Para dealer forex Seoul memperkirakan won Korea akan menghadapi tekanan pelemahan pada 22 Mei akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah yang belum terselesaikan, tetapi penjualan dolar dari eksportir dan pembelian bersih saham oleh pihak asing akan membatasi kenaikan kurs. Konflik AS-Iran yang terus berlanjut muncul sebagai pemicu utama lemahnya won, dengan futures minyak Brent ditutup di atas $91 per barel untuk pertama kalinya dalam sebulan dan perdagangan USD/JPY di atas 163 yen untuk pertama kalinya dalam 40 tahun. Tiga dealer bank memberikan perkiraan kisaran perdagangan USD/KRW antara 1.474,00 dan 1.488,00 won, dengan menyebut adanya kekuatan yang saling bertarung antara risiko geopolitik dan pasokan dolar domestik.
Faktor Pasar di Balik Perkiraan Melemahnya Won
Futures minyak Brent ditutup di atas $91 per barel, menandai penutupan pertama di kisaran $90 dalam sebulan, sementara USD/JPY diperdagangkan di atas 163 yen untuk pertama kalinya dalam 40 tahun. Pasokan dolar perusahaan eksportir dan pembelian bersih saham Korea oleh pihak asing diidentifikasi sebagai faktor yang membatasi pergerakan kenaikan kurs. Indeks Nasdaq Composite naik 1,29% semalam dalam perdagangan New York, dan Indeks Semikonduktor Philadelphia melonjak 5,21%. Di pasar non-deliverable forward (NDF) di New York, kontrak USD/KRW 1-bulan terakhir dikutip pada 1.482,00 won (MID), yang mencerminkan kenaikan 9,40 won dari penutupan Seoul setelah penyesuaian untuk swap 1-bulan terbaru sebesar -0,80 won.
Perkiraan Dealer untuk Kisaran Perdagangan USD/KRW
Seorang dealer bank menyatakan bahwa risiko geopolitik Timur Tengah yang belum terselesaikan dan isu tarif alternatif AS mendorong indeks dolar lebih tinggi, dengan penguatan USD/JPY menciptakan tekanan ke atas pada nilai tukar. Dealer tersebut mencatat bahwa meski faktor makro penting, pergerakan pasar baru-baru ini sangat dipengaruhi oleh dinamika penawaran dan permintaan, sehingga memperkirakan kisaran 1.474,00~1.486,00 won. Dealer bank B menyoroti kenaikan harga minyak sebagai faktor penguatan dolar dan pendorong pelemahan won, tetapi menyebut meningkatnya pasokan dolar serta kekhawatiran intervensi otoritas Jepang sebagai faktor yang mendukung batas atas, memperkirakan 1.475,00~1.488,00 won dengan ekspektasi kenaikan ke level 1.480-an awal hingga pertengahan. Dealer bank C menunjuk pada meningkatnya ketegangan geopolitik dan kenaikan imbal hasil US Treasury AS sebagai faktor peningkatan nilai tukar, dengan kemungkinan sejalan dengan pelemahan yen, namun mencatat bahwa pembelian bersih berkelanjutan atas saham Korea oleh pihak asing dan volume penjualan dolar yang terus berlangsung akan membatasi kisaran atas, memperkirakan 1.475,00~1.485,00 won.
FAQ
Faktor apa yang mendorong pelemahan won pada 22 Mei menurut dealer forex Seoul?
Dealer forex Seoul mengidentifikasi ketegangan geopolitik Timur Tengah yang belum terselesaikan, khususnya konflik AS-Iran yang terus berlanjut, sebagai pemicu utama tekanan pelemahan won pada 22 Mei. Faktor pendukung meliputi futures minyak Brent yang ditutup di atas $91 per barel untuk pertama kalinya dalam sebulan dan USD/JPY yang diperdagangkan di atas 163 yen untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.
Berapa kisaran perdagangan yang diperkirakan untuk USD/KRW pada 22 Mei?
Tiga dealer bank memberikan perkiraan kisaran perdagangan USD/KRW untuk 22 Mei: perkiraan bank A 1.474,00~1.486,00 won, perkiraan bank B 1.475,00~1.488,00 won, dan perkiraan bank C 1.475,00~1.485,00 won. Semua dealer menyebut penjualan dolar dari perusahaan eksportir dan pembelian bersih saham Korea oleh pihak asing sebagai faktor yang membatasi batas atas meski ada risiko geopolitik.