Belakangan ini saya menyadari sebuah pendekatan yang bagus: daripada membangun agen AI super yang serba bisa, lebih baik membiarkan beberapa agen AI menjalankan tugasnya masing-masing dan fokus pada bidang keahlian mereka, lalu mengoordinasikan operasinya dalam satu platform yang sama. Ide arsitektur agen terdistribusi ini memang lebih fleksibel. Setiap agen melakukan tugasnya dengan baik, dan melalui kolaborasi yang mekanistik menyelesaikan tugas yang kompleks, dibandingkan dengan solusi agen tunggal yang terpusat, keunggulannya cukup jelas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ruggedSoBadLMAO
· 2025-12-31 13:06
Baiklah, saya sudah lama melihat pola pikir ini. Pembagian tugas yang profesional benar-benar lebih dapat diandalkan daripada satu sistem yang seragam.
Lihat AsliBalas0
SellTheBounce
· 2025-12-31 06:49
Distributed terdengar bagus, tetapi pada akhirnya tetap akan ada seorang koordinator terpusat, esensinya tidak berubah, hanya mengganti nama saja.
Lihat AsliBalas0
LiquidatedAgain
· 2025-12-29 21:56
Ini lagi-lagi sistem proxy terdistribusi yang sama, terdengar seperti impian saya tentang leverage dulu—secara teori sempurna, dalam kenyataannya satu bagian yang gagal bisa membuat seluruh pasukan kalah.
Lihat AsliBalas0
MergeConflict
· 2025-12-28 19:55
Wah, ide ini memang keren, membangun dunia secara terdistribusi jauh lebih kuat daripada satu otak saja
Lihat AsliBalas0
4am_degen
· 2025-12-28 19:53
Gagasan ini sebenarnya adalah arsitektur layanan mikro yang diberi nama berbeda, tetapi memang ada sesuatu yang bisa digunakan pada AI. Saat AI monolitik akan runtuh, lebih banyak proxy masih bisa bertahan dan drag.
Lihat AsliBalas0
DeFiDoctor
· 2025-12-28 19:37
Hmm... Ide ini terlihat bagus, tapi saya harus bilang—permainan antara terobosan titik tunggal dan kolaborasi modular tergantung pada bagaimana implementasinya. Kalau tidak, akan menjadi arsitektur terdistribusi yang tidak efisien.
Belakangan ini saya menyadari sebuah pendekatan yang bagus: daripada membangun agen AI super yang serba bisa, lebih baik membiarkan beberapa agen AI menjalankan tugasnya masing-masing dan fokus pada bidang keahlian mereka, lalu mengoordinasikan operasinya dalam satu platform yang sama. Ide arsitektur agen terdistribusi ini memang lebih fleksibel. Setiap agen melakukan tugasnya dengan baik, dan melalui kolaborasi yang mekanistik menyelesaikan tugas yang kompleks, dibandingkan dengan solusi agen tunggal yang terpusat, keunggulannya cukup jelas.