Menurut Korea Exchange Korea Selatan, kepemilikan net short-selling di pasar KOSPI turun menjadi 18,09 triliun won per 23 Juli, turun 2,47 triliun won (12,04%) dari awal bulan dan 4,73 triliun won (20,73%) dibanding puncak year-to-date pada 1 Juni. Saldo pinjaman saham juga melemah, turun menjadi 151,97 triliun won per 27 Juli dari 180,29 triliun won pada 1 Juli, turun 28,32 triliun won (15,71%), menurut Korea Financial Investment Association.
Penurunan ini mencerminkan berkurangnya posisi bearish setelah KOSPI jatuh menembus level 6.000. Analis masih terbagi dalam menilai apakah ini menandakan titik terendah pasar: sebagian melihat koreksi sebagai penyesuaian siklik dengan kondisi teknis oversold yang mendukung potensi rebound, sementara yang lain memperingatkan bahwa tanpa adanya partisipasi pembeli institusional atau asing yang jelas, serta dengan setoran investor ritel yang menyusut menjadi 106 triliun won dari 140 triliun won pada awal Juni, momentum pemulihan yang berkelanjutan masih belum pasti.