Saham Alphabet diperdagangkan lebih rendah sekitar 1% dalam kisaran $348 hingga $357 saat investor menilai belanja artificial intelligence serta prospek pendapatan perusahaan menjelang laporan kinerja kuartal kedua. Google meluncurkan tiga model AI Gemini baru—Gemini 3.6 Flash, Gemini 3.5 Flash Cyber, dan Gemini 3.5 Flash-Lite—sementara Wells Fargo menaikkan target harganya menjadi $438 dari $416. Pergerakan saham terjadi ketika perusahaan teknologi besar menghadapi pengawasan yang lebih ketat terkait meningkatnya biaya infrastruktur AI dan imbal hasil masa depan dari investasi pusat data berukuran besar.
Saham Alphabet bergerak di kisaran $348 hingga $357 ketika para trader menilai apakah produk AI Google mampu mendukung pertumbuhan cloud dan iklan yang lebih kuat. Wall Street memperkirakan Alphabet akan melaporkan pendapatan sekitar $116,98 miliar pada kuartal kedua. Laporan laba akan dirilis pada saat perusahaan teknologi besar menghadapi pengawasan yang lebih dekat atas meningkatnya biaya infrastruktur AI dan perkiraan imbal hasil dari belanja pusat data berukuran besar.
Google Cloud tetap menjadi fokus utama karena perannya yang kian meningkat dalam strategi AI Alphabet. Perusahaan juga sedang menangani cadangan pendapatan kontrak yang besar, yang dinilai analis sebagai penopang penting bagi pertumbuhan cloud ke depan.
Analis Wells Fargo Ken Gawrelski menaikkan target harga Alphabet menjadi $438 dari $416 sambil mempertahankan rating Overweight. Target yang diperbarui itu mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 25% dari kisaran perdagangan saat ini.
Google merilis tiga model artificial intelligence baru seiring persaingan dengan OpenAI, Anthropic, Meta, serta perusahaan AI asal Tiongkok yang terus berlanjut. Model-model baru tersebut mencakup Gemini 3.6 Flash, Gemini 3.5 Flash Cyber, dan Gemini 3.5 Flash-Lite.
Gemini 3.6 Flash dijelaskan sebagai model Flash paling kuat milik Google. Perusahaan merancang model ini untuk meningkatkan performa pada tugas seperti pemrograman, keuangan, serta berbagai kasus penggunaan untuk perusahaan.
Gemini 3.5 Flash Cyber berfokus pada pekerjaan keamanan siber. Google mengatakan model ini dapat menemukan dan memperbaiki celah keamanan dengan biaya lebih rendah dibanding sistem AI yang lebih besar. Google juga mengatakan Gemini 3.5 Flash Cyber menemukan 55 masalah pada V8 JavaScript Engine selama pengujian. Perusahaan juga menyatakan 10 kerentanan belum ditemukan oleh model lain mana pun sebelumnya.
Perusahaan juga memperkenalkan Gemini 3.5 Flash-Lite untuk tugas berbiaya lebih rendah yang melibatkan AI agent. Sistem ini dapat mendukung asisten digital yang mengelola alur kerja, meninjau informasi, dan menyelesaikan tindakan rutin.
Tulsee Doshi, direktur senior manajemen produk di tim Gemini Google, mengatakan model Flash baru dibangun “untuk memenuhi titik temu terbaik antara efisiensi dan kualitas.” Google juga mengatakan model-model tersebut menggunakan token 17% lebih sedikit dibanding versi sebelumnya, sehingga menurunkan biaya bagi pengembang.
Alphabet juga tengah mengerjakan chip server AI baru yang dirancang untuk menjalankan model Google dengan lebih efisien. Chip ini diperkirakan akan mengintegrasikan langsung blueprint model AI Gemini. Perkiraan pengembang menyebut chip tersebut bisa 6 hingga 10 kali lebih efisien dibanding versi terbaru chip AI yang sudah ada milik Google.
Belanja infrastruktur AI tetap menjadi isu utama bagi investor. Biaya chip dan memori yang lebih tinggi telah menaikkan estimasi belanja modal per gigawatt sebesar 22%, sehingga menambah tekanan di antara penyedia cloud besar. Wells Fargo memperkirakan perusahaan cloud seperti Google Cloud akan meneruskan sebagian biaya infrastruktur yang lebih tinggi kepada pelanggan.
Google juga tengah menyiapkan model unggulan bernama Gemini 3.5 Pro, yang diperkirakan akan menjadi salah satu sistem berperforma tertingginya. Perusahaan sempat merencanakan rilis pada Juni, tetapi model tersebut masih dalam pengujian. Google mengatakan Gemini 3.5 Pro akan dibuat “tersedia secara luas segera setelah siap.”
Apa yang diumumkan Google terkait model AI baru?
Google merilis tiga model artificial intelligence baru: Gemini 3.6 Flash, Gemini 3.5 Flash Cyber, dan Gemini 3.5 Flash-Lite. Gemini 3.6 Flash dijelaskan sebagai model Flash paling kuat milik Google yang dirancang untuk pemrograman, keuangan, dan kasus penggunaan enterprise. Gemini 3.5 Flash Cyber berfokus pada keamanan siber dan menemukan 55 masalah pada V8 JavaScript Engine selama pengujian, termasuk 10 kerentanan yang belum ditemukan oleh model lain mana pun sebelumnya.
Mengapa saham Alphabet turun meski ada peluncuran model AI baru?
Saham Alphabet diperdagangkan lebih rendah sekitar 1% dalam kisaran $348 hingga $357 saat investor menilai belanja artificial intelligence serta prospek pendapatan perusahaan menjelang laporan kinerja Q2. Pergerakan saham terjadi ketika perusahaan teknologi besar menghadapi pengawasan yang meningkat atas meningkatnya biaya infrastruktur AI, dengan estimasi belanja modal per gigawatt naik 22%.
Berapa target harga Alphabet yang diperbarui oleh Wells Fargo?
Analis Wells Fargo Ken Gawrelski menaikkan target harga Alphabet menjadi $438 dari $416 sambil mempertahankan rating Overweight. Target yang diperbarui itu mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 25% dari kisaran perdagangan saat ini yaitu $348 hingga $357.
Berita Terkait
Laporan Pendapatan Saham Big Tech: Hasil Q2 Alphabet Jadi Sorotan, $710B Fokus CapEx
Pratinjau laporan keuangan Q2 Google: Investasi AI senilai 180 miliar dolar AS menghadapi ujian—apakah Gemini dan bisnis cloud dapat menghadirkan sinyal komersialisasi?
Laba Q2 Alphabet pada 22 Juli Dapat Menjadi Pemicu Rebound Saham Semikonduktor
Google Meluncurkan Tiga Model AI Gemini Baru dengan Biaya Lebih Rendah
Google mengembangkan chip AI Frozen v2, mendorong saham Alphabet naik 1,52%