Menurut laporan terbaru dari The Wall Street Journal, Tether (USDT) memainkan peran kunci dalam kondisi perdagangan internasional Venezuela yang didorong oleh Presiden Maduro. Menurut laporan yang disampaikan oleh PANews, USDT secara luas digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi internasional perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA.
Tether, Berfungsi sebagai Saluran Utama Penghindaran Sanksi
Venezuela telah lama terkena dampak sanksi internasional, dan USDT memainkan peran penting dalam proses ini. Ketika PDVSA mengekspor minyak, USDT digunakan sebagai mata uang pembayaran, sehingga Tether secara efektif menjadi alat utama penghindaran sanksi. Pada saat yang sama, USDT juga berfungsi sebagai penopang ekonomi bagi rakyat Venezuela yang menghadapi penurunan nilai bolivar yang pesat.
Janji Kepatuhan Sanksi Tether dan Kerja Sama dengan OFAC
Dalam situasi ini, pihak Tether menyatakan sikap yang jelas. Juru bicara Tether menegaskan kembali bahwa perusahaan mematuhi secara ketat peraturan sanksi Amerika Serikat dan internasional. Mereka secara khusus bekerja sama secara erat dengan otoritas Amerika Serikat, termasuk Office of Foreign Assets Control (OFAC), dan segera membekukan dompet yang terkait dengan pelanggaran sanksi atau aktivitas ilegal. Tether juga menyatakan bahwa mereka secara rutin mendukung permintaan dari penegak hukum yang sah.
Laporan dari The Wall Street Journal ini menyoroti pengaruh Tether dalam sistem keuangan internasional sekaligus hubungan kerjasama mereka dengan otoritas regulasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Laporan Wall Street Journal: Pemanfaatan USDT di Venezuela dan Kepatuhan Tether terhadap Regulasi Sanksi
Menurut laporan terbaru dari The Wall Street Journal, Tether (USDT) memainkan peran kunci dalam kondisi perdagangan internasional Venezuela yang didorong oleh Presiden Maduro. Menurut laporan yang disampaikan oleh PANews, USDT secara luas digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi internasional perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA.
Tether, Berfungsi sebagai Saluran Utama Penghindaran Sanksi
Venezuela telah lama terkena dampak sanksi internasional, dan USDT memainkan peran penting dalam proses ini. Ketika PDVSA mengekspor minyak, USDT digunakan sebagai mata uang pembayaran, sehingga Tether secara efektif menjadi alat utama penghindaran sanksi. Pada saat yang sama, USDT juga berfungsi sebagai penopang ekonomi bagi rakyat Venezuela yang menghadapi penurunan nilai bolivar yang pesat.
Janji Kepatuhan Sanksi Tether dan Kerja Sama dengan OFAC
Dalam situasi ini, pihak Tether menyatakan sikap yang jelas. Juru bicara Tether menegaskan kembali bahwa perusahaan mematuhi secara ketat peraturan sanksi Amerika Serikat dan internasional. Mereka secara khusus bekerja sama secara erat dengan otoritas Amerika Serikat, termasuk Office of Foreign Assets Control (OFAC), dan segera membekukan dompet yang terkait dengan pelanggaran sanksi atau aktivitas ilegal. Tether juga menyatakan bahwa mereka secara rutin mendukung permintaan dari penegak hukum yang sah.
Laporan dari The Wall Street Journal ini menyoroti pengaruh Tether dalam sistem keuangan internasional sekaligus hubungan kerjasama mereka dengan otoritas regulasi.