Futures
Access hundreds of perpetual contracts
TradFi
Gold
One platform for global traditional assets
Options
Hot
Trade European-style vanilla options
Unified Account
Maximize your capital efficiency
Demo Trading
Futures Kickoff
Get prepared for your futures trading
Futures Events
Join events to earn rewards
Demo Trading
Use virtual funds to experience risk-free trading
Launch
CandyDrop
Collect candies to earn airdrops
Launchpool
Quick staking, earn potential new tokens
HODLer Airdrop
Hold GT and get massive airdrops for free
Launchpad
Be early to the next big token project
Alpha Points
Trade on-chain assets and earn airdrops
Futures Points
Earn futures points and claim airdrop rewards
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran dengan menyatakan bahwa negara tersebut akan “dihapus dari muka bumi” jika Teheran berhasil membunuh dirinya.
Dalam eskalasi retorika yang semakin tajam, AS dan Iran sama-sama mengisyaratkan ancaman perang berskala besar apabila terjadi serangan terhadap pemimpin masing-masing negara.
Trump menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan News Nation yang ditayangkan pada Selasa, saat menanggapi pertanyaan mengenai potensi ancaman terhadap keselamatan dirinya.
“Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Jika sesuatu terjadi (pada saya), mereka akan dihapus dari muka bumi,” ujar Trump, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 21 Januari 2026.
Sebelumnya di hari yang sama, menanggapi kemungkinan ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jenderal Iran Abolfazl Shekarchi mengatakan Trump telah memahami bahwa Teheran tidak akan menahan diri jika situasinya berbalik.
“Trump tahu bahwa jika ada tangan agresi yang diarahkan kepada pemimpin kami, kami tidak hanya akan memotong tangan itu, dan ini bukan sekadar slogan,” kata Shekarchi kepada media pemerintah Iran.
Ia menambahkan, Iran akan merespons dengan kekuatan penuh dan tidak meninggalkan “tempat aman” bagi pihak yang menyerang.
Trump sebelumnya juga mengeluarkan peringatan serupa terhadap Iran setahun lalu, tak lama setelah kembali ke Gedung Putih. Saat itu, ia mengatakan kepada wartawan bahwa “jika mereka melakukannya, mereka akan dilenyapkan”, merujuk pada dugaan rencana Iran untuk menargetkan dirinya.
Ketegangan ini muncul di tengah situasi domestik Iran yang masih dilanda gejolak. Sejak Desember lalu, Iran diguncang gelombang protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa dekade, dipicu oleh krisis ekonomi dan anjloknya nilai mata uang nasional.
Kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia melaporkan ribuan korban tewas dalam penindakan aparat keamanan. Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat lebih dari 4.000 kematian yang telah diverifikasi, sementara organisasi Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia menyebut jumlah korban kemungkinan jauh lebih besar, meskipun sulit dipastikan akibat pembatasan komunikasi.
Sejumlah tokoh diaspora Iran di luar negeri, termasuk peraih Nobel Perdamaian Shirin Ebadi, menyerukan tekanan internasional terhadap pemerintahan Teheran. Ebadi mendorong langkah internasional yang lebih tegas terhadap pemimpin tertinggi Iran dan jajaran komandan Garda Revolusi Iran.