Rusia Mengembangkan Sistem Identifikasi Drone untuk Memaksa UAV Sipil Mendarat

Menurut laporan Jin10 dan media Rusia pada 5 Juli, perusahaan-perusahaan Rusia termasuk Glonass Corporation dan Element Corporation bersama-sama mengembangkan sistem identifikasi drone bernama 'Red Button' yang dapat memaksa kendaraan udara nirawak sipil untuk mendarat dalam keadaan darurat. Sistem ini menggunakan sistem posisi global Glonass milik Rusia untuk melacak drone dan berfungsi tanpa sinyal jaringan seluler. Ketika situasi darurat atau pelanggaran penerbangan terjadi, regulator dapat mengirimkan perintah terenkripsi untuk memaksa drone mendarat. Sistem ini dirancang untuk mencegah manipulasi data yang tidak sah. Pengujian telah selesai, dengan rencana untuk memperluas teknologi ini ke kendaraan otonom, khususnya truk otonom.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar