Pasukan keamanan Korea Utara telah menahan jaringan peretas elit yang menggunakan keterampilan siber yang dikembangkan pemerintah untuk membidik sistem keuangan negara itu sendiri, menurut Daily NK. Para operator menargetkan institusi perbankan pemerintah utama untuk mengalihkan aset negara, mengubah dana yang dicuri menjadi mata uang kripto, serta menyelundupkan mata uang asing melalui wilayah perbatasan. Mantan anggota unit siber militer dilaporkan bergabung dengan lulusan dari sekolah-sekolah teknik ternama untuk membangun operasi bawah tanah tersebut. Korea Utara telah lama mempertahankan kemampuan peretasan tingkat negara yang canggih, sehingga kebocoran internal ini menjadi sangat signifikan bagi mekanisme kontrol keuangan rezim.
Peretas Mengubah Dana Negara menjadi Mata Uang Kripto
Para operator yang ditahan mengonversi dana perdagangan negara yang dicuri menjadi mata uang kripto dan menyelundupkan mata uang asing dalam jumlah besar di wilayah perbatasan, menurut sumber yang dikutip Daily NK. Para peserta mengandalkan perangkat nirkabel impor dan aplikasi pesan instan yang aman untuk menghindari pengawasan saat menggeser dana melintasi perbatasan. Kebocoran ini menyerang inti dari sistem keuangan Korea Utara, yang dijalankan oleh tenaga kerja TI negara itu sendiri.
Pejabat Menyatakan Kewaspadaan atas Kebocoran Internal
Kabar skema tersebut telah memicu kegemparan luas di kalangan pejabat tinggi, personel militer, dan komunitas akademik di seluruh negeri, lapor Daily NK. Pejabat senior di Biro Intelijen dan Pengintaian serta di sektor pendidikan sains dan teknologi negara itu dilaporkan tetap berhati-hati, khawatir bahwa tanggung jawab atas skandal tersebut juga dapat menimpa mereka.
FAQ
Apa yang dilakukan pasukan keamanan Korea Utara terkait peretas elit?
Pasukan keamanan Korea Utara menahan jaringan peretas elit yang menggunakan keterampilan siber yang dikembangkan pemerintah untuk membobol institusi perbankan pemerintah negara itu sendiri dan mengalihkan aset negara.
Bagaimana para peretas memindahkan dana yang dicuri?
Para operator mengonversi dana perdagangan negara yang dicuri menjadi mata uang kripto dan menyelundupkan mata uang asing dalam jumlah besar melalui wilayah perbatasan, dengan menggunakan perangkat nirkabel impor dan aplikasi pesan instan yang aman untuk menghindari deteksi.
Bagaimana respons resmi terhadap kebocoran tersebut?
Skema ini memicu kegemparan luas di kalangan pejabat tinggi, personel militer, dan komunitas akademik, dengan pejabat senior di sektor intelijen dan pendidikan menyatakan kekhawatiran bahwa tanggung jawab atas skandal tersebut dapat menyebar kepada mereka.