POSCO International dan LG CNS mengumumkan pada 27 Juli keberhasilan penyelesaian proof of concept yang mengevaluasi infrastruktur blockchain dan artificial intelligence untuk pembiayaan perdagangan, dengan proses verifikasi berakhir pada 23 Juli. Proyek ini menilai bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengotomatiskan proses perdagangan, serta memperkuat manajemen risiko di seluruh jaringan bisnis global POSCO International. Inisiatif ini mendukung operasi internasional perusahaan yang terus berkembang dengan meningkatkan pengelolaan transaksi dan penyelesaian yang melibatkan anak perusahaan luar negeri, sebagai bagian dari strategi transformasi digital yang lebih luas untuk operasi perdagangan.
PoC Memvalidasi Ledger Blockchain, Tagihan yang Di-tokenisasi, dan Otomasi AI
Proof of concept memvalidasi penggunaan shared ledgers berbasis blockchain, otomasi bertenaga AI, dan aset dunia nyata yang di-tokenisasi untuk memodernisasi pembiayaan perdagangan serta meningkatkan efisiensi di seluruh operasi perdagangan global. Kedua perusahaan menilai tiga area teknologi utama selama proyek: shared ledgers berbasis blockchain untuk visibilitas transaksi, tokenisasi tagihan perdagangan sebagai aset dunia nyata, serta agen AI yang dirancang untuk mengotomatiskan alur kerja perdagangan yang sarat dokumen.
Proses verifikasi meneliti apakah pengelolaan transaksi, aktivitas penyelesaian, dan tugas peninjauan dokumen yang dihasilkan selama perdagangan internasional dapat diintegrasikan secara digital dan diotomatiskan. POSCO International menyediakan lingkungan perdagangan global dan data transaksi nyata untuk mensimulasikan kondisi bisnis yang praktis, sementara LG CNS merancang arsitektur sistem dan memvalidasi teknologi blockchain serta AI.
Shared Ledger Blockchain Memberikan Visibilitas Transaksi Real Time
Salah satu komponen kunci yang terlibat adalah implementasi shared ledger berbasis blockchain yang memungkinkan kantor pusat, anak perusahaan luar negeri, dan mitra bisnis mengakses informasi transaksi yang sama secara real time. Sebelumnya, data transaksi dikelola secara independen oleh kantor regional atau anak perusahaan yang berbeda, yang sering kali mengharuskan verifikasi berulang selama pelaksanaan kontrak dan prosedur penyelesaian. Pendekatan shared-ledger menunjukkan potensi untuk meminimalkan inkonsistensi dalam catatan transaksi sekaligus meningkatkan kolaborasi dan mengurangi risiko operasional yang disebabkan oleh perbedaan informasi.
Tagihan Perdagangan yang Di-tokenisasi Diuji di Jaringan Injective
Area evaluasi utama lainnya berfokus pada tokenisasi tagihan perdagangan sebagai aset dunia nyata. Dalam kerangka kerja yang diusulkan, tagihan yang dihasilkan dari transaksi komersial aktual dapat dikonversi menjadi aset digital yang dapat ditransfer, diperdagangkan, dikelola, dan memenuhi syarat untuk penyelesaian melalui infrastruktur blockchain. Kedua perusahaan melakukan bagian verifikasi ini menggunakan Injective, jaringan blockchain yang dirancang untuk aplikasi keuangan perusahaan.
Proyek ini juga menilai apakah persyaratan kepatuhan tingkat perusahaan dapat diintegrasikan langsung ke dalam protokol blockchain. Evaluasi mencakup manajemen aset berbasis izin, prosedur Know Your Customer (KYC), kepatuhan Anti-Money Laundering (AML), verifikasi kelayakan investor, serta pembatasan transfer aset. Temuan tersebut ditujukan untuk menentukan apakah teknologi blockchain dapat mendukung pengelolaan tagihan antarperusahaan sambil tetap memenuhi kebutuhan regulasi dan privasi.
Agen AI Mengotomatiskan Peninjauan Dokumen Letter of Credit
Komponen AI berfokus pada pengotomatikan peninjauan letter of credit dan dokumen perdagangan lainnya. Agen AI diuji untuk menentukan kemampuannya dalam mengidentifikasi kesalahan dokumen dan membantu peninjauan kepatuhan sebelum transaksi berlanjut lebih jauh dalam proses perdagangan. Agen AI menunjukkan kemampuannya untuk mengotomatiskan peninjauan dokumen untuk letter of credit dan dokumentasi perdagangan, membantu mengidentifikasi kesalahan lebih awal sekaligus mengurangi inkonsistensi yang disebabkan oleh tingkat keahlian staf yang berbeda.
Dokumentasi perdagangan internasional sering kali memerlukan pengetahuan khusus karena persyaratan regulasi dan ketentuan kontraktual berbeda di berbagai yurisdiksi, pihak lawan, dan struktur transaksi. Bahkan kesalahan kecil dalam dokumentasi, termasuk kesalahan ketik atau klausul kontraktual yang dihilangkan, dapat mengakibatkan penyelesaian tertunda atau pembayaran ditolak. POSCO International berharap peninjauan pendahuluan berbantuan AI dapat meningkatkan kualitas dokumen sambil mengurangi perbedaan operasional antar kantor internasionalnya.
Penempatan Pilot Direncanakan untuk Paruh Kedua Tahun
Setelah verifikasi berhasil, seorang perwakilan perusahaan menyatakan bahwa proyek ini telah membuktikan penerapan praktis teknologi blockchain dan AI menggunakan data perdagangan dunia nyata serta proses operasional. Perwakilan tersebut menambahkan bahwa perusahaan berencana mengembangkan strategi penempatan pilot selama paruh kedua tahun, dengan fokus pada area bisnis di mana perbaikan operasional yang terukur telah dikonfirmasi.
FAQ
Apa yang diselesaikan POSCO International dan LG CNS pada 27 Juli?
POSCO International dan LG CNS mengumumkan pada 27 Juli keberhasilan penyelesaian proof of concept yang mengevaluasi infrastruktur blockchain dan artificial intelligence untuk pembiayaan perdagangan. Proses verifikasi berakhir pada 23 Juli dan menilai bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengotomatiskan proses perdagangan, serta memperkuat manajemen risiko di seluruh jaringan bisnis global POSCO International.
Teknologi apa saja yang diuji selama proof of concept?
Proof of concept menilai tiga area teknologi utama: shared ledgers berbasis blockchain untuk visibilitas transaksi, tokenisasi tagihan perdagangan sebagai aset dunia nyata menggunakan jaringan Injective, serta agen AI yang dirancang untuk mengotomatiskan alur kerja perdagangan yang sarat dokumen termasuk peninjauan letter of credit.
Kapan POSCO International berencana meluncurkan penempatan pilot?
Setelah verifikasi berhasil, POSCO International bermaksud mengembangkan strategi penempatan pilot selama paruh kedua tahun, dengan fokus pada area bisnis di mana perbaikan operasional yang terukur telah dikonfirmasi selama proof of concept.