Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Krisis minyak keempat meletus, peluang kekayaan baru muncul!【Perbandingan Krisis Minyak Sebelumnya dan Pasar Saham🖼️】
Karena konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat, Selat Hormuz sudah berhenti beroperasi, 1/5 pasokan minyak dunia hilang
⚠️ Perhatian: Dua dari empat krisis minyak ini terkait dengan Iran
Mari kita lihat tiga krisis minyak sebelumnya:
1️⃣ Krisis “Perang Yom Kippur” tahun 1973 (Krisis pertama)
- Penyebab: Embargo OPEC
- Harga minyak: langsung naik 4 kali lipat
- Pasar saham: Indeks S&P 500 jatuh sekitar 45% dalam dua tahun
- Pelajaran: Ini yang paling parah, memicu “stagflasi” jangka panjang, pasar saham terus menurun
2️⃣ Krisis “Revolusi Iran” tahun 1979 (Krisis kedua)
- Penyebab: Penurunan produksi Iran + Perang Iran-Irak
- Harga minyak: naik lebih dari dua kali lipat
- Pasar saham: Volatilitas tajam di awal, S&P 500 mengalami penyesuaian selama beberapa bulan
- Pelajaran: Inflasi tinggi memaksa Federal Reserve menaikkan suku bunga secara agresif (momen Volcker), pasar saham baru pulih pada tahun 1982
3️⃣ Krisis “Perang Teluk” tahun 1990 (Krisis ketiga)
- Penyebab: Irak menyerang Kuwait
- Harga minyak: dalam waktu singkat naik dua kali lipat
- Pasar saham: Indeks S&P 500 turun sekitar 15% dalam 3 bulan
- Pelajaran: Ini adalah krisis “cepat kilat”. Dengan intervensi militer AS (Badai Gurun), harga minyak turun kembali, rebound pasar saham sangat cepat
💡 Ringkasan: situasi saat ini lebih mirip yang mana?
Sekarang Selat Hormuz benar-benar terkunci, kekurangan pasokan lebih parah dari ketiga krisis sebelumnya
- Jangka pendek: Sentimen safe haven tak tertandingi, emas dan minyak melonjak, pasar saham turun secara umum
- Jangka menengah: Kunci tergantung Federal Reserve. Jika inflasi kembali tidak terkendali, ekspektasi kenaikan suku bunga akan kembali, pasar saham akan seperti skenario tahun 1973
Kesimpulan:
Simpan uang tunai, jika terjadi situasi ekstrem saatnya membeli di harga rendah, semakin tajam penurunannya, semakin kuat rebound-nya😎