Tahun lalu, skala penipuan koin mencapai tingkat yang mengkhawatirkan pengaruhnya terhadap seluruh ekonomi. Statistik penipuan serupa penerimaan aset virtual yang dirilis oleh Divisi Penyelidikan Nasional Kepolisian menunjukkan bahwa dari 2136 miliar won pada 2024 menjadi 3,1282 miliar won pada 2025, meningkat sekitar 15 kali lipat. Angka ini secara jelas menunjukkan seberapa cepat penipuan investasi yang menggunakan aset virtual menyebar dalam satu tahun saja.
Peringatan Polisi, 4 Metode Penipuan Koin Tahun 2025
Polisi baru-baru ini secara aktif memperingatkan tentang pola penipuan koin yang terbagi menjadi empat kategori utama.
Pertama, metode yang menjanjikan keuntungan tinggi saat mengumumkan bahwa koin yang diterbitkan sendiri akan terdaftar di bursa utama. Penipuan ini memanfaatkan ‘masa depan yang tampaknya pasti’ dari pendaftaran untuk memicu psikologi investor.
Kedua, menjanjikan pembayaran bunga tinggi dalam bentuk koin jika menaruh koin. Menggunakan konsep bunga dari keuangan tradisional yang tampaknya akrab, tetapi sebenarnya sebagian besar dana tidak kembali.
Ketiga, menjalankan grup trading koin dan memaksa investasi dengan mengklaim mereka dapat mengendalikan harga pasar. Mereka berusaha mendapatkan kepercayaan investor dengan dalih ‘informasi internal’ dan ‘nasihat dari ahli’.
Keempat, menawarkan investasi dalam platform pertukaran aset virtual yang menjamin keuntungan tinggi. Tingkat pengembalian yang berlebihan dan tidak realistis menjadi daya tarik utama.
Hal yang Harus Dipastikan Sebelum Berinvestasi
Untuk mencegah kerugian akibat penipuan koin, setiap tawaran harus diawali dengan ‘keraguan’. Semakin tinggi janji keuntungan, harus terlebih dahulu diperiksa apakah janji tersebut memiliki dasar hukum dan apakah perusahaan pengelola telah mendapatkan izin resmi. Yang paling penting, luangkan waktu yang cukup dan lakukan peninjauan secara hati-hati sebelum membuat keputusan investasi sebagai langkah perlindungan paling pasti.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penipuan koin tahun 2025 melampaui 3 triliun won, meningkat 15 kali lipat dalam satu tahun
Tahun lalu, skala penipuan koin mencapai tingkat yang mengkhawatirkan pengaruhnya terhadap seluruh ekonomi. Statistik penipuan serupa penerimaan aset virtual yang dirilis oleh Divisi Penyelidikan Nasional Kepolisian menunjukkan bahwa dari 2136 miliar won pada 2024 menjadi 3,1282 miliar won pada 2025, meningkat sekitar 15 kali lipat. Angka ini secara jelas menunjukkan seberapa cepat penipuan investasi yang menggunakan aset virtual menyebar dalam satu tahun saja.
Peringatan Polisi, 4 Metode Penipuan Koin Tahun 2025
Polisi baru-baru ini secara aktif memperingatkan tentang pola penipuan koin yang terbagi menjadi empat kategori utama.
Pertama, metode yang menjanjikan keuntungan tinggi saat mengumumkan bahwa koin yang diterbitkan sendiri akan terdaftar di bursa utama. Penipuan ini memanfaatkan ‘masa depan yang tampaknya pasti’ dari pendaftaran untuk memicu psikologi investor.
Kedua, menjanjikan pembayaran bunga tinggi dalam bentuk koin jika menaruh koin. Menggunakan konsep bunga dari keuangan tradisional yang tampaknya akrab, tetapi sebenarnya sebagian besar dana tidak kembali.
Ketiga, menjalankan grup trading koin dan memaksa investasi dengan mengklaim mereka dapat mengendalikan harga pasar. Mereka berusaha mendapatkan kepercayaan investor dengan dalih ‘informasi internal’ dan ‘nasihat dari ahli’.
Keempat, menawarkan investasi dalam platform pertukaran aset virtual yang menjamin keuntungan tinggi. Tingkat pengembalian yang berlebihan dan tidak realistis menjadi daya tarik utama.
Hal yang Harus Dipastikan Sebelum Berinvestasi
Untuk mencegah kerugian akibat penipuan koin, setiap tawaran harus diawali dengan ‘keraguan’. Semakin tinggi janji keuntungan, harus terlebih dahulu diperiksa apakah janji tersebut memiliki dasar hukum dan apakah perusahaan pengelola telah mendapatkan izin resmi. Yang paling penting, luangkan waktu yang cukup dan lakukan peninjauan secara hati-hati sebelum membuat keputusan investasi sebagai langkah perlindungan paling pasti.