GS Engineering & Construction melaporkan laba operasi kuartal kedua sebesar 91,3 miliar won, lebih rendah dari perkiraan pasar karena divisi perumahan melemah seiring aktivitas konstruksi yang menurun. Perusahaan konstruksi Korea Selatan itu mengumumkan pada 29 Juli bahwa pendapatan Q2 mencapai 2,7799 triliun won, turun 13,02% secara year-over-year, sementara laba operasi turun 43,63% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan pasar perumahan menyebabkan lebih sedikit proyek konstruksi dimulai, sehingga pendapatan divisi bangunan dan perumahan turun 28,5% year-over-year menjadi 1,5368 triliun won, meski divisi tersebut menunjukkan kenaikan 8,1% dibanding kuartal sebelumnya. Perusahaan menyatakan bahwa peluncuran proyek baru akan berjalan secara bertahap dan memperkirakan kinerja pulih ke level sebelumnya. Saham GS Engineering & Construction (006360) turun 5,88% menjadi 24.000 won pada pukul 9:27 AM setelah pengumuman kinerja.
GS Engineering & Construction Melaporkan Laba Operasi Q2 di Bawah Perkiraan Pasar
Laba operasi kuartal kedua perusahaan sebesar 91,3 miliar won lebih rendah dari konsensus pasar 115,2 miliar won, menurut survei 14 perusahaan sekuritas domestik oleh Yonhap Infomax selama sebulan terakhir. Analis memproyeksikan pendapatan Q2 sebesar 2,7539 triliun won dan laba operasi 115,2 miliar won secara konsolidasi.
Divisi bangunan dan perumahan mencatat pendapatan 1,5368 triliun won pada kuartal kedua. Perusahaan mengaitkan penurunan 28,5% year-over-year dengan berkurangnya lokasi konstruksi akibat penurunan pasar perumahan, meski divisi tersebut menunjukkan kenaikan 8,1% dibanding kuartal sebelumnya.
Divisi pabrik menghasilkan pendapatan 402 miliar won, naik 18% year-over-year. Divisi infrastruktur mencatat pendapatan 396,5 miliar won, yang berarti kenaikan 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan Mengamankan Kontrak Baru Senilai 7,4 Triliun Won pada Paruh Pertama
Total pesanan baru GS Engineering & Construction pada kuartal kedua mencapai 5,2242 triliun won. Divisi bangunan dan perumahan mengamankan proyek pengerjaan ulang perkotaan utama, termasuk Sangtaewon District 2 (1,9218 triliun won), Macheon District 3 Redevelopment Promotion Zone (1,0142 triliun won), dan Ansan Seongpo-dong Mixed-Use Development (641,6 miliar won).
Untuk paruh pertama tahun ini, perusahaan memperoleh hak konstruksi senilai 7,4695 triliun won dalam proyek pengerjaan ulang perkotaan, termasuk Seongsu District 1 (2,154 triliun won) dan Busan Gwangan District 5 Redevelopment (970,9 miliar won).
Saham GS Engineering & Construction Turun 5,88% Setelah Rilis Laba
Saham GS Engineering & Construction diperdagangkan pada 24.000 won pada pukul 9:27 AM, turun 5,88% dari penutupan hari sebelumnya. Seorang pejabat perusahaan menyatakan bahwa meski kondisi eksternal masih belum pasti, perusahaan terus berupaya mengamankan sumber pendapatan di masa depan. Pejabat tersebut menambahkan bahwa perusahaan akan terus menjalankan aktivitas manajemen strategis yang berfokus pada profitabilitas sambil membangun portofolio bisnis yang stabil.
FAQ
Bagaimana hasil keuangan Q2 2024 GS Engineering & Construction?
GS Engineering & Construction melaporkan pendapatan Q2 sebesar 2,7799 triliun won (turun 13,02% year-over-year) dan laba operasi 91,3 miliar won (turun 43,63% year-over-year) pada 29 Juli. Laba operasi tersebut turun di bawah estimasi konsensus pasar sebesar 115,2 miliar won.
Mengapa pendapatan divisi perumahan GS Engineering & Construction menurun pada Q2?
Pendapatan divisi bangunan dan perumahan turun 28,5% year-over-year menjadi 1,5368 triliun won karena berkurangnya lokasi konstruksi akibat penurunan pasar perumahan. Namun, divisi tersebut menunjukkan kenaikan 8,1% dibanding kuartal sebelumnya, dan perusahaan menyatakan bahwa peluncuran proyek baru akan berjalan secara bertahap.