Kasus saham geothermal belum pernah sekuat ini. Berkshire Hathaway milik Warren Buffett secara konsisten menempatkan diri di perusahaan yang fokus pada pengembangan tenaga panas bumi, menunjukkan kepercayaan terhadap potensi jangka panjang sektor ini. Pemimpin industri seperti Vik Rao, mantan CTO Halliburton, menekankan bahwa energi panas bumi telah beralih dari investasi niche menjadi usaha yang dapat diskalakan. Dengan perusahaan minyak besar merencanakan investasi bersejarah di sektor energi terbarukan ini, investor yang mencari paparan terhadap saham geothermal harus mempertimbangkan tiga peluang menarik.
Mengapa Energi Panas Bumi Semakin Mendapatkan Momentum
Tenaga panas bumi menonjol di antara energi terbarukan karena efisiensinya yang luar biasa. Berbeda dengan tenaga surya dan angin, sistem panas bumi mengalami kehilangan energi yang minimal—gesekan turbin tetap menjadi satu-satunya kendala signifikan. Saat ini mewakili sekitar 5% dari pembangkit energi terbarukan global, kapasitas panas bumi siap untuk berkembang secara dramatis. Para ahli industri menunjukkan bahwa 0,1% dari energi termal Bumi dapat memenuhi kebutuhan energi global selama dua juta tahun, menjadikan sektor ini secara fundamental belum dimanfaatkan secara maksimal.
Faktor skalabilitas ini menarik modal serius. Perusahaan minyak besar menginvestasikan dana terbesar mereka dalam panas bumi dalam tiga dekade terakhir, menandai perubahan mendasar dalam strategi energi. Konvergensi kemajuan teknologi dan ketersediaan modal menciptakan peluang unik bagi investor yang mempertimbangkan saham geothermal.
Ormat Technologies: Peluang Pertumbuhan Murni
Di antara saham geothermal yang didedikasikan, Ormat Technologies (NYSE: ORA) menawarkan dinamika pertumbuhan yang menarik. Perusahaan baru-baru ini mengakuisisi aset operasional utama termasuk fasilitas panas bumi Dixie Valley, salah satu pembangkit terbesar di Nevada, seharga 377 juta dolar. Ekspansi strategis ini menempatkan Ormat hampir menggandakan kapasitasnya.
Manajemen memproyeksikan tingkat pertumbuhan organik sebesar 27-29% per tahun hingga 2024, dengan target kapasitas panas bumi dan surya gabungan antara 1.182 dan 1.202 MW. Dengan cadangan kas sebesar 493 juta dolar dan EBITDA yang disesuaikan diperkirakan mencapai 400 juta dolar, Ormat mempertahankan fleksibilitas keuangan yang cukup besar untuk ekspansi di masa depan. Bagi investor yang mencari saham geothermal murni dengan rencana pertumbuhan agresif, nama ini patut diperhatikan.
Polaris Infrastructure: Investasi Berfokus pada Pendapatan
Polaris Infrastructure (OTCMKTS: RAMPF) menawarkan profil berbeda di antara saham geothermal—yang menekankan pada penciptaan kas dan dividen. Mengoperasikan kapasitas panas bumi sebesar 72 MW di Nikaragua serta fasilitas hidroelektrik di Peru, perusahaan menghasilkan sekitar 40 juta dolar dalam arus kas operasional tahunan. Dengan rasio harga terhadap laba (P/E) trailing sekitar 11x dan hasil dividen sebesar 3,9%, Polaris menarik bagi investor yang berorientasi pendapatan.
Perusahaan mengakhiri periode terakhir dengan kas sebesar 109,7 juta dolar, aktif mengejar diversifikasi portofolio melalui akuisisi strategis sambil menjual aset non-inti. Pendekatan disiplin ini menempatkan Polaris sebagai penghasil pendapatan yang stabil dalam ruang saham geothermal.
BP: Taruhan Raksasa Energi pada Geothermal
BP (NYSE: BP) mewakili sudut pandang perusahaan minyak besar terhadap saham geothermal. Bersama Chevron, BP menginvestasikan 40 juta dolar di Eavor Technologies, inovator geothermal Kanada yang menargetkan energi untuk 10 juta rumah pada tahun 2030. Investasi ini menandai komitmen perusahaan yang lebih luas—BP berencana meningkatkan investasi rendah karbon sepuluh kali lipat pada 2030, dengan target kapasitas energi terbarukan bersih sebesar 50 GW.
Sementara eksposur minyak tradisional memberikan dukungan jangka pendek, posisi strategis BP dalam teknologi geothermal yang sedang berkembang menawarkan opsi jangka panjang. Untuk paparan energi yang terdiversifikasi dalam saham geothermal, BP menggabungkan hasil dividen saat ini dengan potensi upside dari transformasi energi terbarukan.
