KOSPI turun 21% dari level tertinggi intraday 9385 pada 19 Juni ke level terendah intraday 7387 pada 3 Juli, menurut laporan peneliti Yuanta Securities, Heo Jae-hwan. Penurunan ini menyusul volatilitas yang dimulai pada Juni setelah ETF leveraged single-stock diluncurkan pada akhir Mei. Heo mencatat bahwa selain pandemi COVID-19 dan siklus kenaikan suku bunga AS, koreksi KOSPI yang melebihi 20% jarang terjadi sejak 2020, dan indeks kini telah kembali ke level sebelum peluncuran ETF sekitar 8228, menunjukkan bahwa kekhawatiran overheating sebagian besar telah teratasi.
KOSPI mencapai level tertinggi intraday 9385 pada 19 Juni sebelum turun ke 7387 pada 3 Juli, menandai penurunan 21% dari puncaknya. Heo Jae-hwan dari Yuanta Securities menyatakan bahwa indeks telah kembali ke sekitar 8228, level yang tercatat sebelum ETF leveraged single-stock diluncurkan pada akhir Mei. Peneliti tersebut mencatat bahwa penurunan KOSPI sebesar 20% atau lebih jarang terjadi sejak 2020 jika tidak memperhitungkan periode COVID-19 dan siklus kenaikan suku bunga AS. Penurunan 20% dari level tertinggi setara dengan harga penutupan 7291, yang menunjukkan bahwa koreksi harga sebagian besar telah berjalan. Heo menilai bahwa kekhawatiran overheating terkait peluncuran ETF sebagian besar telah teratasi.
Samsung Electronics dijadwalkan mengumumkan laba awal minggu ini, dengan ekspektasi pasar yang mencapai level tinggi. Heo mengidentifikasi ekspektasi yang tinggi sebagai beban potensial, bukan sebagai katalis. Di pasar AS, perusahaan S&P 500 mencatat tingkat pertumbuhan laba per saham (EPS) Q1 sebesar 27%, jauh melampaui perkiraan awal sebesar 12%. Pertumbuhan EPS Q2 diproyeksikan sebesar 22%. Heo menjelaskan bahwa jika hasil aktual tidak secara substansial melampaui ekspektasi yang tinggi ini, pasar mungkin mengartikan hasil tersebut sebagai perlambatan momentum. Laba operasi KOSPI meningkat 26,5% tahun lalu, diikuti pertumbuhan 145% di Q1 dan proyeksi peningkatan 231% di Q2. Tingkat pertumbuhan paruh kedua diperkirakan mencapai 215% di Q3 dan 250% di Q4, meskipun laju akselerasi diperkirakan akan melambat dibandingkan paruh pertama.
Pertumbuhan laba operasi semikonduktor diproyeksikan melebihi 1000% di Q2 sebelum melambat ke kisaran 400% hingga 700% di paruh kedua, menurut laporan tersebut. Heo mencatat bahwa laba semikonduktor yang "terlalu kuat" dapat menjadi beban. Sebaliknya, pertumbuhan laba operasi KOSPI di luar semikonduktor diperkirakan tetap sekitar 30% dengan variasi minimal. Analis tersebut menyarankan bahwa minat mungkin sebagian beralih ke sektor non-semikonduktor di paruh kedua, meskipun tidak ada sektor yang saat ini menyamai semikonduktor dalam skala laba absolut. Heo mengidentifikasi baja, transportasi, media, peralatan IT, dan telekomunikasi sebagai sektor di mana pembalikan laba paruh kedua diantisipasi. Saham barang konsumen dan keuangan dengan volatilitas laba yang relatif rendah juga dapat menarik perhatian yang meningkat.
Perusahaan Teknologi Besar AS termasuk Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta dijadwalkan melaporkan laba triwulanan pada akhir Juli. Heo menilai laporan ini sebagai uji yang lebih kritis daripada hasil awal Samsung Electronics. Sejak 2023, perusahaan-perusahaan ini telah mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba sambil melanjutkan investasi skala besar. Heo menyatakan bahwa apakah perusahaan-perusahaan ini terus meningkatkan laba dan menaikkan rencana investasi untuk tahun ini dan tahun depan akan menentukan apakah pasar berupaya melakukan pemulihan.
Apa yang menyebabkan KOSPI turun 21% dari level tertinggi bulan Juni?
KOSPI turun 21% dari level tertinggi intraday 9385 pada 19 Juni ke 7387 pada 3 Juli, menyusul volatilitas yang dimulai pada Juni setelah ETF leveraged single-stock diluncurkan pada akhir Mei. Peneliti Yuanta Securities, Heo Jae-hwan, mencatat bahwa indeks telah kembali ke level sebelum peluncuran ETF sekitar 8228, yang menunjukkan kekhawatiran overheating terkait peluncuran ETF sebagian besar telah teratasi.
Kapan perusahaan Teknologi Besar AS dijadwalkan melaporkan laba?
Perusahaan Teknologi Besar AS termasuk Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta dijadwalkan melaporkan laba triwulanan pada akhir Juli. Heo Jae-hwan dari Yuanta Securities mengidentifikasi laporan ini sebagai uji yang lebih kritis daripada hasil awal Samsung Electronics, dengan menyatakan bahwa apakah perusahaan-perusahaan ini melanjutkan pertumbuhan laba dan menaikkan rencana investasi akan menentukan upaya pemulihan pasar.
Berapa proyeksi tingkat pertumbuhan laba semikonduktor untuk paruh kedua?
Pertumbuhan laba operasi semikonduktor diproyeksikan melebihi 1000% di Q2 sebelum melambat ke kisaran 400% hingga 700% di paruh kedua, menurut laporan Yuanta Securities. Pertumbuhan laba operasi KOSPI di luar semikonduktor diperkirakan tetap sekitar 30% dengan variasi minimal.
Berita Terkait
Saham Korea KOSPI Pulih 5,76% ke 8.088,34 Menjelang Pendapatan Samsung
Saham Korea Turun 3,84% saat Investor Asing Menjual 16 triliun Won
Saham KOSPI Turun 3,84% seiring Mendekatnya Pengumuman Laba Q2 Samsung Electronics
Saham sekuritas Korea turun 10,69% pada Q2 meskipun lonjakan KOSPI 67,77%
Saham KOSPI Pulih ke 8000 Setelah Turun ke 7300 karena Kekhawatiran AI