Anggota Parlemen Korea Selatan: Rancangan Undang-Undang Dasar Aset Digital Ditunda hingga Setelah Agustus

Rep. Park Min-gyu dari Partai Demokrat mengatakan pada 15 Juli dalam sebuah seminar di Seoul bahwa rancangan Undang-Undang Aset Digital kemungkinan baru akan dibahas setelah Agustus. Berbicara dalam seminar “US Digital Asset Hegemony Strategy and Korea's Response” yang digelar di Hotel Naru di Mapo-gu, Park menyatakan ia berharap RUU tersebut diajukan pada awal September setelah konsultasi pihak partai pemerintah.

Jadwal itu terkait dengan konvensi nasional Partai Demokrat pada 17 Agustus dan penunjukan kepala kebijakan baru pada akhir Agustus, yang akan menentukan reorganisasi Satuan Tugas Aset Digital (TF). Pembahasan legislatif mengenai Undang-Undang Dasar Aset Digital tertunda sejak Maret karena pemilihan lokal. Sementara itu, TF sebelumnya—yang diluncurkan pada September tahun lalu untuk melembagakan aset digital—berakhir bersamaan dengan masa jabatan pimpinan fraksi di parlemen.

Partai Demokrat Akan Mereorganisasi TF Aset Digital pada September

Park memproyeksikan bahwa konvensi nasional Partai Demokrat akan berlangsung pada 17 Agustus, dengan pengumuman kepala kebijakan yang diperkirakan terjadi pada akhir Agustus. Ia mengatakan bahwa jika TF Aset Digital diminta pada waktu itu, kemungkinan TF tersebut akan mulai bekerja pada September. Park menjelaskan bahwa setelah kepala kebijakan baru ditetapkan dan TF melanjutkan pekerjaan, akan dibuat keputusan mengenai versi mana dari Undang-Undang Dasar Aset Digital yang akan diajukan. Ia menambahkan bahwa anggota TF bisa tetap sama seperti anggota parlemen sebelumnya atau direkrut baru, dengan sebagian anggota yang ada berpotensi keluar.

Tiga Legislator Kunjungi AS untuk Mempelajari Strategi Aset Digital pada Juni

Park, bersama Rep. Min Byung-deok dari Partai Demokrat dan Rep. Kang Min-guk dari Partai People Power, menyelesaikan perjalanan 4 malam dan 6 hari ke Amerika Serikat pada Juni. Delegasi tersebut bertemu dengan pejabat dari Gedung Putih, Senat, Dewan Perwakilan Rakyat, SEC, dan New York Stock Exchange. Park mencatat bahwa aspek paling berkesan dari kunjungan itu adalah memastikan maksud strategis AS, ekspektasi, dan energi untuk mempertahankan hegemoni dolar melalui stablecoin. Ia secara spesifik menyebut pertemuan dengan anggota Dewan yang memainkan peran kunci dalam pengesahan Genius Act dan Clarity Act, serta Senator Tim Scott. Park mengamati bahwa pejabat AS menjaga komunikasi rutin dengan pelaku industri—bursa dan perusahaan penerbit token—yang menjadi dasar data untuk penyusunan aturan.

Dua Perbedaan Utama Menghambat Proses Undang-Undang Dasar Aset Digital

Park mengidentifikasi dua perbedaan inti yang membuat proses Undang-Undang Dasar Aset Digital tersendat. Pertama, pemerintah dan sejumlah anggota TF Aset Digital dari Partai Demokrat sangat menentang pembatasan kepemilikan saham bursa, sementara sebagian legislator lain setuju sebagian bahwa pembatasan tersebut diperlukan. Kedua, usulan pemerintah mengharuskan penerbit stablecoin memiliki 50% plus satu saham kepemilikan bank, yang dipersengketakan oleh anggota TF. Park mengakui bahwa setelah RUU dipublikasikan, isu tambahan selain dua hal tersebut akan memerlukan pembahasan. Ia menekankan bahwa penyelesaian perbedaan tersebut sangat penting, karena Undang-Undang Dasar Aset Digital merupakan langkah pertama dari sepuluh tahapan yang diperlukan untuk membangun ekosistem yang berfungsi dan berdampak pada industri.

FAQ

Kapan Rep. Park Min-gyu mengatakan bahwa Undang-Undang Dasar Aset Digital akan diajukan?

Rep. Park Min-gyu menyatakan pada 15 Juli bahwa pengajuan Undang-Undang Dasar Aset Digital kemungkinan terjadi setelah Agustus, dengan target ideal pada awal September. Jadwal tersebut bergantung pada konvensi nasional Partai Demokrat pada 17 Agustus dan penunjukan kepala kebijakan baru pada akhir Agustus, setelah itu TF Aset Digital akan direorganisasi pada September.

Apa yang diamati tiga legislator Korea Selatan selama kunjungan mereka ke AS pada Juni?

Para Rep. Park Min-gyu, Min Byung-deok, dan Kang Min-guk mengunjungi Amerika Serikat selama 4 malam dan 6 hari pada Juni, bertemu dengan pejabat dari Gedung Putih, Senat, Dewan, SEC, dan NYSE. Park mencatat bahwa pejabat AS mengonfirmasi maksud strategis negara itu untuk mempertahankan hegemoni dolar melalui stablecoin serta menunjukkan komunikasi rutin dengan pelaku industri, yang menjadi dasar bagi penyusunan aturan regulasi AS.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar