TikTok melakukan PHK global mendadak pada 1 Juli, yang memengaruhi karyawan di Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Dublin tanpa pemberitahuan sebelumnya, menurut staf yang terdampak. Karyawan menerima pemberitahuan pemutusan hubungan kerja melalui email pada pagi hari 1 Juli saat mereka tiba di tempat kerja, dengan beberapa tim kecil menghadapi pemecatan hampir total.
Menurut Bloomberg, kantor pusat TikTok di Dublin berencana memangkas sekitar 300 posisi. Perusahaan menyatakan restrukturisasi ini bertujuan memperkuat operasi "trust and safety" global dan memfokuskan kembali sumber daya pada pertumbuhan bisnis jangka panjang inti. Di Indonesia, PHK tersebut mencerminkan tantangan yang lebih luas dengan integrasi e-commerce TikTok setelah akuisisi saham mayoritas Tokopedia pada tahun 2023.