Menurut Hengyin Futures, pada 16 Juli kontrak utama futures minyak mentah SC China SC2609 ditutup pada 514,7 yuan per barel. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz antara AS dan Iran terus meningkat, mendorong risiko ekspor minyak mentah Timur Tengah naik lebih tinggi, serta mendukung premi dalam penetapan harga dari sisi pasokan.
Namun, persediaan minyak mentah komersial AS turun lebih kecil dari perkiraan, sementara utilisasi kapasitas yang rendah di kilang-kilang Asia telah melemahkan permintaan aktual, sehingga membatasi momentum kenaikan harga. Perkembangan geopolitik jangka pendek diperkirakan tetap menjadi pendorong utama harga minyak mentah.