KOSPI turun lebih dari 25% dalam waktu kurang dari sebulan sejak 22 Juni, mendorong perusahaan sekuritas Korea untuk memfokuskan diri pada laporan pendapatan Big Tech dan semikonduktor AS yang akan datang, dijadwalkan mulai pekan depan pada 22 Juli. Para analis mengaitkan penurunan tersebut dengan kekhawatiran perlambatan investasi AI dan ketidakpastian siklus semikonduktor, bukan risiko sistemik, sementara masalah izin fasilitas pusat data di New York dan sikap The Fed yang cenderung hawkish menambah tekanan. Penelitian Shinhan Securities menunjukkan 67% dari 48 kejadian penurunan harian tunggal 8%+ pada KOSPI sejak 2000 berbalik arah dalam waktu seminggu, dengan rata-rata imbal hasil 3,6%, yang mengindikasikan volatilitas saat ini dapat menghadirkan peluang rebound jika momentum investasi AI terbukti.
KOSPI Tunjukkan Tingkat Rebound 67% Setelah Penurunan Tajam Sejak 2000
KOSPI mencatat 9.114,55 poin pada 22 Juni sebelum memasuki koreksi lebih dari 25% dalam waktu kurang dari sebulan, menurut data Korea Exchange yang dirilis pada 19 Juli. Lee Sang-yeon, peneliti di Shinhan Securities, menyatakan pasar masih berada pada lintasan bull market dan penjualan mekanis saat penurunan tajam sering membuat pasar tertinggal dari rebound berikutnya kecuali terjadi keruntuhan gelembung global atau krisis sistem keuangan.
Shinhan Securities menganalisis 48 kejadian sejak 2000 ketika KOSPI turun 8% atau lebih dalam satu hari, dan menemukan 67% rebound dalam satu pekan dengan imbal hasil rata-rata 3,6%. Dari 13 kasus ketika imbal hasil enam bulanan tetap negatif, 11 terjadi saat gelembung IT dan dua terjadi selama kebangkrutan Lehman Brothers pada 2008. Lee menekankan penurunan terbaru tidak mencerminkan kerusakan fundamental dan menggarisbawahi volatilitas yang berkelanjutan sebagai faktor utama.
Laba Alphabet dan Intel Akan Menguji Keberlanjutan Investasi AI
Saham Korea bereaksi lebih kuat terhadap kekhawatiran perlambatan investasi AI dan kecemasan sektor semikonduktor dibandingkan data inflasi AS atau pengetatan Federal Reserve. Tekanan jual terkonsentrasi pada Samsung Electronics dan SK Hynix setelah penangguhan izin pusat data di New York serta kekhawatiran terhadap laju investasi infrastruktur. Alphabet melaporkan laba pada 22 Juli (waktu setempat), disusul Intel pada 24 Juli, serta Microsoft dan Meta pada 29 Juli, menandai pengujian penting bagi penilaian pasar tentang kontinuitas investasi AI dan siklus semikonduktor.
Lee Jae-won, peneliti di Yuanta Securities, menyatakan pasar gagal rebound meskipun kinerja TSMC kuat, dan belum memiliki momentum rebound yang jelas hingga laba Alphabet. Ia menekankan panduan belanja modal Big Tech sebagai faktor terpenting untuk mengonfirmasi ekspansi investasi AI. Ia menambahkan bahwa investasi berbasis leverage seharusnya terus menurun selama ekspansi volatilitas, dengan laba Google dan rencana investasi AI sebagai peristiwa inti untuk menghidupkan kembali sentimen pasar minggu depan.
Pandangan Analis tentang Likuiditas Investor dan Sentimen Pasar
Kekhawatiran mengenai daya beli investor individu berlebihan, menurut analis, karena penurunan tajam pada deposito pelanggan pasar domestik belakangan ini telah berlangsung lebih cepat dibanding puncak KOSPI selama pergerakan investor ritel pada 2021. Kim Jae-seung, peneliti di Shinhan Investment & Securities, menyatakan terlalu dini untuk menafsirkan penurunan deposito sebagai eksodus investor ritel, dengan penjelasan bahwa pengurangan terbaru terjadi akibat pembelian aktif pada harga rendah selama penurunan.
Kim menambahkan masuknya kembali deposito pelanggan dan peningkatan pembelian ritel akan membutuhkan penurunan volatilitas pasar domestik serta ekspektasi baru terhadap ekspansi investasi AI.
FAQ
Apa yang menyebabkan saham KOSPI turun lebih dari 25% dalam waktu kurang dari sebulan sejak 22 Juni?
Para analis mengaitkan penurunan tersebut dengan kekhawatiran perlambatan investasi AI, ketidakpastian siklus semikonduktor, masalah izin pusat data di New York, dan sikap hawkish Federal Reserve, bukan risiko keuangan sistemik.
Mengapa laba Alphabet dan Intel pada 22 Juli dan 24 Juli penting bagi saham Korea?
Laba tersebut akan menguji penilaian pasar tentang keberlanjutan investasi AI dan siklus semikonduktor, dengan panduan belanja modal Big Tech menjadi faktor kunci untuk mengonfirmasi momentum ekspansi investasi AI yang dapat mendorong rebound KOSPI.