Industri musik memasuki era kecerdasan buatan yang bertanggung jawab: bagaimana Universal Music Group melindungi pencipta

Nowy standard etyki AI dalam musik

Universal Music Group, salah satu konglomerat musik terbesar di dunia, mengumumkan inisiatif ambisius yang bertujuan untuk menerapkan “kecerdasan buatan yang bertanggung jawab" dalam proses penemuan dan penciptaan musik. Kerja sama ini melibatkan pengembangan alat AI yang akan mendukung artis alih-alih menggantikan mereka, sekaligus memastikan kompensasi yang adil bagi pemilik hak cipta.

Sir Lucian Grainge, CEO Universal Music Group, menekankan: „Komitmen kami terhadap artis dan karya mereka adalah fondasi dari semua inisiatif kami. Kami ingin membangun solusi teknologi yang memperkuat kreativitas manusia dan menghormati hak cipta di era transformasi digital".

Analisis audio mendalam sebagai kunci penemuan musik

Elemen utama dari strategi ini adalah model analitik canggih yang mampu menginterpretasikan aspek musik yang kompleks – dari struktur harmonis, instrumentasi hingga konteks emosional dan budaya dari karya. Teknologi ini mampu memproses komposisi berdurasi hingga 15 menit, menempatkannya dalam konteks sejarah dan artistik yang lebih luas.

Melalui analisis mendalam ini, musik dari artis seperti Billie Eilish dan Taylor Swift – yang diwakili oleh Universal Music Group – dapat ditemukan oleh pendengar dengan cara yang sama sekali baru. Kategori tradisional dan tag genre akan digantikan oleh pendekatan yang lebih intuitif, memungkinkan penggemar menemukan lagu yang sesuai dengan preferensi emosional mereka, bukan hanya berdasarkan klasifikasi genre konvensional.

Inkubator untuk pencipta: demokratisasi alat AI

Universal Music Group berencana meluncurkan inkubator khusus di mana artis, penulis lagu, dan produser dapat bersama-sama mengeksplorasi dan menguji solusi baru berbasis AI. Inisiatif ini bertujuan agar teknologi AI lebih mudah diakses oleh pencipta di semua tingkat, dari superstar hingga talenta yang sedang naik daun.

Model kolaborasi ini merupakan jawaban atas kekhawatiran banyak artis mengenai peran AI dalam industri musik. Alih-alih memaksakan teknologi dari atas ke bawah, Universal Music Group memilih pendekatan dialogis, di mana pencipta memiliki suara dalam membentuk alat yang akan digunakan.

Perlindungan hak artis sebagai pusat strategi

Elemen kunci dari inisiatif ini adalah penerapan mekanisme perlindungan hak cipta yang canggih dan penetapan atribusi yang tepat. Setiap karya yang dianalisis oleh sistem harus terkait dengan metadata lengkap dari penciptanya, memastikan artis dan produser mendapatkan kompensasi yang benar atas karya mereka.

Posisi Universal Music Group di pasar global

Didirikan pada tahun 1996 dan memiliki jaringan kantor internasional, Universal Music Group tetap menjadi perusahaan musik terbesar di dunia, mewakili bagian besar dari katalog lagu global. Penilaian perusahaan saat ini sekitar 40 miliar dolar AS, dan sahamnya berkisar di sekitar 25,35 dolar.

Kerja sama ini mengikuti eksperimen sebelumnya dengan mitra dari sektor teknologi, termasuk perusahaan yang bergerak di solusi AI dan teknologi generatif buatan. Setiap kemitraan ini bertujuan menstabilkan posisi Universal Music Group sebagai pemimpin dalam adaptasi AI ke realitas industri musik.

Perspektif industri: kecerdasan buatan sebagai alat, bukan pengganti

Tantangan utama bagi industri musik di era AI adalah pertanyaan tentang hak cipta, kompensasi artis, dan penghormatan terhadap kreativitas manusia. Melalui inisiatif ini, Universal Music Group menunjukkan bahwa pengembangan teknologi canggih dapat dilakukan tanpa mengorbankan hak dan nilai pencipta.

Strategi ini berbeda dari kekhawatiran artis mengenai penerapan massal AI generatif dalam penciptaan musik. Sebaliknya, Universal Music Group menawarkan visi di mana AI mendukung proses artistik – dari penemuan inspirasi hingga memperkaya pengalaman pendengar – sambil melindungi kepentingan pencipta di setiap tahap.

Industri ini mengamati dengan seksama apakah model kerja sama ini dapat menjadi standar bagi sektor kreatif lain yang menghadapi tantangan serupa terkait transformasi digital.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)