Selama periode 20:00 UTC 24 Juni hingga 00:00 UTC 25 Juni 2026, harga Bitcoin mencatat imbal hasil +1,19%, rebound dari 59.852,3 USDT ke 60.829,0 USDT, dengan volatilitas 1,63%. Sebelumnya, BTC sempat turun di bawah level 60.000 dolar AS, mencetak titik terendah satu tahun, dengan penurunan 24 jam harian sebesar -2,89%, dan terjadi pemulihan oversold jangka pendek.
Pendorong utama pergerakan ini adalah kebutuhan rebound teknis. Pada awal Juni, Bitcoin turun tajam dari 71.360 dolar AS ke sekitar 62.000 dolar AS, dengan penurunan kumulatif lebih dari 12%, kondisi oversold jangka pendek memberikan dasar ruang untuk rebound. Sementara itu, level 60.000 dolar AS sebagai support teknis kunci memicu percepatan likuidasi stop-loss, dan aksi ambil untung oleh pihak short mendorong pemulihan harga.
Selain itu, sikap wait-and-see sementara dari dana institusional juga menjadi faktor pendukung penting. Pada Juni 2026, ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih selama 10 hari perdagangan berturut-turut, dengan penebusan sekitar 2,9-3 miliar dolar AS, mencetak rekor arus keluar terpanjang sejak peluncuran ETF pada 2024. Setelah aksi jual ekstrem, beberapa institusi memilih untuk wait-and-see alih-alih terus menjual, sehingga tekanan jual untuk sementara mereda. Data on-chain menunjukkan aktivitas transaksi besar mencapai level tertinggi enam minggu, dengan 'whale' melakukan akumulasi di kisaran harga saat ini, memberikan support dasar bagi harga.
Perlu dicatat, Bitcoin saat ini masih dalam tren turun, rebound ini merupakan pemulihan jangka pendek, bukan pembalikan tren. Jika arus dana ETF tidak berubah menjadi arus masuk bersih, dan kebijakan hawkish The Fed terus memberikan tekanan, harga berpotensi berlanjut turun. Selanjutnya, perlu dipantau secara ketat arus dana ETF, efektivitas level support 60.000 dolar AS, serta perubahan kebijakan makro.