Opsi Bitcoin yang jatuh tempo memicu lonjakan volatilitas, level harga kunci menguji arah pasar

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pada akhir Desember tahun lalu, sebuah peristiwa jatuh tempo opsi dalam skala besar mengguncang pasar mata uang kripto. Saat itu, harga Bitcoin mengalami volatilitas yang tajam menjelang penyelesaian opsi, dengan harga melonjak dari sekitar 88.500 dolar AS dalam beberapa hari saja menjadi lebih dari 89.100 dolar AS. Meskipun kenaikan tersebut tampak moderat, efek dari penyelesaian opsi yang tersembunyi di baliknya secara mendalam mempengaruhi psikologi pasar serta strategi perdagangan secara keseluruhan. Kini memasuki kuartal pertama tahun 2026, efek volatilitas serupa dari opsi tetap menjadi perhatian penting bagi para investor.

Menjelang jatuh tempo opsi, harga Bitcoin menunjukkan kekuatan momentum yang kuat

Analis kripto terkenal Ardi melakukan analisis mendalam terhadap kondisi pasar saat itu. Ia menunjukkan bahwa proses Bitcoin menembus angka 89.100 dolar AS sebagian besar didorong oleh penutupan posisi short secara besar-besaran pada tahap pertama. Berdasarkan pengamatannya, saat para short mulai menutup posisi, munculnya sejumlah besar order stop-loss dan forced liquidation mendorong pasar ke dalam gelombang kenaikan yang cepat.

Namun, yang lebih penting adalah gelombang kenaikan kedua. Gelombang ini menunjukkan kekuatan pembeli yang sesungguhnya, dengan volume transaksi tinggi dari banyak pembeli yang masuk saat harga menembus area resistance lokal. Pada saat itu, volume perdagangan harian Bitcoin melonjak sebesar 36%, mencapai 30 miliar dolar AS, yang secara jelas mencerminkan perubahan sentimen pasar dari menunggu ke optimisme. Peningkatan volume ini biasanya menandakan bahwa tren mungkin memasuki fase baru.

Perbedaan esensial antara penutupan short dan pembelian nyata dalam dua gelombang kenaikan

Memahami secara terpisah kedua gelombang kenaikan ini sangat penting untuk menilai kekuatan pasar. Gelombang pertama, meskipun cepat, pada dasarnya adalah pembelian pasif—para short terpaksa menutup posisi untuk menghindari risiko. Pembelian semacam ini bersifat jangka pendek, dan setelah target harga tercapai, kekuatan beli akan menghilang.

Sebaliknya, gelombang kedua memiliki karakteristik agresif. Partisipasi aktif dari pembeli dengan volume tinggi menunjukkan munculnya konsensus bullish yang baru di pasar. Pembelian nyata ini cenderung lebih tahan lama dan mampu menopang tren harga yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, banyak analis berpendapat bahwa munculnya gelombang kenaikan kedua lebih patut diperhatikan.

Analisis teknikal: 94.000 dolar AS menjadi medan perang utama

Meskipun harga sempat melonjak dalam jangka pendek, Ardi mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap berhati-hati. Menurutnya, kenaikan saat ini belum dikonfirmasi sebagai pembalikan tren bullish yang permanen. Sinyal konfirmasi yang sebenarnya adalah Bitcoin kembali menembus angka 94.000 dolar AS. Hanya dengan menembus level kunci ini secara teknikal, pola pasar bullish dan bearish dapat berubah.

Sebelum itu, risiko koreksi jangka pendek tetap ada. Penilaian ini sangat penting bagi trader dalam menyusun strategi masuk pasar—memburu kenaikan secara buta bisa menyebabkan terjebak dalam koreksi jangka pendek yang merugikan.

Selain itu, analis Daan Crypto Trades juga menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini memasuki fase kompresi harga. Ia mengamati bahwa titik terendah secara bertahap meningkat, sementara moving average 4 jam mulai membentuk tekanan, yang biasanya menandakan potensi munculnya volatilitas besar secara satu arah. Berdasarkan analisisnya, kemungkinan akan terjadi fluktuasi besar sebesar 5-10% di masa mendatang.

