Minyak mentah Brent melonjak menjadi $88,26 pada saat penutupan setelah serangkaian serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, diikuti serangan udara AS terhadap Iran. Serangan tersebut memicu peluncuran rudal Iran terhadap negara-negara tetangga yang menampung aset dan pasukan Amerika. Eskalasi terjadi setelah Brent anjlok mendekati $70 per barel pada awal Juli. Kenaikan harga ini berbarengan dengan Cadangan Minyak Strategis AS yang turun ke titik terendah dalam 40 tahun, yaitu 316,5 juta barel per 15 Juli, menurut laporan MarketWatch. Hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan, karena jalur sempit Selat Hormuz tetap menjadi elemen krusial dalam rantai pasokan minyak global.
Serangan Iran Memicu Serangan Udara AS dan Peluncuran Rudal
Pasukan Iran menyerang kapal yang diduga melintasi Selat Hormuz tanpa otorisasi, sehingga pasukan AS melancarkan serangan udara ke Iran. Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke negara-negara tetangga yang menampung aset dan personel Amerika. Eskalasi tersebut mendorong harga gas rata-rata di AS kembali ke $4 per galon. Selat Hormuz tetap menjadi chokepoint kritis bagi rantai pasokan minyak global.
Cadangan Minyak Strategis AS Turun ke 316,5 Juta Barel
Cadangan minyak strategis AS turun menjadi 316,5 juta barel per 15 Juli, menurut laporan MarketWatch yang diterbitkan pada tanggal tersebut. Stok yang diizinkan untuk menampung 714 juta barel telah lebih dari setengah dibanding level sebelumnya. Cadangan turun 3 juta barel pada pekan yang berakhir pada 10 Juli. Dengan laju pengurangan yang dilaporkan, cadangan dapat habis dalam waktu sedikit lebih dari 100 hari, meskipun laporan terbaru yang dikutip dalam sumber menyatakan sisa sekitar 43 hari mengingat eskalasi.
Sumber Mengutip Kekurangan Amunisi dan Tekanan Pemilu Paruh Waktu
Sejumlah sumber AS dilaporkan menunjukkan bahwa peningkatan laju peluncuran rudal Iran menandakan negara tersebut kehabisan amunisi dan berupaya menyebabkan kerusakan sebelum kemampuan mereka habis. Para pengkritik pemerintahan Partai Republik percaya bahwa gencatan senjata baru akan segera diumumkan karena Presiden Donald Trump tidak mampu menanggung cadangan strategis yang menipis beberapa bulan sebelum pemilu paruh waktu, menurut sumber tersebut. Tidak ada pihak yang mengambil sikap untuk meredakan ketegangan pada saat penutupan.
FAQ
Apa yang menyebabkan minyak mentah Brent melonjak hingga $88,26?
Minyak mentah Brent melonjak hingga $88,26 setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, serangan udara AS terhadap Iran, dan peluncuran rudal Iran terhadap negara-negara tetangga yang menampung aset Amerika. Eskalasi terjadi setelah Brent anjlok mendekati $70 per barel pada awal Juli.
Seberapa rendah cadangan minyak strategis AS?
Cadangan minyak strategis AS turun menjadi 316,5 juta barel per 15 Juli, menurut laporan MarketWatch. Cadangan yang diizinkan untuk menampung 714 juta barel telah lebih dari setengah dibanding level sebelumnya, dan turun 3 juta barel pada pekan yang berakhir pada 10 Juli.