pasar.
Namun, meskipun mencatat tren kenaikan yang kuat, prospek jangka panjang RIVER belum sepenuhnya condong ke arah bullish, karena beberapa investor tetap berhati-hati dan memperkirakan kemungkinan koreksi penurunan di masa depan.
Motivasi utama di balik kenaikan harga terbaru adalah meningkatnya aliran modal ke pasar Kontrak Berjangka Permanen (Perpetual Futures). Para trader mulai meningkatkan alokasi modal ke kontrak RIVER, dengan harapan harga akan terus naik dalam waktu dekat.
Berdasarkan data dari CoinGlass, indeks open interest (OI) RIVER—yang mewakili total nilai kontrak berjangka permanen yang terbuka—bertambah 31 juta USD dalam sehari terakhir, mencapai 196 juta USD saat ini.
Sumber: CoinGlass Kenaikan sebesar 16% ini menunjukkan kepercayaan trader yang semakin tinggi terhadap arah pergerakan pasar, dengan sinyal yang jelas mengarah ke tren kenaikan. Pada Sabtu pagi, tingkat Funding Rate berbobot OI mencapai 0,0442%, menegaskan bahwa sebagian besar trader yang menggunakan leverage sedang mempertaruhkan posisi long.
Untuk memperjelas, Funding Rate berbobot OI adalah indikator yang mengukur distribusi modal dalam kontrak berjangka permanen. Ketika indikator ini positif, menunjukkan bahwa trader yang memegang posisi long membayar biaya pendanaan kepada posisi short, mencerminkan sentimen optimistis. Sebaliknya, jika indikator ini negatif, menunjukkan bahwa posisi short mendominasi, menandakan tren penurunan harga.
Meskipun aliran modal ke pasar mendorong harga naik, tidak semua investor merasa optimistis. Beberapa trader mulai meningkatkan posisi short, meningkatkan risiko koreksi harga ke bawah.
Data dari CoinGlass menunjukkan rasio long-to-short di bursa besar seperti Binance dan OKX cenderung menurun, karena volume short terus meningkat.
Rasio ini mengukur keseimbangan antara posisi long dan short. Ketika rasio di bawah 1, volume short mendominasi, sementara rasio di atas 1 menunjukkan aktivitas long yang lebih kuat. Saat ini, Binance mencatat rasio long-to-short sebesar 0,56, sementara OKX bahkan lebih rendah lagi, hanya 0,36.
Sumber: CoinGlass Kedua indikator ini jauh di bawah ambang netral 1, menunjukkan semakin besar kehadiran posisi short.
Selain itu, Binance saat ini memimpin volume perdagangan RIVER sekitar 431 juta USD, sementara OKX berada di posisi kedua dengan 387,62 juta USD. Kedua bursa ini menguasai sebagian besar aktivitas perdagangan RIVER, sekaligus mengendalikan sebagian besar Open Interest dari aset ini: Binance memegang 57,23 juta USD, dan OKX sebesar 23,83 juta USD. Konsentrasi modal yang besar ini dapat mempengaruhi volatilitas harga secara signifikan dalam jangka pendek.
Indikator Akumulasi/Distribusi (A/D) menunjukkan bahwa para investor mulai melakukan pembelian, bahkan saat pasar berada di zona yang sebelumnya dianggap sebagai zona penurunan.
Sejak 9 Maret, indikator ini menunjukkan pergeseran yang signifikan ke arah akumulasi. Dalam periode ini, indeks A/D meningkat dari -24,11 juta RIVER menjadi -22,58 juta RIVER, menunjukkan tekanan beli yang saat ini mengungguli tekanan jual.
Perkembangan ini memperkuat pandangan bahwa tren jangka pendek secara bertahap beralih ke arah positif. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan.
Sumber: TradingView Meskipun indikator A/D menunjukkan perbaikan, indikator ini masih berada di zona negatif, menandakan bahwa tekanan jual masih ada dan belum sepenuhnya hilang. Oleh karena itu, meskipun kekuatan beli mulai meningkat, struktur pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya keluar dari pengaruh tren penurunan sebelumnya.
RIVER sedang mengalami periode yang penuh gejolak namun juga penuh peluang. Lonjakan harga yang mengesankan baru-baru ini bisa menjadi sinyal awal dari tren positif, terutama ketika aliran modal masuk cukup besar dan tekanan beli mulai muncul. Namun, peningkatan posisi short dan rasio long-to-short yang rendah di bursa besar tetap menjadi faktor yang harus dipantau secara ketat, karena dapat menimbulkan risiko terhadap nilai RIVER dalam jangka pendek.