Setiap November, acara ritel online terbesar di dunia berlangsung, namun banyak konsumen Barat tetap tidak akrab dengannya. Singles Day, yang dirayakan pada 11 November, telah berkembang dari tradisi ringan ala Tiongkok menjadi fenomena e-commerce besar yang menyaingi—dan dalam banyak metrik melampaui—acara belanja Barat yang paling dikenal orang. Ketika membandingkan penawaran Singles Day dengan hari belanja yang sudah mapan seperti Black Friday, angka-angka menunjukkan gambaran mencolok tentang bagaimana preferensi perdagangan digital berbeda di berbagai wilayah.
Meskipun baik Singles Day maupun Black Friday telah berkembang jauh melampaui format satu hari asli mereka menjadi promosi selama berminggu-minggu, skala penjualan menceritakan kisah menarik tentang tren ritel global. Pada tahun 2021, pengeluaran konsumen selama dua minggu pertama penawaran Singles Day di bulan November mencapai sekitar $132,6 miliar di dua platform dominan, Alibaba dan JD.com. Sebaliknya, Black Friday 2021 menghasilkan penjualan sebesar $8,9 miliar, dengan Cyber Monday menambah lagi $10,7 miliar. Sepanjang musim belanja akhir tahun 2021 (1 November hingga 31 Desember), pembelanja Barat menghabiskan total $204,5 miliar—yang berarti bahwa dua minggu pertama penawaran Singles Day saja mewakili sekitar 65% dari seluruh pendapatan musim belanja liburan Barat.
Dari Tradisi Mahasiswa Menjadi Fenomena E-Commerce: Bagaimana Penawaran Singles Day Menjadi Acara Global
Asal-usul Singles Day tidak ada hubungannya dengan ritel. Pada tahun 1990-an, sekelompok mahasiswa Tiongkok menciptakan hari libur informal untuk merayakan status lajang mereka dengan sedikit humor dan self-indulgence. Mereka memilih 11 November—yang secara numerik ditulis sebagai 11/11 atau 1-1-1-1—sebagai tanggal pilihan mereka. Pada hari ini, orang yang masih lajang akan memanjakan diri dengan barang-barang kecil mewah.
Kesempatan ritel ini tidak lama tidak diperhatikan. Pada tahun 2009, Alibaba, raksasa e-commerce Tiongkok, mengubah perayaan budaya ini menjadi acara belanja daring 24 jam. Platform ini menawarkan merchant eksklusif dan diskon di seluruh ekosistem pasarannya, di mana penjual pihak ketiga dapat menjangkau konsumen secara langsung. Konsep ini terbukti sangat sukses: tahun pertama, hanya 27 merek yang berpartisipasi dalam penawaran Singles Day.
Menyadari potensi pengembangan, Alibaba secara dramatis membayangkan ulang acara ini pada 2017, memperpanjang apa yang sebelumnya satu hari menjadi festival belanja global selama 11 hari yang disebut Alibaba Global Shopping Festival. Pada 2019, acara ini menjadi begitu melekat dalam budaya populer Tiongkok sehingga Alibaba meluncurkan perayaan Singles Day ke-10 dengan gala yang dibintangi selebriti di Shanghai. Pertumbuhan partisipasi merchant dalam acara ini sangat pesat: pada 2021, sebanyak 290.000 merek menawarkan penawaran Singles Day—lebih dari 10.000 kali lipat dari 27 peserta awal.
Berdasarkan Angka: Penjualan Singles Day Lebih Besar dari Acara Belanja Barat
Skala penawaran Singles Day menjadi sangat besar sehingga sulit untuk diabaikan. Menurut perkiraan industri, lebih dari 900 juta orang—mewakili sedikit lebih dari 11% dari seluruh populasi dunia—berpartisipasi dalam belanja selama dua minggu acara 2021. Sebagai perbandingan, sekitar 180 juta orang berbelanja selama akhir pekan Thanksgiving di Amerika Serikat, termasuk mereka yang memanfaatkan penawaran Black Friday dan Cyber Monday.
Alibaba dan JD.com, dua raksasa e-commerce Tiongkok, mendominasi segmen pasar ini. Alibaba saja memiliki basis pengguna yang menegaskan dominasi pasarnya: perusahaan melaporkan 925 juta pengguna aktif bulanan di platformnya. Amazon, yang sering disebut sebagai pemimpin e-commerce global, memiliki sekitar 300 juta akun pelanggan aktif—sekitar sepertiga dari basis pengguna mobile Alibaba.
Infrastruktur ritel Alibaba mencakup beberapa pasar berbeda di mana merek dapat menciptakan pengalaman toko yang disesuaikan untuk konsumen. Pasar utama, Tmall.com, menampung sekitar 25.000 merek internasional dari hampir 100 negara. Perusahaan ini juga telah menciptakan bagian belanja khusus, termasuk paviliun mewah yang didedikasikan untuk barang desainer, kini menyimpan produk dari rumah mode premium seperti Hermès International dan Chanel. Infrastruktur ini memungkinkan penjual berpartisipasi dalam penawaran Singles Day di seluruh ekosistem ritel yang sangat terorganisasi dan berlapis-lapis.
Merek Barat Masuk ke Pasar Singles Day
Selama bertahun-tahun, retailer Amerika dan Eropa sebagian besar mengabaikan peluang penawaran Singles Day, menganggapnya sebagai fenomena khas Tiongkok. Kalkulasi tersebut telah berubah secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Merek Barat arus utama—termasuk Nike, Sephora, ASOS, Brooklinen, Clinique, Dell, Lovehoney, dan Walmart—mulai meluncurkan penawaran Singles Day dan promosi eksklusif setiap November.
Perluasan ini mencerminkan pengakuan yang lebih luas di kalangan retailer internasional bahwa acara ini merupakan peluang komersial yang signifikan. Saat merek Barat menjadi lebih canggih dalam memanfaatkan pasar penawaran Singles Day, para pengamat memperkirakan partisipasi yang semakin meningkat dan integrasi yang lebih dalam dari acara belanja ini ke dalam kalender ritel global.
Menurut analis ritel, konsumen AS yang berbelanja secara strategis selama periode penawaran Singles Day dapat menemukan diskon berminggu-minggu sebelum Black Friday, sering dari merek internasional premium yang berusaha masuk ke pasar Amerika. Perluasan ini juga berarti bahwa retailer Amerika yang sudah mapan semakin menguji pasar dengan promosi 11 November, memaksa konsumen untuk memantau kalender ritel yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di Mana dan Bagaimana Menemukan Penawaran Singles Day sebagai Pembeli Barat
Bagi konsumen Amerika dan Eropa yang tertarik berpartisipasi dalam penawaran Singles Day, hambatan untuk masuk belum pernah semudah ini. Beberapa strategi dapat memaksimalkan pengalaman belanja Anda selama acara ini.
Pertama, periksa apakah retailer favorit Anda telah mengumumkan partisipasi dalam penawaran Singles Day. Merek-merek utama yang secara historis menawarkan promosi termasuk Nike, Sephora, Walmart, dan berbagai perusahaan direct-to-consumer. Banyak retailer kini mengumumkan penawaran Singles Day mereka sejak September dan Oktober, memberi waktu kepada konsumen untuk merencanakan pembelian.
Kedua, manfaatkan situs agregator kupon untuk meningkatkan penghematan Anda. Platform seperti CouponFollow.com sering bermitra dengan retailer untuk menawarkan insentif cashback ganda selama periode penawaran Singles Day, secara efektif mengurangi harga akhir pembelian di luar diskon yang diiklankan.
Ketiga, pantau media sosial dan buletin email merek mulai awal November. Seiring partisipasi dalam penawaran Singles Day yang semakin meluas, merek semakin mengumumkan kode eksklusif dan penawaran terbatas waktu melalui saluran langsung ke pelanggan daripada melalui platform ritel.
