Partai Demokrat sedang meningkatkan keunggulannya menjelang pemilihan presiden AS tahun 2028, ketika pasar memperkirakan mencatat peluang kemenangan rekor 57%. Perubahan ini terjadi dalam konteks dukungan terhadap Partai Republik yang menurun, sebagian besar karena reaksi negatif publik terhadap kampanye militer AS di Iran.
Survei-survei terbaru menunjukkan tingkat persetujuan Presiden Donald Trump turun menjadi 36%, sementara mayoritas masyarakat menolak konflik tersebut dan khawatir tentang harga bahan bakar yang meningkat serta tekanan ekonomi.
Meskipun Partai Republik masih mempertahankan dukungan dari para pemilih inti, sentimen umum para pemilih menjadi lebih berhati-hati, sehingga melemahkan posisi partai tersebut. Faktor geopolitik dan ekonomi diduga sedang membentuk ekspektasi pemilu, membuat Partai Demokrat untuk sementara unggul pada tahun 2028.