Belakangan ini saya merenungkan bagaimana satu orang bisa membangun sebuah kerajaan di dunia mode dan kemewahan. Бернар Арно bukan sekadar pengusaha, melainkan arsitek dari industri luxury modern. Kekayaannya diperkirakan sekitar 180 miliar dolar, dan ini bukan sekadar angka dalam daftar orang terkaya di planet ini.



Sejujurnya, ketika melihat logo Louis Vuitton, Dior, dan Kenzo di jalan, jarang ada yang memikirkan bahwa semuanya ini adalah bagian dari satu ekosistem besar bernama LVMH. Marc Jacobs, Loewe, dan puluhan merek lainnya—semuanya menari di bawah satu tongkat konduktor. Dan tongkat konduktor itu ada di tangan Арно.

Yang membuat saya takjub dari pendekatannya adalah pemahaman bahwa kemewahan sejati harus tidak terjangkau. Dia tidak mengejar produksi massal. Sebaliknya, koleksi yang terbatas, rilis yang tertutup, kelangkaan barang—itulah yang menciptakan sensasi dan keinginan. Ini bukan sekadar membuat barang; ini adalah menciptakan mitos di sekelilingnya.

Бернар Арно berhasil mengubah mode menjadi alat kekuasaan. Kekayaannya bukan hasil dari satu transaksi yang kebetulan menguntungkan, melainkan dari pemahaman sistematis bahwa orang bersedia membayar untuk eksklusivitas dan status. LVMH di bawah kepemimpinannya menjadi bukan sekadar sebuah perusahaan, melainkan simbol dari sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh sebagian besar orang. Dan mungkin ini adalah strategi paling sukses dalam sejarah bisnis luxury.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan