Saat Anda melakukan trading di platform mana pun, Anda menghadapi pilihan mendasar yang sebagian besar trader tidak pikirkan secara sadar: apakah Anda bersedia menunggu harga Anda tercapai, atau apakah Anda membutuhkan order Anda terpenuhi segera? Keputusan ini membagi dunia trading menjadi dua kubu—mereka yang menggunakan order maker dan mereka yang menggunakan order taker. Memahami perbedaan ini bukan hanya soal akademik; ini secara langsung mempengaruhi profitabilitas Anda.
Apa Perbedaan Sebenarnya Antara Order Maker dan Taker?
Perbedaan antara order maker dan taker bergantung pada bagaimana Anda berinteraksi dengan buku order. Ketika Anda menempatkan order taker, Anda mengatakan “Saya ingin ini terpenuhi segera dengan harga yang tersedia saat ini.” Order Anda cocok dengan order yang sudah ada di buku, menarik likuiditas dari pasar. Bayangkan seperti masuk ke toko dan membeli dengan harga yang tertera—langsung dan Anda mengambil apa yang tersedia.
Order maker adalah pendekatan sebaliknya. Anda menempatkan order pada harga tertentu dan menunggu orang lain mencocokkannya. Order Anda berada di buku order, secara aktif menambah likuiditas ke pasar. Alih-alih mengambil dari kolam, Anda berkontribusi padanya. Ini mungkin berarti menunggu sampai order Anda dieksekusi, tetapi Anda memberikan layanan kepada pasar.
Implikasi utamanya: order taker mengutamakan kecepatan, sementara order maker mengutamakan kendali atas harga eksekusi. Keduanya memiliki tempat dalam alat trader.
Mengapa Biaya Penting: Membandingkan Biaya Maker dan Taker
Di sinilah kenyataan bertemu dengan teori. Bursa memotivasi perilaku yang mereka inginkan. Karena order maker meningkatkan likuiditas pasar, mereka biasanya mendapatkan imbalan dengan biaya yang lebih rendah. Order taker, meskipun diperlukan untuk fungsi pasar, biayanya lebih tinggi karena Anda menerima eksekusi langsung—sebuah layanan yang memiliki nilai.
Perbedaan biaya ini bisa cukup besar. Di banyak platform yang menawarkan trading perpetual dan futures, biaya maker sekitar 0,02% sementara biaya taker sekitar 0,055% atau lebih. Ini mungkin terdengar kecil, tetapi jika dilakukan berulang kali, ini akan sangat berpengaruh.
Pertimbangkan skenario nyata dengan Kontrak Perpetual BTCUSDT:
Skenario
Order Maker
Order Taker
Ukuran Kontrak
2 BTC
2 BTC
Harga Masuk
60.000 USDT
60.000 USDT
Harga Keluar
61.000 USDT
61.000 USDT
Biaya Membuka
2 × 60.000 × 0,02% = 24 USDT
2 × 60.000 × 0,055% = 66 USDT
Biaya Menutup
2 × 61.000 × 0,02% = 24,4 USDT
2 × 61.000 × 0,055% = 67,1 USDT
P&L Kotor
2.000 USDT
2.000 USDT
P&L Bersih (setelah biaya)
1.951,6 USDT
1.866,9 USDT
Itu selisih sekitar 84,70 USDT dalam satu transaksi bolak-balik—dan ini akan bertambah seiring volume dan frekuensi trading. Trader yang hanya menggunakan order taker kehilangan hampir 4-5% dari keuntungan mereka hanya karena biaya. Dalam setahun trading aktif, ini bisa berarti ribuan dolar yang hilang.
Kapan Menggunakan Maker vs Taker: Panduan Praktis
Pilih order taker saat:
Anda membutuhkan eksekusi segera (misalnya saat breakout, keluar karena stop)
Kondisi pasar sangat volatil dan Anda tidak bisa menunggu
Anda baru di platform dan mengutamakan kepastian daripada biaya
Pilih order maker saat:
Anda melakukan scaling posisi dan bisa menunggu berjam-jam atau berhari-hari untuk harga Anda tercapai
Anda swing trading dengan kerangka waktu lebih panjang
Anda memiliki harga masuk/keluar tertentu dan bersabar
Anda melakukan volume trading tinggi sehingga penghematan biaya menjadi signifikan
Untuk menjalankan strategi order maker yang efektif:
Gunakan Limit Order melalui antarmuka penempatan order Anda
Aktifkan mode Post-Only (ini memastikan order Anda tidak secara tidak sengaja dieksekusi sebagai taker)
Tetapkan harga limit secara strategis—lebih baik dari harga terbaik saat ini
Untuk posisi long: tempatkan harga beli di bawah harga ask terbaik
Untuk posisi short: tempatkan harga jual di atas harga bid terbaik
Pantau order Anda; jika langsung dieksekusi meskipun mode Post-Only aktif, berarti pasar bergerak melawan Anda dan order akan dibatalkan
Jika Anda menggabungkan strategi—kadang menggunakan maker, kadang taker—hitung dampak biaya. Banyak trader terkejut mengetahui bahwa biaya tersembunyi mereka bisa melebihi keuntungan yang diharapkan.
