FTSE 100 Menguat Didukung oleh Kekuatan Saham Bank dan Rally Sumber Daya

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Pasar saham Inggris menutup tahun 2025 dengan kenaikan yang solid, karena saham bank dan pertambangan muncul sebagai pendorong utama momentum kenaikan FTSE 100. Indeks acuan naik 43 poin untuk menyelesaikan sesi perdagangan penuh terakhir tahun ini sekitar 9.909,53, meningkat 0,44% dari penutupan sebelumnya.

Sektor Pertambangan Memimpin Rally

Sektor sumber daya terbukti menjadi yang paling menonjol, dengan saham terkait komoditas memanfaatkan minat pasar yang lebih luas terhadap aset siklikal. Fresnillo menjadi yang paling banyak naik dengan lonjakan 5,2%, sementara Anglo American Plc, Antofagasta, dan Glencore naik masing-masing 2,6%, 2,4%, dan 2,1%. Saham pertambangan sekunder, termasuk Endeavour Mining dan Rio Tinto, turut menyumbang momentum positif sektor ini dengan kenaikan masing-masing 1,7% dan 1,2%.

Saham Bank Menggerakkan Kinerja Sektor Keuangan

Sektor perbankan memberikan dukungan besar bagi pasar secara keseluruhan, dengan institusi keuangan utama mencatatkan kenaikan di seluruh papan. Saham bank termasuk Barclays, Standard Chartered, HSBC Bank, Lloyds Banking Group, dan Natwest Group semuanya mencatat kenaikan antara 1,0% hingga 1,3%. Kekuatan yang terkoordinasi di antara pemberi pinjaman ini menegaskan kepercayaan investor terhadap segmen jasa keuangan saat tahun berakhir.

Aset Pertahanan dan Kesehatan Menemukan Momentum

Nama-nama terkait pertahanan dan kesehatan menarik perhatian di tengah kekhawatiran geopolitik yang terus berlanjut. Beberapa saham industri dan infrastruktur, termasuk Babcock International dan Melrose Industries, mencatat kenaikan moderat. Sentimen pasar secara umum tetap konstruktif, meskipun kinerja bersifat selektif di berbagai sektor.

Sinyal Campuran di Nama Sekunder

Meskipun saham bank dan pertambangan mendominasi, tidak semua segmen pasar berpartisipasi secara merata. DCC turun 1,7%, sementara kerugian lainnya termasuk Experian, Convatec Group, Relx, Easyjet, IAG, dan Intertek Group, yang mengalami penurunan antara 0,5% hingga 1,1%. Divergensi ini menunjukkan bahwa investor tetap selektif dalam posisi mereka menjelang penutupan liburan awal hari Rabu dan penutupan pasar pada hari Kamis untuk Tahun Baru.

Kinerja saham bank dan rally saham secara umum menyoroti ketahanan pasar Inggris saat investor bersiap menyambut transisi ke tahun 2026.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan