Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung bertemu dengan CEO Anthropic Dario Amodei pada 24 Juli (waktu setempat) di sebuah hotel di San Francisco untuk membahas perluasan kerja sama AI. Pertemuan tersebut menandai keterlibatan pertama Presiden Lee dengan eksekutif Big Tech sejak menjabat, dengan tujuan menyampaikan komitmen Korea Selatan untuk mengembangkan AI sebagai industri strategis utama. Amodei menyatakan antusiasme untuk bekerja dengan Korea Selatan, dengan mengatakan bahwa kolaborasi ini “benar-benar menarik”, serta menyoroti kemitraan yang sedang berlangsung dengan perusahaan-perusahaan Korea di berbagai sektor termasuk manufaktur memori, pusat data, dan keamanan AI.
Presiden Lee dan CEO Anthropic Bertukar Keterangan tentang Kemitraan AI
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Sains dan TIK Bae Kyung-hoon serta Chief Policy Officer Kim Yong-beom masuk ruang pertemuan lebih dulu untuk menunggu kedatangan Amodei. Presiden Lee, mengenakan setelan navy dengan kemeja putih dan dasi berjalur, mengatakan kepada Amodei, “Saya pikir saya sempat melihat Anda sebelumnya dalam pertemuan makan siang G7 di Prancis, tetapi saat itu kami belum sempat mengobrol secara pribadi. Saya senang dan gembira bisa bertemu dengan sosok terkenal secara global seperti Anda.” Lee menambahkan, “Anda juga sangat terkenal di Korea Selatan. Karena Republik Korea berencana memperluas investasi secara besar-besaran di bidang AI, kami menantikan ketertarikan khusus dan kontribusi Anthropic.”
Amodei menjawab, “Tuan Presiden, ini suatu kehormatan. Terima kasih atas undangannya. Kami bisa bertemu di G7, dan saya bahkan lebih senang bisa bertemu lagi seperti ini.” Ia melanjutkan, “Kami sangat bersemangat bahwa Korea Selatan dapat bekerja sama dengan kami di berbagai bidang. Kami sangat menghargai bahwa pemerintah Korea menjadikan AI sebagai prioritas utama, dan kami akan dapat bekerja sama di banyak bidang.”
Anthropic Mengumumkan Kerja Sama dengan Produsen Memori Korea dan Instansi Pemerintah
Amodei menekankan bahwa Anthropic menjaga hubungan kerja sama yang erat dengan perusahaan-perusahaan Korea. Ia menyatakan, “Anthropic menempatkan prioritas tertinggi pada kerja sama dengan perusahaan dan sedang bekerja dengan perusahaan-perusahaan Korea di banyak bidang, dan ekspektasinya sangat tinggi. Kami juga bekerja secara dekat dengan produsen memori Korea dan berencana memperluas kerja sama di berbagai area termasuk investasi dan pusat data.”
CEO tersebut juga mengungkapkan, “Kami telah menandatangani beberapa MoU dengan Kementerian Sains dan TIK Republik Korea terkait kerja sama AI, dan kami juga akan melakukan pengujian keamanan AI serta industri siber bersama-sama. Bekerja dengan Korea Selatan adalah hal yang benar-benar menarik,” katanya kembali.
Pemerintah Korea Selatan berencana meningkatkan daya saing ekosistem AI domestik melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan global yang memimpin AI, serta memperluas cakupan kerja sama ke bidang semikonduktor, pusat data, dan keselamatan AI.
FAQ
Apa yang dibahas Presiden Lee Jae-myung dengan CEO Anthropic pada 24 Juli?
Presiden Lee bertemu dengan Dario Amodei pada 24 Juli (waktu setempat) di San Francisco untuk membahas perluasan kerja sama AI. Lee menyampaikan rencana Korea Selatan untuk memperluas investasi secara besar-besaran di AI dan meminta ketertarikan serta kontribusi khusus Anthropic bagi pengembangan AI negara tersebut sebagai industri strategis utama.
Bidang kerja sama apa yang diumumkan Anthropic dengan Korea Selatan?
CEO Anthropic Amodei mengumumkan perusahaan tersebut bekerja secara dekat dengan produsen memori Korea dan menandatangani beberapa MoU dengan Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan untuk kerja sama AI. Kerja sama tersebut mencakup pengujian keamanan AI dan industri siber, serta rencana perluasan di area investasi dan pusat data.