17 Juni 2026 18:00 hingga 18:15 UTC, BTC mengalami penurunan tajam sebesar 1,21% dalam 15 menit; harga turun dari 66.100,9 USDT ke 64.795,8 USDT, dengan volatilitas mencapai 1,97%. Penurunan pada periode ini melampaui penurunan sepanjang hari, sehingga fluktuasi pasar meningkat secara nyata, sementara tekanan jual terkonsentrasi dilepaskan.
Pemicu utama lonjakan volatilitas kali ini adalah tekanan ganda dari sisi teknikal dan lingkungan makro. Dari sisi teknikal, pada 16 Juni BTC masih berada dalam mode “strong bearish”, belum mampu menembus secara efektif level resistensi pada cloud chart harian; pola bear flag sedang terbentuk. Jika terjadi konfirmasi penembusan level support, target penurunan teoritis mengarah ke $45.000. Sementara itu, dari sisi makro, ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed terus menguat; menguatnya indeks dolar AS membuat aset berisiko tertekan, dan dana cenderung beralih kembali ke aset berbasis dolar AS.
Selain itu, arus dana ETF yang terus keluar dan perpindahan aset oleh paus besar ke bursa membentuk siklus negatif. Data menunjukkan rasio paus besar bursa di salah satu bursa arus utama meningkat hingga 0,447, level tertinggi sejak Maret 2025. Tanda-tanda penjualan oleh pemegang besar terlihat jelas. Ditambah lagi dengan memori pasar sebelumnya terkait likuidasi terkonsentrasi pada posisi leverage, order jual terprogram dan order stop-loss langsung terpicu saat harga turun sedikit, sehingga semakin memperbesar tekanan jual.
Untuk risiko jangka pendek, perlu diperhatikan perebutan dua level support kunci, yaitu $63.418 dan $60.000. Jika harga penutupan harian jatuh di bawah level support TBO $63.418, berpotensi memicu gelombang penjualan baru. Saat ini, pasar masih menyimpan banyak posisi leverage; perlu diwaspadai risiko likuidasi berantai. Disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan makro, arus dana ETF, serta perilaku paus besar di rantai, dan beroperasi dengan hati-hati.