
Platform analisis opsi on-chain Greeks.live merilis laporan analisis pada 26 Maret, menunjukkan bahwa hari penyelesaian opsi terbesar kuartal Q1 akan tiba pada 27 Maret, dengan hampir 40% dari kontrak opsi yang ada akan jatuh tempo dan diselesaikan pada hari tersebut, menjadikannya peristiwa jatuh tempo harian terbesar tahun ini. Data transaksi besar di Deribit menunjukkan bahwa para pemain besar tetap memegang ekspektasi bullish yang jelas untuk pasar paruh kedua tahun ini.

(Sumber: Greeks.live)
Berdasarkan analisis Greeks.live, hari jatuh tempo besar di Q1 ini memiliki tiga indikator pasar inti yang patut diperhatikan secara cermat:
Pain point terbesar Bitcoin (75.000 USD): Saat ini dipatok di 75.000 USD, tetapi mengingat harga pasar Bitcoin saat ini, level ini tampaknya sulit dicapai dalam waktu dekat. Jika bullish ingin mendorong harga ke pain point terbesar sebelum jatuh tempo, mereka harus menghadapi hambatan yang cukup besar.
Rasio put/call (0,6): Bertahan di sekitar 0,6, relatif rendah, menunjukkan bahwa partisipasi pasar dalam opsi put cukup konservatif; namun, suasana hati secara keseluruhan tetap bearish, dan rasio rendah ini lebih mencerminkan akumulasi opsi call yang besar daripada kekuatan bullish yang nyata.
Skala jatuh tempo: Hampir 40% dari kontrak opsi yang ada akan jatuh tempo besok, membentuk tekanan penyelesaian harian terbesar di Q1.
Greeks.live dalam laporannya memberikan peringatan tegas terhadap volatilitas tersirat. Saat ini, mendekati hari jatuh tempo, volatilitas tersirat jangka depan (Front-End IV) tetap tinggi, dan premi opsi belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Namun, setelah penyelesaian massal besok selesai, efek “IV Crush” yang terbentuk dari banyak kontrak yang jatuh tempo bersamaan dapat menyebabkan volatilitas tersirat turun secara drastis.
Struktur ini sangat merugikan pembeli opsi jangka pendek: di satu sisi, volatilitas tersirat yang tinggi membuat biaya pembelian opsi menjadi mahal; di sisi lain, penurunan cepat nilai waktu (Theta decay) terus mengikis nilai buku posisi long. Sebaliknya, institusi dan market maker yang menjual opsi mendapatkan keuntungan struktural yang jelas—waktu yang berlalu dan IV yang tinggi secara bersama meningkatkan premi yang diperoleh dari penjualan opsi.
Data transaksi besar hari ini dari Deribit memberikan jendela pengamatan langsung terhadap arus dana institusi. Greeks.live menunjukkan bahwa data ini menunjukkan pola “perpanjangan”: institusi secara besar-besaran menutup posisi yang jatuh tempo besok, sekaligus aktif membangun opsi call out-of-the-money (OTM) dengan target jatuh tempo di Juni dan September.
Tindakan ini mengirimkan sinyal pasar yang jelas: meskipun tren Bitcoin jangka pendek tertekan oleh pain point terbesar di 75.000 USD dan suasana pasar yang cenderung bearish, dana cerdas memilih melewati fluktuasi jangka pendek dan mengarahkan taruhan mereka ke potensi kenaikan di paruh kedua tahun ini. Banyak posisi yang dialokasikan ke opsi call out-of-the-money di Juni dan September menunjukkan bahwa pemain besar memperkirakan Bitcoin memiliki peluang menembus level harga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Pain point terbesar adalah level harga di mana jumlah kontrak yang paling banyak akan mengalami kerugian saat jatuh tempo, biasanya memiliki pengaruh tertentu terhadap tren jangka pendek sebelum dan sesudah jatuh tempo. Saat ini, pain point terbesar di 75.000 USD jauh di atas harga pasar saat ini, yang berarti jika harga tetap di level ini sampai penyelesaian besok, kerugian yang dialami oleh pemegang opsi call secara keseluruhan akan cukup signifikan.
Volatilitas tersirat adalah faktor utama yang menentukan premi opsi. IV yang tinggi berarti biaya pembelian opsi tinggi; penurunan IV secara mendadak berarti premi opsi menyusut dengan cepat. Jika trader membeli opsi jangka pendek saat IV tinggi, meskipun prediksi arah Bitcoin benar, opsi tersebut tetap berisiko mengalami kerugian karena penurunan IV yang tajam menyebabkan pengurangan besar pada premi.
Institusi yang “pintar” memperpanjang posisi dari jatuh tempo besok ke opsi call out-of-the-money di Juni dan September menunjukkan bahwa mereka tetap yakin bahwa tren Bitcoin akan bullish di paruh kedua tahun ini. Pola ini merupakan indikator penting untuk mengamati sentimen pasar menengah dan menunjukkan bahwa mereka percaya setelah fluktuasi jangka pendek, Bitcoin masih memiliki potensi untuk menembus level lebih tinggi.