Terakhir, bandingkan penawaran Singles Day dengan acara belanja musiman alternatif yang berlangsung sepanjang November dan Desember. Meskipun penawaran Singles Day menawarkan variasi internasional dan harga awal musim, Black Friday (hari setelah Thanksgiving), Small Business Saturday (Sabtu setelah Thanksgiving), dan Cyber Monday (Senin setelah Thanksgiving) sering menampilkan kategori barang berbeda dan harga kompetitif. Pembeli yang cerdas akan memahami keunggulan masing-masing acara ritel ini selama musim liburan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kebangkitan Global Diskon Hari Jomblo: Bagaimana Acara Belanja China Dibandingkan dengan Acara Ritel Barat
Setiap November, acara ritel online terbesar di dunia berlangsung, namun banyak konsumen Barat tetap tidak akrab dengannya. Singles Day, yang dirayakan pada 11 November, telah berkembang dari tradisi ringan ala Tiongkok menjadi fenomena e-commerce besar yang menyaingi—dan dalam banyak metrik melampaui—acara belanja Barat yang paling dikenal orang. Ketika membandingkan penawaran Singles Day dengan hari belanja yang sudah mapan seperti Black Friday, angka-angka menunjukkan gambaran mencolok tentang bagaimana preferensi perdagangan digital berbeda di berbagai wilayah.
Meskipun baik Singles Day maupun Black Friday telah berkembang jauh melampaui format satu hari asli mereka menjadi promosi selama berminggu-minggu, skala penjualan menceritakan kisah menarik tentang tren ritel global. Pada tahun 2021, pengeluaran konsumen selama dua minggu pertama penawaran Singles Day di bulan November mencapai sekitar $132,6 miliar di dua platform dominan, Alibaba dan JD.com. Sebaliknya, Black Friday 2021 menghasilkan penjualan sebesar $8,9 miliar, dengan Cyber Monday menambah lagi $10,7 miliar. Sepanjang musim belanja akhir tahun 2021 (1 November hingga 31 Desember), pembelanja Barat menghabiskan total $204,5 miliar—yang berarti bahwa dua minggu pertama penawaran Singles Day saja mewakili sekitar 65% dari seluruh pendapatan musim belanja liburan Barat.
Dari Tradisi Mahasiswa Menjadi Fenomena E-Commerce: Bagaimana Penawaran Singles Day Menjadi Acara Global
Asal-usul Singles Day tidak ada hubungannya dengan ritel. Pada tahun 1990-an, sekelompok mahasiswa Tiongkok menciptakan hari libur informal untuk merayakan status lajang mereka dengan sedikit humor dan self-indulgence. Mereka memilih 11 November—yang secara numerik ditulis sebagai 11/11 atau 1-1-1-1—sebagai tanggal pilihan mereka. Pada hari ini, orang yang masih lajang akan memanjakan diri dengan barang-barang kecil mewah.
Kesempatan ritel ini tidak lama tidak diperhatikan. Pada tahun 2009, Alibaba, raksasa e-commerce Tiongkok, mengubah perayaan budaya ini menjadi acara belanja daring 24 jam. Platform ini menawarkan merchant eksklusif dan diskon di seluruh ekosistem pasarannya, di mana penjual pihak ketiga dapat menjangkau konsumen secara langsung. Konsep ini terbukti sangat sukses: tahun pertama, hanya 27 merek yang berpartisipasi dalam penawaran Singles Day.
Menyadari potensi pengembangan, Alibaba secara dramatis membayangkan ulang acara ini pada 2017, memperpanjang apa yang sebelumnya satu hari menjadi festival belanja global selama 11 hari yang disebut Alibaba Global Shopping Festival. Pada 2019, acara ini menjadi begitu melekat dalam budaya populer Tiongkok sehingga Alibaba meluncurkan perayaan Singles Day ke-10 dengan gala yang dibintangi selebriti di Shanghai. Pertumbuhan partisipasi merchant dalam acara ini sangat pesat: pada 2021, sebanyak 290.000 merek menawarkan penawaran Singles Day—lebih dari 10.000 kali lipat dari 27 peserta awal.
Berdasarkan Angka: Penjualan Singles Day Lebih Besar dari Acara Belanja Barat
Skala penawaran Singles Day menjadi sangat besar sehingga sulit untuk diabaikan. Menurut perkiraan industri, lebih dari 900 juta orang—mewakili sedikit lebih dari 11% dari seluruh populasi dunia—berpartisipasi dalam belanja selama dua minggu acara 2021. Sebagai perbandingan, sekitar 180 juta orang berbelanja selama akhir pekan Thanksgiving di Amerika Serikat, termasuk mereka yang memanfaatkan penawaran Black Friday dan Cyber Monday.
