Pesan BlockBeats, 31 Maret, seorang analis strategi UBS (UBS) mengatakan bahwa eskalasi konflik Iran dalam jangka panjang dan harga minyak yang terus tinggi mungkin berarti kenaikan harga emas akan segera berakhir.
Analis logam mulia dari bank investasi Swiss ini, Joni Teves, mengatakan dalam sebuah wawancara pada Jumat lalu bahwa para investor saat ini mungkin sedang menyaksikan fase akhir dari reli bull emas. «Kami memandang siklus harga emas pada dasarnya sejalan dengan siklus kebijakan The Fed, sehingga kami perkirakan kenaikan akan mulai mereda secara bertahap menjelang akhir tahun, dan dalam beberapa tahun ke depan harga emas akan bergerak dalam kisaran rendah,» ujarnya.
Teves mengatakan bahwa ekspektasi acuan tim UBS adalah bahwa setelah menjalani periode konsolidasi, seiring dana alokasi terus masuk, harga emas akan membukukan rekor tertinggi pada akhir tahun ini. «Namun perlu dicatat bahwa konflik di Timur Tengah yang berlanjut dapat menyebabkan perubahan besar pada prospek ekonomi makro dan ekspektasi kebijakan, sehingga pada gilirannya mengubah arah jangka panjang pergerakan harga emas.» (Jin 10)