Berita Gate, 1 April, pejabat Arab menyatakan bahwa setelah mengalami serangan dari Iran, Uni Emirat Arab (UEA) sedang bersiap membantu Amerika Serikat dan sekutunya membuka Selat Hormuz melalui cara-cara bersenjata. Langkah ini akan menjadikan UEA sebagai negara Teluk pertama yang ikut bertempur secara langsung. Para pejabat mengatakan bahwa UEA saat ini sedang melobi Dewan Keamanan PBB untuk mengesahkan sebuah resolusi yang memberikan otorisasi untuk tindakan militer semacam itu. Seorang pejabat UEA mengungkapkan bahwa para diplomatnya telah mendesak AS serta negara-negara besar militer di Eropa dan Asia untuk membentuk sebuah aliansi guna memaksa selat itu terbuka dengan kekuatan. Pejabat tersebut menambahkan bahwa rezim Iran menganggap dirinya sedang berjuang untuk bertahan hidup, dan rela mengorbankan ekonomi global dengan cara mengunci selat tersebut. Pejabat itu juga menyatakan bahwa UEA sedang secara aktif menilai peran militer apa yang dapat diembannya dalam menjaga keamanan selat, termasuk membantu membersihkan ranjau air dan menyediakan layanan dukungan lainnya. Selain itu, sebagian pejabat Arab menyebutkan bahwa negara Teluk tersebut juga mengusulkan agar AS menempati pulau-pulau terkait di dalam jalur air strategis itu, termasuk Pulau Abu Musa, yang telah dikuasai Iran selama setengah abad, tetapi diklaim oleh UEA memiliki kedaulatan.