Bitcoin Berayun di Sekitar $67.000 di Tengah Gejolak Politik AS dan Harga Energi yang Melambung

BTC-0,51%

Bitcoin diperdagangkan relatif datar pada 3 April, bergerak di dekat $67k meski terjadi perkembangan geopolitik dan politik yang tajam. Stabilitas relatif kripto tersebut membuat kapitalisasi pasarnya tetap stabil di $1,34 triliun dan likuidasi tetap rendah di $31 juta.

Gejolak Politik Menutupi Konflik

Bitcoin diperdagangkan relatif datar pada Jumat, saat perhatian pasar beralih dari permusuhan di Timur Tengah ke gangguan besar dalam politik domestik AS. Setelah sesi 3 April dibuka tepat di bawah $67.000, kripto teratas turun ke $66.345 sebelum bangkit ke titik tertinggi intrahari sebesar $67.195. Bitcoin mencerminkan volatilitas ini sepanjang hari, turun ke $66.700 dan menguji ambang $67.000 lagi sebelum akhirnya menetap di sekitar $66.500.

Per 1 siang EDT, bitcoin sedang menguji batas $67.000 untuk kali ketiga. Stabilitas relatif kripto tersebut menjaga kapitalisasi pasarnya tetap melayang di sekitar $1,34 triliun, sementara likuidasi 24 jam pada bitcoin tetap dibatasi di bawah $31 juta—penurunan tajam dari $103 juta pada Kamis.

Meski pengeboman AS terhadap jembatan strategis Iran meningkatkan taruhan geopolitik, pembicaraan didominasi oleh pemecatan Pam Bondi oleh presiden dan pemecatan kepala staf Angkatan Darat AS, Randy George, oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Dengan pasar AS tutup untuk libur Paskah, dampak langsung dari perubahan kepemimpinan ini—terutama penghapusan seorang perwira militer teratas saat operasi aktif—masih belum pasti.

Namun, beberapa pengguna media sosial menyarankan bahwa kepala staf Angkatan Darat itu dipecat karena menolak kebijakan tertentu dari pemerintahan Trump. Penunjukan Christopher LaNeve, yang dinilai sebagian orang sebagai loyalis, sebagai pelaksana kepala staf telah memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meningkat menjadi fase baru yang berbahaya yang melibatkan pasukan darat AS di Iran.

Pasar Energi dan Dampak Makro

Perkembangan ini memicu lonjakan harga energi. Minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak sekitar 11,4% menjadi $111,54 per barel, sementara minyak Brent naik 7,8% menjadi $109,03. Dalam pembalikan yang jarang terjadi di pasar, WTI berbalik melampaui Brent, didorong oleh lonjakan permintaan dari pembeli Asia dan Eropa yang mencari alternatif terhadap pasokan Teluk Persia yang terganggu. Trader di pasar prediksi makin bullish terhadap energi, dengan banyak yang bertaruh bahwa WTI dapat mencapai $120 atau $130 per barel bulan ini jika stabilitas tidak dipulihkan.

Sejak awal Maret, harga minyak yang meroket telah memberi tekanan pada ekuitas global dan, lebih baru, pasar kripto. Meskipun bitcoin hanya turun 0,3% pada Jumat sore, para analis memperingatkan bahwa eskalasi pertempuran yang lebih lanjut meningkatkan kemungkinan aset itu tetap bergerak dalam kisaran antara $66k dan $70k, atau berpotensi turun lebih jauh.

FAQ ❓

  • Mengapa bitcoin diperdagangkan datar meski terjadi gejolak politik AS? Karena pergantian kepemimpinan menutupi pasar, sementara bursa tutup untuk Paskah.
  • Apakah pengeboman jembatan memengaruhi harga kripto? Tidak, harga minyak melonjak, sementara bitcoin tetap bergerak dalam kisaran dekat $67K.
  • Mengapa WTI mengungguli Brent? Pembeli dari Asia dan Eropa mendorong permintaan menjauh dari pasokan Teluk yang terganggu.
  • Apakah konflik yang meningkat dapat memberi tekanan lebih pada bitcoin? Ya, analis memperingatkan perdagangan dalam kisaran $66K–$70K mungkin bertahan atau melemah.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar