Rocket Lab USA Inc. (RKLB) mengamankan kontrak Angkatan Udara AS senilai 266 juta dolar AS untuk layanan peluncuran suborbital, membuat saham naik 9% dalam perdagangan setelah jam bursa pada hari Selasa, setelah saham sebelumnya ditutup pada sesi reguler dengan kenaikan lebih dari 5%. Kontrak harga tetap (firm-fixed-price) mencakup 12 peluncuran suborbital, dengan opsi untuk enam misi tambahan hingga 31 Desember 2028. Penghargaan ini menyusul pemilihan perusahaan baru-baru ini untuk program U.S. Space Force National Security Space Launch Phase 3 Lane 1 yang diumumkan beberapa hari sebelumnya, dengan plafon 17 miliar dolar AS untuk layanan peluncuran masa depan di tujuh perusahaan pemenang, termasuk SpaceX.
U.S. Air Force Memberi Rocket Lab Kontrak Peluncuran Suborbital $266M
Angkatan Udara AS memberikan Rocket Lab kontrak penyelesaian harga tetap senilai 266 juta dolar AS untuk layanan peluncuran suborbital. Kontrak tersebut mencakup peluncuran 12 kendaraan peluncur suborbital, dengan opsi untuk enam peluncuran tambahan. Pekerjaan akan dilakukan di Pacific Spaceport Complex di Alaska dan diperkirakan selesai pada 31 Desember 2028.
Penghargaan diberikan melalui pengadaan kompetitif, dengan tiga penawaran diterima. Angkatan Udara AS mengalokasikan 112 juta dolar AS dari dana penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi tahun fiskal 2025 pada saat penghargaan. Space Systems Command menjadi pihak pengontrak untuk program tersebut.
Kemenangan kontrak ini datang hanya beberapa hari setelah U.S. Space Force mengumumkan bahwa Rocket Lab dan SpaceX termasuk di antara tujuh perusahaan yang mendapat posisi pada program National Security Space Launch (NSSL) Phase 3 Lane 1, yang memiliki plafon 17 miliar dolar AS untuk layanan peluncuran masa depan.
Trader Ritel Menyebut Kontrak sebagai Katalis Sektor Luar Angkasa
Sentimen ritel di Stocktwits untuk RKLB tetap 'bullish' dan tidak berubah dalam 24 jam terakhir, sementara volume pesan berada pada kategori 'tinggi'. Rocket Lab menjadi pusat pembahasan di Stocktwits setelah kemenangan kontrak Selasa, dengan trader ritel menyoroti signifikansi penghargaan tersebut.
Salah satu trader ritel menggambarkan penghargaan itu sebagai "katalis besar untuk sektor luar angkasa," seraya menambahkan bahwa "jenis kontrak ini bisa mendatangkan perhatian yang diperbarui tidak hanya ke $RKLB, tetapi berpotensi ke grup luar angkasa yang lebih luas." Trader itu mengatakan mereka menambah AST SpaceMobile, dengan harapan momentum positif menyebar ke seluruh industri.
Trader lain menyoroti portofolio Rocket Lab yang terus berkembang dari kontrak pemerintah AS dan pertahanan, menyebut perusahaan sebagai "monster," serta mengatakan penghargaan Angkatan Udara terbaru menambah lini yang sudah kuat menjelang laporan laba perusahaan yang akan datang.
Sejumlah trader ritel mengalihkan perhatian ke sesi Rabu, berharap momentum berlanjut pada saham setelah pengumuman kontrak.
Kinerja Saham RKLB Sejak Awal Tahun dan 12 Bulan
Saham RKLB turun 0,55% sejak awal tahun, tetapi naik lebih dari 38% dalam 12 bulan terakhir.
FAQ
Apa yang diumumkan Rocket Lab pada Selasa?
Rocket Lab mengumumkan kontrak Angkatan Udara AS senilai 266 juta dolar AS untuk layanan peluncuran suborbital yang mencakup 12 peluncuran dengan opsi enam misi tambahan hingga 31 Desember 2028.
Bagaimana saham RKLB bereaksi terhadap pengumuman kontrak Angkatan Udara?
Saham RKLB melonjak 9% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Selasa setelah ditutup pada sesi reguler dengan kenaikan lebih dari 5%.
Di mana Rocket Lab akan menjalankan pekerjaan kontrak Angkatan Udara?
Pekerjaan akan dilakukan di Pacific Spaceport Complex di Alaska, dengan perkiraan selesai pada 31 Desember 2028.