Kesimpulan Investasi
Tiga pendekatan berbeda terhadap saham geothermal kini tersedia: pertumbuhan agresif (Ormat), pendapatan stabil (Polaris), dan transisi energi yang terdiversifikasi (BP). Masing-masing memenuhi profil investor yang berbeda dalam sektor energi terbarukan yang semakin menarik. Seiring aliran modal yang meningkat ke solusi geothermal dan teknologi yang semakin matang, saham geothermal ini layak dipertimbangkan untuk portofolio yang mengincar paparan energi bersih.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tiga Saham Geothermal yang Berposisi untuk Pertumbuhan Energi Terbarukan
Kasus saham geothermal belum pernah sekuat ini. Berkshire Hathaway milik Warren Buffett secara konsisten menempatkan diri di perusahaan yang fokus pada pengembangan tenaga panas bumi, menunjukkan kepercayaan terhadap potensi jangka panjang sektor ini. Pemimpin industri seperti Vik Rao, mantan CTO Halliburton, menekankan bahwa energi panas bumi telah beralih dari investasi niche menjadi usaha yang dapat diskalakan. Dengan perusahaan minyak besar merencanakan investasi bersejarah di sektor energi terbarukan ini, investor yang mencari paparan terhadap saham geothermal harus mempertimbangkan tiga peluang menarik.
Mengapa Energi Panas Bumi Semakin Mendapatkan Momentum
Tenaga panas bumi menonjol di antara energi terbarukan karena efisiensinya yang luar biasa. Berbeda dengan tenaga surya dan angin, sistem panas bumi mengalami kehilangan energi yang minimal—gesekan turbin tetap menjadi satu-satunya kendala signifikan. Saat ini mewakili sekitar 5% dari pembangkit energi terbarukan global, kapasitas panas bumi siap untuk berkembang secara dramatis. Para ahli industri menunjukkan bahwa 0,1% dari energi termal Bumi dapat memenuhi kebutuhan energi global selama dua juta tahun, menjadikan sektor ini secara fundamental belum dimanfaatkan secara maksimal.
Faktor skalabilitas ini menarik modal serius. Perusahaan minyak besar menginvestasikan dana terbesar mereka dalam panas bumi dalam tiga dekade terakhir, menandai perubahan mendasar dalam strategi energi. Konvergensi kemajuan teknologi dan ketersediaan modal menciptakan peluang unik bagi investor yang mempertimbangkan saham geothermal.
Ormat Technologies: Peluang Pertumbuhan Murni
Di antara saham geothermal yang didedikasikan, Ormat Technologies (NYSE: ORA) menawarkan dinamika pertumbuhan yang menarik. Perusahaan baru-baru ini mengakuisisi aset operasional utama termasuk fasilitas panas bumi Dixie Valley, salah satu pembangkit terbesar di Nevada, seharga 377 juta dolar. Ekspansi strategis ini menempatkan Ormat hampir menggandakan kapasitasnya.
Manajemen memproyeksikan tingkat pertumbuhan organik sebesar 27-29% per tahun hingga 2024, dengan target kapasitas panas bumi dan surya gabungan antara 1.182 dan 1.202 MW. Dengan cadangan kas sebesar 493 juta dolar dan EBITDA yang disesuaikan diperkirakan mencapai 400 juta dolar, Ormat mempertahankan fleksibilitas keuangan yang cukup besar untuk ekspansi di masa depan. Bagi investor yang mencari saham geothermal murni dengan rencana pertumbuhan agresif, nama ini patut diperhatikan.
Polaris Infrastructure: Investasi Berfokus pada Pendapatan
Polaris Infrastructure (OTCMKTS: RAMPF) menawarkan profil berbeda di antara saham geothermal—yang menekankan pada penciptaan kas dan dividen. Mengoperasikan kapasitas panas bumi sebesar 72 MW di Nikaragua serta fasilitas hidroelektrik di Peru, perusahaan menghasilkan sekitar 40 juta dolar dalam arus kas operasional tahunan. Dengan rasio harga terhadap laba (P/E) trailing sekitar 11x dan hasil dividen sebesar 3,9%, Polaris menarik bagi investor yang berorientasi pendapatan.
Perusahaan mengakhiri periode terakhir dengan kas sebesar 109,7 juta dolar, aktif mengejar diversifikasi portofolio melalui akuisisi strategis sambil menjual aset non-inti. Pendekatan disiplin ini menempatkan Polaris sebagai penghasil pendapatan yang stabil dalam ruang saham geothermal.
BP: Taruhan Raksasa Energi pada Geothermal
BP (NYSE: BP) mewakili sudut pandang perusahaan minyak besar terhadap saham geothermal. Bersama Chevron, BP menginvestasikan 40 juta dolar di Eavor Technologies, inovator geothermal Kanada yang menargetkan energi untuk 10 juta rumah pada tahun 2030. Investasi ini menandai komitmen perusahaan yang lebih luas—BP berencana meningkatkan investasi rendah karbon sepuluh kali lipat pada 2030, dengan target kapasitas energi terbarukan bersih sebesar 50 GW.
Sementara eksposur minyak tradisional memberikan dukungan jangka pendek, posisi strategis BP dalam teknologi geothermal yang sedang berkembang menawarkan opsi jangka panjang. Untuk paparan energi yang terdiversifikasi dalam saham geothermal, BP menggabungkan hasil dividen saat ini dengan potensi upside dari transformasi energi terbarukan.
Kesimpulan Investasi
Tiga pendekatan berbeda terhadap saham geothermal kini tersedia: pertumbuhan agresif (Ormat), pendapatan stabil (Polaris), dan transisi energi yang terdiversifikasi (BP). Masing-masing memenuhi profil investor yang berbeda dalam sektor energi terbarukan yang semakin menarik. Seiring aliran modal yang meningkat ke solusi geothermal dan teknologi yang semakin matang, saham geothermal ini layak dipertimbangkan untuk portofolio yang mengincar paparan energi bersih.