Jatuh tempo opsi yang krusial, meningkatkan volatilitas ke level tertinggi

Memahami lonjakan volatilitas ini memerlukan kembali ke mekanisme inti dari penyelesaian opsi. Saat itu, sekitar 28 miliar dolar AS dalam bentuk opsi Bitcoin akan segera jatuh tempo. Peristiwa besar ini biasanya memicu para trader untuk melakukan penyesuaian posisi, menyebabkan likuiditas di level harga tertentu menjadi padat. Akibatnya, volatilitas dua arah—baik kenaikan maupun penurunan—dapat diperbesar.

Data dari Deribit menunjukkan bahwa volatilitas menjelang jatuh tempo opsi ini memang mencapai level tinggi relatif, membuktikan bahwa peristiwa penyelesaian opsi memiliki pengaruh mendalam terhadap volatilitas pasar. Ini menjadi pengingat bagi investor untuk tidak hanya memantau pergerakan harga, tetapi juga memperhatikan faktor struktural seperti tanggal jatuh tempo opsi.

Perkiraan tren Januari akan menentukan tren utama berikutnya

Melihat ke depan, Daan Crypto Trades menegaskan bahwa bulan Januari akan menjadi periode kunci dalam menentukan tren utama Bitcoin di masa mendatang. Analisis teknikalnya menunjukkan:

Jika Bitcoin mampu mempertahankan penembusan di atas 94.000 dolar AS, pasar berpotensi melanjutkan penguatan menuju 100.000 dolar AS bahkan lebih tinggi. Pendapat ini sejalan dengan pandangan Ardi, di mana angka 94.000 dolar AS menjadi medan pertempuran utama antara bullish dan bearish.

Sebaliknya, jika harga turun menembus level support penting di 80.000 dolar AS, prospek pasar akan menjadi lebih pesimis. Dalam kondisi ini, para investor harus bersiap menghadapi koreksi yang lebih dalam.

Kondisi pasar saat ini: meninjau kembali potensi kenaikan

Hingga pertengahan Maret 2026, harga Bitcoin telah turun ke angka 69.170 dolar AS, dengan penurunan sekitar 1,91% dalam 24 jam. Kapitalisasi pasar berada di sekitar 1,38 triliun dolar AS, dan volume perdagangan harian sekitar 977 miliar dolar AS. Dibandingkan dengan puncak di akhir tahun lalu di angka 89.100 dolar AS, pasar telah mengalami penyesuaian yang signifikan.

Penurunan harga ini justru membuka peluang baru bagi para investor untuk berpikir ulang. Mengulas kembali volatilitas sebelum dan sesudah jatuh tempo opsi tahun lalu, serta perjalanan pasar setelahnya, menunjukkan bahwa pasar tidak terus-menerus menembus level tinggi seperti yang diperkirakan analis. Sebaliknya, setelah mengalami masa rendah selama beberapa bulan, pasar kini mulai menyiapkan kekuatan untuk gelombang berikutnya.

Peran besar volatilitas opsi sebagai peringatan bagi pelaku pasar

Pengaruh mendalam dari peristiwa jatuh tempo opsi tidak hanya terlihat dari fluktuasi harga jangka pendek, tetapi juga dari perubahan struktur likuiditas pasar. Ketika ratusan miliar dolar dalam bentuk opsi jatuh tempo secara bersamaan, tindakan kolektif para trader sering kali meningkatkan volatilitas secara signifikan, menyebabkan pergerakan harga yang ekstrem dalam waktu singkat.

Dalam menghadapi situasi serupa, para investor disarankan untuk: pertama, memperhatikan tanggal jatuh tempo opsi; kedua, membedakan kekuatan kenaikan yang nyata dan palsu—memahami perbedaan antara penutupan posisi pasif dan pembelian aktif; dan terakhir, menyiapkan rencana di level teknikal kunci seperti 94.000 dolar AS, bukan sekadar memburu kenaikan secara buta.

Untuk tren pasar selanjutnya, kunci utama tetap pada apakah Bitcoin mampu menembus level resistance utama dan apakah pembeli nyata akan terus masuk ke pasar. Volatilitas opsi hanyalah gambaran permukaan pasar; perubahan kebutuhan dan permintaan di baliknya adalah kekuatan utama yang menentukan tren jangka panjang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan