Menurut Fortune, Bitcoin telah turun ke sekitar $63.000—kurang lebih setengah dari all-time high-nya sebesar $126.000 yang dicapai pada Oktober 2025—saat pasar memasuki fase bear yang dalam. Analis industri mengaitkan penurunan ini dengan tiga faktor utama: siklus pasar empat tahunan yang khas bagi Bitcoin, inflasi makroekonomi yang tinggi sehingga menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga, dan meningkatnya likuidasi leverage di seluruh pasar derivatif.
Meski melemah dalam jangka pendek, beberapa analis tetap optimistis. Adrian Fritz, kepala strategi investasi di 21Shares, memperkirakan Bitcoin akan mencapai titik terendah musim panas ini dan memantul mendekati $100.000 pada akhir tahun, dengan alasan potensi pergeseran menuju kebijakan moneter yang lebih akomodatif serta meredanya ketegangan geopolitik. Kepala riset Grayscale, Zach Pandl, memperkirakan lantai jangka dekat di sekitar $58.000, dengan arah selanjutnya bergantung pada kebijakan Federal Reserve, pembelian Bitcoin oleh perusahaan, dan perkembangan regulasi kripto AS.