Kesimpulan tentang Maker vs Taker
Tidak ada pilihan yang mutlak benar antara order maker dan taker. Semuanya tergantung gaya trading Anda dan seberapa besar Anda menghargai kecepatan versus biaya. Trader harian dan scalper sering menerima biaya taker yang lebih tinggi karena keunggulan mereka berasal dari prediksi akurat, bukan penghematan biaya. Trader posisi biasanya bisa menunggu, sehingga order maker menjadi pilihan alami.
Intinya: pahami biaya Anda sebelum trading. Trader sukses memasukkan biaya ke dalam strategi mereka sejak awal. Apakah Anda memilih order maker atau taker, lakukan secara sadar—bukan secara tidak sengaja. Uang yang Anda hemat dari biaya akan berakumulasi menjadi keuntungan, dan ini penting saat bersaing di pasar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pesanan Maker vs Taker: Strategi Perdagangan Mana yang Meminimalkan Biaya Anda?
Saat Anda melakukan trading di platform mana pun, Anda menghadapi pilihan mendasar yang sebagian besar trader tidak pikirkan secara sadar: apakah Anda bersedia menunggu harga Anda tercapai, atau apakah Anda membutuhkan order Anda terpenuhi segera? Keputusan ini membagi dunia trading menjadi dua kubu—mereka yang menggunakan order maker dan mereka yang menggunakan order taker. Memahami perbedaan ini bukan hanya soal akademik; ini secara langsung mempengaruhi profitabilitas Anda.
Apa Perbedaan Sebenarnya Antara Order Maker dan Taker?
Perbedaan antara order maker dan taker bergantung pada bagaimana Anda berinteraksi dengan buku order. Ketika Anda menempatkan order taker, Anda mengatakan “Saya ingin ini terpenuhi segera dengan harga yang tersedia saat ini.” Order Anda cocok dengan order yang sudah ada di buku, menarik likuiditas dari pasar. Bayangkan seperti masuk ke toko dan membeli dengan harga yang tertera—langsung dan Anda mengambil apa yang tersedia.
Order maker adalah pendekatan sebaliknya. Anda menempatkan order pada harga tertentu dan menunggu orang lain mencocokkannya. Order Anda berada di buku order, secara aktif menambah likuiditas ke pasar. Alih-alih mengambil dari kolam, Anda berkontribusi padanya. Ini mungkin berarti menunggu sampai order Anda dieksekusi, tetapi Anda memberikan layanan kepada pasar.
Implikasi utamanya: order taker mengutamakan kecepatan, sementara order maker mengutamakan kendali atas harga eksekusi. Keduanya memiliki tempat dalam alat trader.
Mengapa Biaya Penting: Membandingkan Biaya Maker dan Taker
Di sinilah kenyataan bertemu dengan teori. Bursa memotivasi perilaku yang mereka inginkan. Karena order maker meningkatkan likuiditas pasar, mereka biasanya mendapatkan imbalan dengan biaya yang lebih rendah. Order taker, meskipun diperlukan untuk fungsi pasar, biayanya lebih tinggi karena Anda menerima eksekusi langsung—sebuah layanan yang memiliki nilai.
Perbedaan biaya ini bisa cukup besar. Di banyak platform yang menawarkan trading perpetual dan futures, biaya maker sekitar 0,02% sementara biaya taker sekitar 0,055% atau lebih. Ini mungkin terdengar kecil, tetapi jika dilakukan berulang kali, ini akan sangat berpengaruh.
Pertimbangkan skenario nyata dengan Kontrak Perpetual BTCUSDT:
Itu selisih sekitar 84,70 USDT dalam satu transaksi bolak-balik—dan ini akan bertambah seiring volume dan frekuensi trading. Trader yang hanya menggunakan order taker kehilangan hampir 4-5% dari keuntungan mereka hanya karena biaya. Dalam setahun trading aktif, ini bisa berarti ribuan dolar yang hilang.
Kapan Menggunakan Maker vs Taker: Panduan Praktis
Pilih order taker saat:
Pilih order maker saat:
Untuk menjalankan strategi order maker yang efektif:
Jika Anda menggabungkan strategi—kadang menggunakan maker, kadang taker—hitung dampak biaya. Banyak trader terkejut mengetahui bahwa biaya tersembunyi mereka bisa melebihi keuntungan yang diharapkan.
Kesimpulan tentang Maker vs Taker
Tidak ada pilihan yang mutlak benar antara order maker dan taker. Semuanya tergantung gaya trading Anda dan seberapa besar Anda menghargai kecepatan versus biaya. Trader harian dan scalper sering menerima biaya taker yang lebih tinggi karena keunggulan mereka berasal dari prediksi akurat, bukan penghematan biaya. Trader posisi biasanya bisa menunggu, sehingga order maker menjadi pilihan alami.
Intinya: pahami biaya Anda sebelum trading. Trader sukses memasukkan biaya ke dalam strategi mereka sejak awal. Apakah Anda memilih order maker atau taker, lakukan secara sadar—bukan secara tidak sengaja. Uang yang Anda hemat dari biaya akan berakumulasi menjadi keuntungan, dan ini penting saat bersaing di pasar.