Menurut Peter Schiff saat berbicara di The Peter Schiff Show Podcast pekan ini, lonjakan imbal hasil obligasi Jepang dan melemahnya mata uangnya menimbulkan ancaman sistemik terhadap pasar keuangan AS. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 30 tahun menyentuh kisaran mendekati 4%, rekor untuk tenor tersebut, sementara yen jatuh ke level terendahnya terhadap dolar dalam 40 tahun.
Schiff menyoroti bahwa Jepang memegang lebih dari $1,1 triliun US Treasury—yakni kepemilikan asing terbesar dari negara mana pun. Ia memperingatkan bahwa krisis utang Jepang bisa memaksa penjualan besar-besaran atas posisi tersebut, yang berpotensi memicu gejolak pasar AS yang lebih luas. “Mungkin itu pin yang menyengat gelembung kami,” kata Schiff, sambil membandingkan tekanan ekonomi Jepang dengan risiko yang lebih besar yang dihadapi Amerika Serikat.