Semakin kuat kemampuan penjarahanmu, semakin banyak uang yang kamu miliki; semakin lemah kemampuan penjarahanmu, semakin sedikit uangmu. Bagaimana cara menjarah? Biasanya bukan berarti tindakan kekerasan nyata atau ilegal, melainkan kemampuan untuk memperoleh sumber daya, keuntungan, dan peluang dalam kompetisi pasar, yang lebih mendekati “kemampuan memperoleh nilai”. Dari sudut pandang pemikiran ekonomi, biasanya dapat dipahami sebagai tiga poin berikut: ① Pertukaran nilai, bukan sekadar kepemilikan. Ekonomi menekankan pada pertukaran sukarela. Orang yang benar-benar bisa “menjadi kaya” dalam jangka panjang bukanlah orang yang merebut barang orang lain, melainkan orang yang menciptakan nilai yang orang lain bersedia bayar. Semakin besar masalah yang kamu selesaikan dan semakin kuat kebutuhanmu, semakin banyak imbalan yang kamu peroleh. ② Kelangkaan menentukan keuntungan. Pendapatan yang tinggi atau rendah sering bergantung pada apakah sumber daya atau kemampuan yang kamu kuasai bersifat langka. Misalnya: keterampilan unik, keunggulan informasi, modal, saluran distribusi, jaringan relasi, dan lain-lain. Semakin langka, semakin kuat kemampuan negosiasi, dan semakin banyak keuntungan ekonomi yang bisa didapatkan. ③ Lihatlah insentif dan aturan dengan jelas, bukan hanya usaha di permukaan. Pemikiran ekonomi menekankan “mekanisme insentif”. Siapa yang memahami aturan, memanfaatkan aturan, dan mengikuti struktur insentif, dia akan lebih mudah memperoleh sumber daya. Misalnya: memilih industri yang pertumbuhannya lebih cepat, berada dalam model bisnis yang lebih efisien, seringkali lebih penting daripada sekadar berusaha lebih keras. Singkatnya, ketiga poin ini dapat dirangkum sebagai: Menciptakan nilai + Menguasai kelangkaan + Memahami aturan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Semakin kuat kemampuan penjarahanmu, semakin banyak uang yang kamu miliki; semakin lemah kemampuan penjarahanmu, semakin sedikit uangmu. Bagaimana cara menjarah? Biasanya bukan berarti tindakan kekerasan nyata atau ilegal, melainkan kemampuan untuk memperoleh sumber daya, keuntungan, dan peluang dalam kompetisi pasar, yang lebih mendekati “kemampuan memperoleh nilai”. Dari sudut pandang pemikiran ekonomi, biasanya dapat dipahami sebagai tiga poin berikut: ① Pertukaran nilai, bukan sekadar kepemilikan. Ekonomi menekankan pada pertukaran sukarela. Orang yang benar-benar bisa “menjadi kaya” dalam jangka panjang bukanlah orang yang merebut barang orang lain, melainkan orang yang menciptakan nilai yang orang lain bersedia bayar. Semakin besar masalah yang kamu selesaikan dan semakin kuat kebutuhanmu, semakin banyak imbalan yang kamu peroleh. ② Kelangkaan menentukan keuntungan. Pendapatan yang tinggi atau rendah sering bergantung pada apakah sumber daya atau kemampuan yang kamu kuasai bersifat langka. Misalnya: keterampilan unik, keunggulan informasi, modal, saluran distribusi, jaringan relasi, dan lain-lain. Semakin langka, semakin kuat kemampuan negosiasi, dan semakin banyak keuntungan ekonomi yang bisa didapatkan. ③ Lihatlah insentif dan aturan dengan jelas, bukan hanya usaha di permukaan. Pemikiran ekonomi menekankan “mekanisme insentif”. Siapa yang memahami aturan, memanfaatkan aturan, dan mengikuti struktur insentif, dia akan lebih mudah memperoleh sumber daya. Misalnya: memilih industri yang pertumbuhannya lebih cepat, berada dalam model bisnis yang lebih efisien, seringkali lebih penting daripada sekadar berusaha lebih keras. Singkatnya, ketiga poin ini dapat dirangkum sebagai: Menciptakan nilai + Menguasai kelangkaan + Memahami aturan.