Pemerintahan Trump mengumumkan tambahan tarif sebesar 50% atas sebagian besar produk Kanada pada tanggal 20 (waktu setempat), dengan mengutip perlakuan diskriminatif Kanada terhadap barang-barang AS sebagai alasan. Seorang pejabat pemerintahan AS mengatakan bahwa Kanada harus dimintai pertanggungjawaban sebagai salah satu dari sedikit negara, tidak termasuk China, yang melakukan retaliasi terhadap kebijakan tarif “President Trump's tariffs”. Langkah ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam kebijakan perdagangan AS, seperti yang diuraikan Menteri Keuangan Scott Bessent dalam esai opini Wall Street Journal bahwa sekutu kini menghadapi “kewajiban yang tidak dapat dinegosiasikan” di bawah kerangka kerja America First pemerintahan tersebut. Penyesuaian kebijakan ini menandai perubahan dari tatanan perdagangan pasca-Perang Dunia II, ketika AS membuka pasarnya untuk mendukung ekonomi sekutu.
AS Menerapkan Tarif Tambahan 50% untuk Produk Kanada Mulai Berlaku pada Tanggal 20
Amerika Serikat mengumumkan pada tanggal 20 (waktu setempat) bahwa pihaknya akan menerapkan tarif tambahan sebesar 50% atas sebagian besar produk Kanada. Pemerintahan tersebut membenarkan langkah itu sebagai retaliasi atas perlakuan diskriminatif Kanada terhadap produk-produk AS. Seorang pejabat pemerintahan AS menekankan bahwa Kanada adalah salah satu dari sedikit negara, selain China, yang telah melakukan retaliasi terhadap kebijakan tarif Presiden Trump dan karena itu harus menanggung konsekuensinya.
Bessent Menyatakan Kewajiban yang Tidak Dapat Dinegosiasikan bagi Sekutu AS dalam Esai Op-Ed di WSJ
Esai opini terbaru Menteri Keuangan Scott Bessent di Wall Street Journal memperjelas sikap pemerintahan terkait hubungan perdagangan dengan sekutu. Bessent menulis bahwa kebijakan perdagangan AS melampaui sekadar proteksionisme dan merupakan penilaian ulang atas “tatanan perdagangan yang murah hati” yang diberikan AS kepada sekutu setelah Perang Dunia II dengan membuka pasar domestiknya. Ia menyatakan bahwa kini sekutu memiliki “kewajiban yang tidak dapat dinegosiasikan” demi kepentingan AS. Esai opini itu menandakan bahwa AS akan menuntut kontribusi terhadap kapasitas produksi domestik dan menerapkan prinsip timbal balik yang ketat kepada negara-negara sekutu.
AS Menekan Korea Selatan, Taiwan, dan UE untuk Belanja Manufaktur dan Pertahanan
Pemerintahan Trump menerapkan tekanan di berbagai lini sekutu. AS menuntut agar Uni Eropa meningkatkan kontribusi belanja pertahanan untuk NATO, dengan menuduh negara-negara anggota melakukan free-riding keamanan. Pemerintahan ini juga secara kuat mendesak perusahaan-perusahaan semikonduktor besar dan manufaktur lanjutan di Korea Selatan dan Taiwan untuk membangun fasilitas produksi di dalam Amerika Serikat. Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa ekonomi yang bergantung pada ekspor akan menghadapi “tagihan ekonomi” yang signifikan, termasuk tuntutan untuk mengurangi surplus perdagangan dengan AS dan berpartisipasi dalam pemutusan rantai pasokan dari China. Pemerintahan ini memanfaatkan hegemoni dolar dan kepemimpinan teknologi untuk membentuk ulang tatanan ekonomi global selaras dengan kepentingan strategis AS. Pesan Bessent mengisyaratkan bahwa sekutu yang tidak bersedia mengakomodasi tuntutan AS seharusnya tidak mengharapkan manfaat yang sebelumnya mereka nikmati.
FAQ
Tarif apa yang diumumkan AS atas Kanada pada tanggal 20?
AS mengumumkan tarif tambahan sebesar 50% atas sebagian besar produk Kanada pada tanggal 20 (waktu setempat), dengan menyebut alasan perlakuan diskriminatif Kanada terhadap barang-barang AS sebagai dasar retaliasi.
Apa yang disampaikan Menteri Keuangan Bessent dalam esai opini Wall Street Journal-nya?
Bessent menulis bahwa sekutu AS kini memiliki “kewajiban yang tidak dapat dinegosiasikan” demi kepentingan AS, yang menandakan penilaian ulang terhadap tatanan perdagangan pasca-Perang Dunia II ketika AS membuka pasarnya untuk mendukung ekonomi sekutu.