Pesan BlockBeats, pada 4 April, menurut pengungkapan dari berbagai pihak, sebuah pesawat tempur militer AS F-15E Strike Eagle ditembak jatuh di wilayah udara Iran. Dua orang awak berhasil melakukan ejection dan selamat. Saat ini, salah satu dari mereka telah berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh pasukan khusus militer AS di dalam wilayah Iran, sementara yang lainnya masih dalam pencarian. Pihak Iran juga sedang melakukan pencarian serta mengimbau warga sipil setempat untuk membantu.
Sementara itu, pihak Iran menyatakan bahwa sebuah pesawat serang militer AS A-10 Thunderbolt II ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara di dekat Selat Hormuz. Pejabat AS mengonfirmasi pesawat itu jatuh, namun menyatakan bahwa sang pilot telah diselamatkan.
Menurut informasi dari Iran, sebuah pesawat tempur F-16 Fighting Falcon pernah mengirimkan sinyal darurat dan mendarat darurat di Arab Saudi, namun penyebab pastinya masih belum jelas.
Dalam operasi pencarian dan penyelamatan, sebuah helikopter UH-60 Black Hawk yang ikut dalam misi diduga mengalami serangan hingga rusak. Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa ketika helikopter itu terbang meninggalkan Iran dan masuk ke wilayah selatan Irak, bagian pesawatnya mengeluarkan asap hitam. Media-media Iran sebelumnya menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah mengenai helikopter tersebut.
Menanggapi insiden terkait, Trump menyatakan bahwa jatuhnya pesawat tempur militer AS tidak akan memengaruhi proses perundingan saat ini dengan Iran, dan menyebutnya, “ini adalah perang”. Saat ini, situasi di Timur Tengah terus memanas, dan perkembangan dinamika militer terkait masih berlangsung.