Menurut Beth Kindig dari I/O Fund, perusahaan Big Tech akan melaporkan pendapatan kuartalan minggu depan mulai 21 Juli, sementara investor mencari bukti bahwa belanja infrastruktur AI senilai ratusan miliar dolar AS yang terjadi telah berujung pada profitabilitas. Alphabet memimpin tahun ini dengan kenaikan 11%, diikuti Amazon sebesar 8%, sedangkan saham Meta turun 2% dan Microsoft melemah 18% secara year-to-date. Kindig mencatat disparitas tersebut mencerminkan skeptisisme investor terhadap kecepatan monetisasi AI.
Wall Street akan menyoroti pertumbuhan cloud, adopsi perangkat lunak AI, dan tren periklanan sebagai bukti adanya imbal hasil. Investor memantau apakah Google Cloud mempertahankan momentum, Azure kembali memicu pertumbuhan, serta apakah investasi AI mendorong kenaikan iklan di Meta dan ekspansi cloud di AWS, menurut Kindig.