Menurut laporan Global Memory Tech terbaru Bank of America yang dirilis pekan ini, penurunan baru-baru ini pada saham memori tidak menandakan pembalikan siklus. Bank tersebut menanggapi kekhawatiran pasar mengenai kapasitas penjualan Meta, masuknya Changxin DRAM asal Tiongkok ke rantai pasok Apple, serta rencana ekspansi semikonduktor Korea Selatan, dengan berargumen bahwa risiko-risiko ini dibesar-besarkan. Data inti menunjukkan harga kontrak DRAM dan NAND tetap tinggi, dengan DDR5 16Gb di sekitar $47 dan modul server DDR5 64GB di $1.400—keduanya berada pada rekor tertinggi sepanjang masa. Samsung Electronics melaporkan laba operasi Q2 sebesar 89,4 triliun won, naik 1.810% year-over-year, didorong oleh peningkatan bisnis memori.
Ekspor semikonduktor Korea Selatan melonjak 21% bulan-ke-bulan dan 199% tahun-ke-tahun bulan lalu menjadi $44,8 miliar, sekaligus menandai bulan ke-6 berturut-turut pertumbuhan dengan angka tiga digit. Bank of America memperkirakan empat hyperscaler utama—Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta—akan membelanjakan sekitar $700 miliar untuk belanja modal pada 2026, naik 80% year-over-year, dengan pertumbuhan pendapatan cloud diperkirakan 35-40%. Pasokan masih ketat karena ekspansi kapasitas berteknologi maju akan memakan waktu bertahun-tahun untuk benar-benar berdampak, meski bank mencatat industri memori telah beralih dari “blind buying” menjadi selektif dalam memilih saham.