Menurut pejabat perbankan, Dana Pensiun Nasional Korea Selatan (National Pension Fund/NPF) baru-baru ini mengurangi pertemuan tatap muka dengan lembaga keuangan eksternal, setelah muncul kekhawatiran audit internal dan pertanyaan terkait transparansi proses pemilihan mitra perdagangan untuk penukaran valas (foreign exchange/FX).
Tim operasi FX NPF, yang mengelola eksposur mata uang serta strategi lindung nilai (hedging) untuk dana dengan aset kelolaan senilai 1,6 kuadriliun won, telah meminimalkan pertemuan langsung dengan bank-bank yang biasanya mengadakan seminar mengenai kurs tukar dan prospek makroekonomi. Pejabat bank mengaitkan perubahan ini dengan sikap kehati-hatian organisasi setelah baru-baru ini muncul masalah kepatuhan internal di divisi investasi properti. NPF menyatakan bahwa tidak ada pedoman formal yang membatasi kontak eksternal, meski secara umum suasana pembatasan telah muncul antara dana dan para mitranya.