Gate News melaporkan bahwa setelah saham terkait kripto mengalami penurunan sekitar 46% dari puncaknya pada Oktober 2025, analis Goldman Sachs James Yaro berpendapat bahwa sektor tersebut secara bertahap menunjukkan peluang struktural, dan mempertahankan peringkat “beli” untuk beberapa aset.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa penurunan saat ini mendekati rata-rata penarikan dalam siklus kripto sejarah, meskipun volatilitas harga baru-baru ini masih ada, tetapi telah muncul tanda-tanda stabilisasi, menunjukkan bahwa tekanan jual pasif sebelumnya sedang berkurang. Dalam konteks ini, Goldman Sachs memilih Robinhood Markets (HOOD), Figure Technologies (FIGR), dan COIN sebagai objek perhatian utama.
Dalam hal valuasi, aset-aset ini telah mendekati posisi terendah historis. Goldman Sachs menurunkan target harga HOOD dari 102 dolar menjadi 91 dolar, menurunkan COIN dari 270 dolar menjadi 235 dolar, sekaligus menaikkan target harga FIGR menjadi 42 dolar, yang menunjukkan potensi kenaikan sekitar 35%. Data menunjukkan, hingga akhir Maret 2026, HOOD dan COIN keduanya mengalami penarikan yang signifikan sepanjang tahun, dengan sentimen pasar masih cenderung hati-hati.
Dalam aspek fundamental, Robinhood baru-baru ini meluncurkan rencana buyback saham senilai 1,5 miliar dolar, yang menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap nilai jangka panjang perusahaan. Figure Technologies terus memperluas bisnis keuangan on-chain, dengan total telah memberikan lebih dari 16 miliar dolar dalam pinjaman ekuitas rumah, memperkuat kemampuannya dalam bidang keuangan blockchain.
Namun, Goldman Sachs juga mengingatkan bahwa volume perdagangan belum sepenuhnya pulih, dan mungkin akan turun lebih jauh dalam jangka pendek. Jika aktivitas transaksi terus melemah, diperkirakan pendapatan perusahaan terkait pada tahun 2026 akan turun sekitar 2%, dengan tekanan laba sekitar 4%. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa periode volume perdagangan rendah biasanya berlangsung selama beberapa bulan sebelum mengalami rebound yang signifikan.
Dalam fase saat ini yang dipengaruhi oleh lingkungan makro dan pasar, meskipun saham kripto berada dalam kisaran undervalued relatif, volatilitasnya masih cukup tinggi. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada pemulihan likuiditas pasar dan kinerja harga aset inti seperti Bitcoin.