Menurut Financial News, saham SK Hynix baru-baru ini turun 43%, menjadi penurunan terdalamnya sejak 2022, meski fundamental DRAM menguat. Penurunan ini mencerminkan koreksi yang sudah terlambat, bukan memburuknya kondisi bisnis, menurut para analis. Harga spot DRAM naik 2% selama pekan lalu dan 7% dibandingkan sebulan lalu, sementara exchange-traded fund (ETF) terkait DRAM mencatat arus masuk sekitar 4,5 miliar dolar AS hanya pada Juli.
Para analis menyebut penurunan tajam ini disebabkan penyeimbangan portofolio oleh investor institusional global serta volatilitas pada ETF leverage berbasis satu saham, bukan karena melemahnya permintaan semikonduktor. Seiring investasi AI oleh perusahaan teknologi besar terus mendorong permintaan untuk chip memori, fundamental pasar tetap kuat meski ada tekanan harga dalam jangka pendek.