Menurut Anthropic, sistem AI Claude milik perusahaan menemukan kelemahan dalam algoritma kriptografi saat ini, termasuk serangan yang ditingkatkan terhadap HAWK, kandidat enkripsi pasca-kuantum, serta versi yang dipangkas dari AES, salah satu standar enkripsi yang paling banyak digunakan di dunia.
Anthropic menekankan bahwa temuan tersebut saat ini tidak mengancam sistem produksi atau metode enkripsi yang banyak digunakan. Temuan ini menunjukkan bagaimana AI memperluas perannya dalam penelitian kriptografi, membantu para ahli menguji pertahanan yang lebih kuat dan mengidentifikasi kerentanan sebelum menjadi risiko keamanan di dunia nyata.