Alibaba dan JD.com, dua raksasa e-commerce Tiongkok, mendominasi segmen pasar ini. Alibaba saja memiliki basis pengguna yang menegaskan dominasi pasarnya: perusahaan melaporkan 925 juta pengguna aktif bulanan di platformnya. Amazon, yang sering disebut sebagai pemimpin e-commerce global, memiliki sekitar 300 juta akun pelanggan aktif—sekitar sepertiga dari basis pengguna mobile Alibaba.
Infrastruktur ritel Alibaba mencakup beberapa pasar berbeda di mana merek dapat menciptakan pengalaman toko yang disesuaikan untuk konsumen. Pasar utama, Tmall.com, menampung sekitar 25.000 merek internasional dari hampir 100 negara. Perusahaan ini juga telah menciptakan bagian belanja khusus, termasuk paviliun mewah yang didedikasikan untuk barang desainer, kini menyimpan produk dari rumah mode premium seperti Hermès International dan Chanel. Infrastruktur ini memungkinkan penjual berpartisipasi dalam penawaran Singles Day di seluruh ekosistem ritel yang sangat terorganisasi dan berlapis-lapis.
Merek Barat Masuk ke Pasar Singles Day
Selama bertahun-tahun, retailer Amerika dan Eropa sebagian besar mengabaikan peluang penawaran Singles Day, menganggapnya sebagai fenomena khas Tiongkok. Kalkulasi tersebut telah berubah secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Merek Barat arus utama—termasuk Nike, Sephora, ASOS, Brooklinen, Clinique, Dell, Lovehoney, dan Walmart—mulai meluncurkan penawaran Singles Day dan promosi eksklusif setiap November.
Perluasan ini mencerminkan pengakuan yang lebih luas di kalangan retailer internasional bahwa acara ini merupakan peluang komersial yang signifikan. Saat merek Barat menjadi lebih canggih dalam memanfaatkan pasar penawaran Singles Day, para pengamat memperkirakan partisipasi yang semakin meningkat dan integrasi yang lebih dalam dari acara belanja ini ke dalam kalender ritel global.
Menurut analis ritel, konsumen AS yang berbelanja secara strategis selama periode penawaran Singles Day dapat menemukan diskon berminggu-minggu sebelum Black Friday, sering dari merek internasional premium yang berusaha masuk ke pasar Amerika. Perluasan ini juga berarti bahwa retailer Amerika yang sudah mapan semakin menguji pasar dengan promosi 11 November, memaksa konsumen untuk memantau kalender ritel yang lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di Mana dan Bagaimana Menemukan Penawaran Singles Day sebagai Pembeli Barat
Bagi konsumen Amerika dan Eropa yang tertarik berpartisipasi dalam penawaran Singles Day, hambatan untuk masuk belum pernah semudah ini. Beberapa strategi dapat memaksimalkan pengalaman belanja Anda selama acara ini.
Pertama, periksa apakah retailer favorit Anda telah mengumumkan partisipasi dalam penawaran Singles Day. Merek-merek utama yang secara historis menawarkan promosi termasuk Nike, Sephora, Walmart, dan berbagai perusahaan direct-to-consumer. Banyak retailer kini mengumumkan penawaran Singles Day mereka sejak September dan Oktober, memberi waktu kepada konsumen untuk merencanakan pembelian.
Kedua, manfaatkan situs agregator kupon untuk meningkatkan penghematan Anda. Platform seperti CouponFollow.com sering bermitra dengan retailer untuk menawarkan insentif cashback ganda selama periode penawaran Singles Day, secara efektif mengurangi harga akhir pembelian di luar diskon yang diiklankan.
Ketiga, pantau media sosial dan buletin email merek mulai awal November. Seiring partisipasi dalam penawaran Singles Day yang semakin meluas, merek semakin mengumumkan kode eksklusif dan penawaran terbatas waktu melalui saluran langsung ke pelanggan daripada melalui platform ritel.
Terakhir, bandingkan penawaran Singles Day dengan acara belanja musiman alternatif yang berlangsung sepanjang November dan Desember. Meskipun penawaran Singles Day menawarkan variasi internasional dan harga awal musim, Black Friday (hari setelah Thanksgiving), Small Business Saturday (Sabtu setelah Thanksgiving), dan Cyber Monday (Senin setelah Thanksgiving) sering menampilkan kategori barang berbeda dan harga kompetitif. Pembeli yang cerdas akan memahami keunggulan masing-masing acara ritel ini selama musim liburan.